Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Drama Kolosal Anoman Obong Guncang Panggung Gen Q Award SD Musix

Iklan Landscape Smamda
Drama Kolosal Anoman Obong Guncang Panggung Gen Q Award SD Musix
pwmu.co -
Foto bersama pemain drama kolosal Anoman Obong kelas 4-A SD Musix Surabaya (Basirun/PWMU.CO)

PWMU.CO – Para penampil pada agenda Gen Q Award dan pentas seni SD Muhammadiyah 6 Gadung (SD Musix) Surabaya benar-benar all out untuk menarik perhatian dewan juri. Terutama, tampilan drama kolosal Anoman Obong yang menggegerkan suasana saat dipentaskan pada Kamis (26/6/2025).

Ajang bergengsi ini digelar untuk memberikan apresiasi kepada para siswa yang aktif beribadah dan selalu update pada aplikasi Gen Q Smart. Selain itu, acara ini juga menjadi wadah untuk menyalurkan kreativitas semua siswa.

“Pada event ini, seluruh siswa akan menunjukkan kreativitas sesuai dengan perannya masing-masing,” ujar Kepala SD Musix, Munahar SHI MPd.

Ia juga menegaskan bahwa karena, pada dasarnya setiap anak yang terlahir di dunia ini adalah seorang juara. Mereka memiliki kelebihan masing-masing.

“Kami berharap tidak ada satu anak pun yang tidak naik panggung,” ucapnya.

Dalam kegiatan ini, setiap kelas telah mempersiapkan diri sebaik-baiknya. Mereka benar-benar all out untuk merebut perhatian dewan juri dan penonton.

Para siswa mengenakan kostum sesuai dengan konsep dan tema masing-masing. Seperti kelas 3-A yang menampilkan Tari Kreasi Nusantara, mereka tampil dengan mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah.

Begitu juga dengan kelas 4-ICP yang menampilkan drama Malin Kundang. Selain mengenakan pakaian adat Sumatra Barat, mereka juga dilengkapi dengan replika kapal dan ombak laut.

Guru kelas 4-ICP, Puspitawati SPd, mengungkapkan bahwa replika kapal tersebut murni kreasi dari para wali murid.

“Replika kapal ini murni kreasi wali murid yang dikerjakan di kelas beberapa hari sebelum tampil,” ungkapnya .

Tak kalah hebatnya, kelas 5-ICP menghadirkan Reog Ponorogo lengkap dengan jaran kepang, topeng Dadak Merak, topeng Bujang Ganong, dan para penari Jathil.

Guru kelas 5-ICP, Astri Wulandari SSi, mengatakan bahwa meski semua berupa replika, hal itu tidak mengurangi makna budaya Ponorogo dan justru menambah semangat mereka.

“Walaupun semua berbentuk replika, tetapi hal itu tidak mengurangi makna budaya Ponorogo dan justru menambah semangat mereka dalam tampilannya,” tegasnya.

Sementara itu, Guru kelas 4-B sekaligus penggagas ide dan koreografer, Lia Arviska Pratiwi, benar-benar mempersiapkan anak didiknya tampil dengan powerful. Anoman Obong menjadi pilihan kelasnya.

Dengan latar belakang Anoman karya Omong Ranto Edi Gudel yang didukung videotron super lebar, membuat suasana menjadi sangat meriah.

Ketika adegan kobaran api menyala, layar videotron menampilkan suasana hutan terbakar yang membuat para penonton histeris.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Kostum Rama yang diperankan Muhammad Athallah Mifzal El Fathin memadukan warna putih dengan aksesoris yang menggambarkan ciri khas Anoman sebagai kera, seperti ekor, topeng, dan pakaian yang menyerupai bulu kera.

Mohammad Farid Julian Priadi yang memerankan Rahwana tampil dengan kostum bak raja raksasa berkepala sepuluh. Wajahnya dicat dengan warna hitam dan merah tua, serta dilengkapi jubah keemasan yang memancarkan kesan mistik dan haus kekuasaan.

Sementara itu, tokoh Rama yang diperankan oleh Abdullah Nafi Abbasy mengenakan kostum bernuansa biru dan putih, melambangkan kebaikan, kejujuran, dan kepemimpinan yang berwibawa.

Sedangkan Dewi Sinta yang diperankan oleh Nafisa Adriana Widioktaviani benar-benar menjiwai perannya. Ia tampil anggun dengan busana tradisional Jawa bernuansa cerah seperti merah dan kuning, lengkap dengan detail kain batik, obi (selendang), serta perhiasan khas putri kerajaan.

Tidak hanya itu, tokoh Indrajid yang diperankan oleh Mohammad Avicena Al Amin tak kalah keren. Dengan mahkota (jamang), hiasan dada (kelat bahu, srempang), ikat pinggang, gelang, dan properti seperti keris, membuat Avis, sapaan Mohammad Avicena, tampak seperti putra Rahwana sejati.

Selain itu, peran Patih Nalendra yang dimainkan oleh Keanu Harun Ar Rasyid tampil gagah dengan busana prajurit, seolah siap menerima titah dari rajanya. Para penampilan ini, para penari pendukung tampak kompak mengenakan busana serba putih dengan aksesoris bawahan batik yang elegan.

Sorak sorai penonton pun pecah saat tokoh Anoman dan Rahwana muncul dan terlibat dalam adu jotos untuk memperebutkan Shinta.

Anoman, si kera putih, berhasil mengalahkan Rahwana beserta pasukannya hingga akhirnya, pasukan Rama yang dipimpin oleh Anoman berhasil membawa Shinta kembali dari istana Raja Alengka.

Kepala SD Musix, Munahar menyerahkan trophy bergilir kepada kelas 4-A tim terbaik pada ajang Pensi 2024-2025 (Basirun/PWMU.CO)

“Kami mengambil konsep ini karena mengandung pelajaran tentang jiwa kesatria, ketaatan kepada pimpinan, dan kebersamaan dalam mencari solusi,” pungkas Lia Arviska.

Setelah penampilan tersebut, salah satu dewan juri, Mohammad Al Amin, telah merangkum skor masing-masing kelompok dan menyerahkan hasilnya kepada MC.

“Inilah kelompok terbaik, Anoman Obong dari kelas 4-B!,” seru MC, disambut tepuk tangan meriah dan sorak histeris dari para siswa serta orang tua wali murid.

Seluruh siswa pemeran Anoman Obong pun kemudian berlari menuju panggung untuk menerima trofi bergilir yang telah lama dinantikan. (*)

Penulis Basirun Editor Ni’matul Faizah

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu