Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Dua Kegiatan Sekaligus Warnai Peringatan Hari Pahlawan di Mimuga

Iklan Landscape Smamda
Dua Kegiatan Sekaligus Warnai Peringatan Hari Pahlawan di Mimuga
Foto bersama Bripka Ahmad Wahyu Afrian, S.H. (dua dari kanan) bersama tiga guru & siswa-siswi Mimuga. Foto: Tiara Novita Lestari/PWMU.CO
pwmu.co -

Di bawah langit yang teduh, MI Muhammadiyah 3 Doudo (Mimuga) menggelar dua kegiatan sekaligus dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, Senin (10/11/2025).

Pagi hari pukul 07.32 WIB, seluruh dewan guru dan siswa mengikuti upacara bendera khusus Hari Pahlawan. Petugas upacara berasal dari siswa-siswi Mimuga sendiri. Di lapangan sekolah yang multifungsi itu, para peserta mengikuti rangkaian upacara dengan khidmat dari awal hingga akhir.

Bertindak sebagai inspektur upacara, Muhayatin, SPdI menyampaikan amanat tentang pentingnya meneladani semangat perjuangan para pahlawan.

“Sebagai generasi penerus, tugas kita adalah mempertahankan kemerdekaan. Jangan sampai bangsa Indonesia terlena, karena bukan tidak mungkin bangsa asing kembali menguasai kita,” ujarnya.

Bu Tin—sapaan akrabnya—juga mengingatkan bahwa bentuk penjajahan masa kini tidak lagi menggunakan senjata, melainkan melalui kemajuan teknologi.

“Karena itu, anak-anak harus rajin belajar dan beribadah, menanamkan iman yang kuat serta berakhlak karimah. Dengan begitu, kalian bisa menjadi pemimpin yang jujur, adil, dan amanah,” pesannya.

Setelah upacara selesai, siswa-siswi beristirahat sejenak, lalu berkumpul di Masjid Al-Amin Doudo untuk mengikuti kegiatan kedua: Sosialisasi Antibullying bersama Bripka Ahmad Wahyu Afrian, SH dari Polsek Panceng Gresik.

Kegiatan ini mengangkat tema “Sebelum Menjadi Pahlawan untuk Orang Lain, Jadilah Pahlawan untuk Diri Sendiri.” Tujuannya, menumbuhkan kesadaran siswa tentang bahaya bullying yang marak terjadi belakangan ini.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Dengan senyum ramah, Bripka Afrian membuka sesi dengan menanyakan pengertian bullying menurut para siswa. Mereka pun menjawab antusias sesuai dengan pemahaman masing-masing. Ia kemudian menanyakan contoh bentuk bullying di lingkungan sekolah.

“Siapa yang pernah mengejek temannya dengan sebutan selain namanya? Misalnya dengan nama orang tuanya?” tanyanya.

Awalnya, para siswa tampak ragu. Namun, dengan pendekatan yang lembut, Pak Afrian berhasil membuat mereka berani jujur. Beberapa siswa akhirnya mengangkat tangan.

“Tidak boleh, ya, memanggil teman dengan sebutan nama orang tuanya,” tegasnya.

Menutup materinya, Bripka Afrian mengingatkan bahwa perilaku bullying bisa dikenai sanksi hukum sebagaimana tercantum dalam UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Kegiatan diakhiri dengan foto bersama. Melalui dua kegiatan ini, diharapkan siswa-siswi Mimuga dapat meneladani semangat para pahlawan sekaligus berani melawan tindakan bullying di lingkungan sekolah.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu