
PWMU.CO – Senyum haru terpancar di wajah Zizi Zahidah Wahyudi dan Amabel Damara Elysia saat nama mereka dipanggil sebagai nominasi Kontributor Termuda dalam ajang Awarding Milad dan Road Show Media Official PWM Jatim, Sabtu (17/5/2025), di Aula BAU Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Siapa sangka, dua siswi belia dari MTs Muhammadiyah 15 Al Mizan Lamongan ini berhasil menarik perhatian tim redaksi PWMU.CO dan masuk dalam deretan nominasi bergengsi, bersaing dengan ratusan kontributor dari berbagai jenjang dan wilayah di Jawa Timur. Usia mereka baru menginjak 15 tahun, namun karya-karya tulisnya telah turut mewarnai jagat literasi digital Muhammadiyah.
Acara penghargaan ini merupakan bagian dari peringatan Milad Media Official PWM Jatim, yang menaungi PWMU.CO, PWMUtv, Majalah Matan, MajelisTabligh.id, dan Maklumat.id.
Mengusung tagline “Bersama Terus Mencerahkan”, acara ini menjadi panggung apresiasi bagi para kontributor yang turut menyebarkan semangat pencerahan melalui media.
Zizi dan Amabel hadir bersama rombongan Mulimas yang didampingi dua guru pembimbing, Ma’bad Alfarisi dan Rizky Febriyan. Tak ada yang menyangka, bahkan dua siswi ini pun tidak diberi tahu sebelumnya bahwa mereka masuk nominasi.
Ketika MC menyebut nama mereka, seketika Aula BAU UMM dipenuhi tepuk tangan meriah. Wajah keduanya sempat tampak bingung” lalu berubah menjadi ekspresi bahagia yang sulit disembunyikan.
Penghargaan itu langsung diberikan oleh Pemimpin Redaksi PWMU.CO, Azrohal Hasan MHum. Dalam momen singkat namun berkesan itu, Zizi mengaku terharu dan termotivasi untuk terus menulis.
“Saya tidak menyangka bisa masuk nominasi ini. Awalnya menulis hanya untuk belajar dan menyuarakan hal-hal positif di sekolah. Ternyata bisa sampai sejauh ini,” ujarnya kepada PWMU.CO usai menerima penghargaan.
Sementara itu, Amabel juga mengungkapkan rasa syukurnya. “Senang banget! Ini jadi penyemangat saya untuk lebih rajin membaca dan menulis. Semoga bisa terus berkarya,” katanya dengan mata berbinar.
Kepala MTs Muhammadiyah 15 Al Mizan Lamongan, Alimah SPdI, turut bangga atas pencapaian siswinya. Menurutnya, ini bukti bahwa sekolah tidak hanya membina akademik, tetapi juga mendampingi potensi literasi dan kepercayaan diri siswa.
“Ini bukan hanya kemenangan Zizi dan Amabel, tapi juga kemenangan gerakan literasi di sekolah kami. Mereka membuktikan bahwa usia muda bukan halangan untuk berkarya,” ungkap Alimah.
Dengan semangat yang masih membara, Zizi dan Amabel kembali ke Lamongan membawa lebih dari sekadar piagam, mereka pulang membawa inspirasi untuk teman-teman sebayanya agar tidak ragu menulis dan berbagi cerita yang mencerahkan dunia.
Penulis Alfain Jalaluddin Ramadlan Editor Azrohal Hasan





0 Tanggapan
Empty Comments