
PWMU.CO – Dalam semangat Idul Adha 1446 H, Duta Green Nasyiah bersama kader Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) Siliragung Banyuwangi menggelar aksi penyembelihan hewan kurban dengan mengusung tema “Kurban Ibadah Tanpa Nyampah”, Sabtu (7/6/2025).
Kegiatan ini diselenggarakan di lingkungan rumah Zahrotul Janah, Duta Green Nasyiah sekaligus Fasilitator Daerah Eco Bhinneka Banyuwangi. Dalam kegiatan tersebut, disembelih dua ekor kambing dan dagingnya didistribusikan kepada 50 kepala keluarga (KK) penerima manfaat. Uniknya, distribusi dilakukan dengan cara yang ramah lingkungan, yakni menggunakan daun jati sebagai pengganti kantong plastik.
Zahrotul Janah menjelaskan bahwa pemilihan daun jati bukan hanya sekadar mengganti plastik, namun juga memiliki manfaat tambahan.
“Daun jati tidak hanya lebih ramah lingkungan, tapi juga secara ilmiah membantu menjaga kualitas daging. Senyawa aktif dalam daun jati seperti flavonoid, alkaloid, dan tanin berperan dalam menghambat pertumbuhan bakteri, membuat daging lebih awet dan bahkan bisa mengurangi bau amis,” terang Zahrotul.
Aksi ini merupakan bagian dari gerakan edukasi dan kampanye gaya hidup minim sampah yang selama ini diusung oleh Merdeka Sampah, sebuah gerakan lingkungan yang turut digerakkan oleh kader-kader muda Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Dalam konteks Hari Raya Kurban, persoalan sampah plastik menjadi perhatian penting, sehingga upaya untuk menguranginya menjadi bagian dari kesadaran kolektif dalam merawat lingkungan.
Data tahun lalu menunjukkan bahwa perayaan Idul Adha di Indonesia menghasilkan hingga 608 ton sampah plastik hanya dari aktivitas pembungkusan daging kurban. Angka ini menjadi tamparan keras sekaligus bahan evaluasi mendalam bagi umat Islam untuk lebih mengintegrasikan nilai-nilai ibadah dengan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Salah satu warga penerima daging kurban, Kamiasih mengaku senang dan terkesan dengan adanya pembagian daging ini.
“Baru kali ini saya menerima daging kurban dibungkus dengan daun dan ini sebenarnya seperti masa kecil saya dulu. Lebih alami dan tidak menambah sampah kantong plastik,” ujarnya.
Kegiatan ini membuktikan bahwa pelaksanaan ibadah kurban dapat tetap khidmat sekaligus menjadi wadah praktik nyata gaya hidup berkelanjutan. Nasyiatul ‘Aisyiyah menunjukkan bahwa perubahan dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana namun penuh makna.
Melalui aksi ini, Duta Green Nasyiah ingin menyuarakan bahwa perayaan Idul Adha tidak hanya tentang pemenuhan ritual, tetapi juga momentum edukasi ekologis. Sudah saatnya umat Islam menjadi pelopor gaya hidup yang rahmatan lil ‘alamiin, tidak hanya bagi sesama manusia tetapi juga bagi alam semesta.
Diharapkan ke depannya, kegiatan semacam ini dapat menjadi inspirasi dan mendorong lahirnya gerakan yang lebih masif di berbagai daerah. (*)
Penulis Elok Dwi Editor Ni’matul Faizah






0 Tanggapan
Empty Comments