
PWMU.CO – Dua atlet Tapak Suci dari SMP Muhammadiyah 1 Blitar berhasil meraih prestasi gemilang dengan membawa pulang medali emas dan perunggu, Kamis (4/7/2024).
Algivan dwi priyandani berhasil membawa pulang medali emas dan Gilang ramadani medali perunggu usai kejuaraan Bayangkara Cup di Wates Kediri.
Kejuaraan Pencak Silat Bayangkara Cup diadakan oleh Polres Kediri menjadi ajang bergengsi bagi para pesilat muda dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Pesilat dari berbagai daerah, seperti Kabupaten dan Kota Blitar, Tulungagung, Trenggalek, serta Kota dan Kabupaten Kediri turut serta mengikuti kejuaraan ini.
Algifan Dwi Priyandani, yang akrab disapa Dani, menunjukkan keunggulannya di kelas bebas pra-remaja putra dengan meraih medali emas.
Sementara itu, Gilang Ramadani berhasil mengamankan medali perunggu di kelas bebas remaja putra.
Kemenangan ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi SMP Muhammadiyah 1 Blitar dan perguruan silat Tapak Suci.

“Kami berdua selalu giat, konsisten latihan, dan istikomah. Tentu harus menjaga kesehatan,” ujar Dani dengan penuh semangat.
Ia menambahkan bahwa perjalanan menuju medali emas tidaklah mudah.
“Saat final, saya melawan pesilat dari daerah Srengat, Kabupaten Blitar.
Lawan saya memiliki kecakapan soal kecepatan menangkap kaki. Hal ini cukup membuat saya sulit menyerang.
Namun, tentu saya tidak ingin kalah strategi. Saya mencoba selalu menyerang lawan dari samping dan belakang hingga saya dinyatakan menang,” ungkapnya
Kebahagiaan Dani tidak hanya dirasakan oleh dirinya sendiri, tetapi juga oleh Gilang yang turut memberikan kontribusi besar dalam pertandingan tersebut.
“Tentu saya dan Gilang sangat bangga sekali bisa menjuarai pertandingan ini.
Saya sangat berterima kasih kepada pelatih yang sudah membimbing kami berdua.
Saya juga berterima kasih kepada SMP Muhammadiyah 1 Blitar yang sudah mendukung kami.
Tentu medali ini tidak akan kami dapatkan jika tidak ada bimbingan dan dukungan dari sekolah,” tambah Dani.
Pada tempat yang sama, Dwi Handoko Saputo, pelatih dari perguruan silat Tapak Suci Blitar, juga turut memberikan komentarnya.
Menurutnya, kerja keras yang selama ini dilalui tidak sia-sia.
“Jadi, dari SMP Muhammadiyah 1 Blitar dua atlet yang ikut pertandingan di sini.
Alhamdulillah, atas nama Dani mendapatkan emas, dan Gilang mendapatkan perunggu.
Mas Gilang itu masuk di kelas bebas remaja putra dan mendapat juara tiga.
Lalu, Dani, kelas bebas pra-remaja putra, juara satu,” ujarnya.
Segala persiapan untuk mengikuti kegiatan pencak silat yang dilakukan oleh tim Tapak Suci Blitar juga tidak main-main.
“Kita rutin latihan kurang lebih satu minggu tiga kali.
Bahkan, bulan puasa lalu kita tetap latihan untuk persiapan mengikuti kegiatan pencak silat.
Kebetulan kejuaraan pencak silat dekat-dekat ini yaitu Bayangkara Cup yang diadakan oleh Polres Kediri dan tempatnya di Wates, Kediri,” ungkap Dwi Handoko.
Dwi Handoko juga menambahkan, kemenangan ini menjadi motivasi besar bagi para atlet untuk terus berprestasi.
“Harapannya, anak-anak juga akan saya persiapkan untuk ke ajang Nasional, dalam waktu dekat ini kejuaraan lingkup Nasional di Malang,”.
Kejuaraan Bayangkara Cup sendiri merupakan ajang yang cukup bergengsi di wilayah karesidenan Kediri.
Dwi Handoko berharap bahwa kemenangan Dani dan Gilang bisa menjadi inspirasi bagi para pesilat muda lainnya untuk terus berlatih dan berprestasi.
“Kalau yang ini hanya karesidenan Kediri yang diikuti oleh Kabupaten dan Kota Blitar, Tulungagung, Trenggalek, dan Kota serta Kabupaten Kediri,”
Melalui semangat dan kerja keras, Dani dan Gilang berhasil membuktikan mereka mampu bersaing dan meraih prestasi di ajang pencak silat.
Dukungan dari pelatih, sekolah, dan semangat juang yang tinggi menjadi kunci utama keberhasilan mereka.
Kini, harapan besar tertuju pada ajang nasional di Malang.
Keduanya akan kembali berjuang mengharumkan nama SMP Muhammadiyah 1 Blitar dan Tapak Suci.
Penulis Irfan Efendi Editor Zahra Putri Pratiwig





0 Tanggapan
Empty Comments