
PWMU.CO – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kecamatan Waru, Pamekasan kembali menggelar kajian bulanan rutin pada Sabtu malam (5/7/2025) di kediaman Bapak Mohammad Raji. Kajian berlangsung sejak pukul 19.30 hingga 20.30 WIB, dengan dihadiri warga Muhammadiyah dan simpatisan dari berbagai ranting.
Kajian bertema “Manfaat Dzikir (Tasbih, Tahmid, Takbir) Sesudah Shalat dan Sebelum Tidur” ini menghadirkan Ustadz Muhtar sebagai pemateri. Bertindak sebagai moderator adalah Ustadz Syamsul Durahman, sedangkan pembacaan Ummul Quran dan doa penutup dibacakan oleh Helmy.
Dalam kajiannya, Muhtar menekankan bahwa dzikir adalah amalan ringan namun berdampak besar bagi ruhani dan kehidupan sehari-hari.
“Islam memiliki banyak syariat: bertetangga, berkeluarga, bertani, bekerja, dan lainnya. Tapi ada satu amalan yang bisa terus dilakukan dalam setiap kondisi: berdzikir,” ujarnya.
Beliau mengutip hadis Nabi Muhammad ﷺ saat seorang sahabat mengeluhkan banyaknya syariat:
Jadikanlah lisanmu selalu basah karena mengingat Allah. (HR. At-Tirmidzi).
Dzikir Ringan, Pahala Berat

Muhtar menyebut dua momentum utama yang perlu dijaga oleh seorang Muslim dalam berdzikir:
1. Setelah shalat fardhu, membaca Subhanallah, Alhamdulillah, dan Allahu Akbar masing-masing 33 kali.
2. Sebelum tidur, membaca dzikir yang sama sebagai bekal tidur yang berkualitas dan berpahala.
“Bukan hanya mendekatkan diri kepada Allah dan malaikat, dzikir juga secara ilmiah bisa membantu relaksasi dan meningkatkan kualitas tidur,” tambahnya.
Pemateri juga mengingatkan bahwa setelah shalat, setan sering menggoda agar manusia lalai dan segera beranjak tanpa berdzikir. Maka, dzikir menjadi benteng ruhiyah yang penting dilakukan secara konsisten dan khusyuk.
Beliau menukil ayat:
“Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah Allah dengan mengingat-Nya sebanyak-banyaknya.” (QS. Al-Ahzab: 41)
Disampaikan pula bahwa dzikir juga akan memberatkan timbangan amal kebaikan di akhirat, sebagaimana disebut dalam hadis:
“Barang siapa membaca dzikir setelah shalat dan sebelum tidur, maka amal itu bernilai seribu lima ratus di timbangan amal.”
Suasana Kajian dan Harapan

Kajian berlangsung dengan suasana hangat dan santai. Saat Syamsul Durahman menyindir kebiasaan lupa berdzikir sebelum tidur, jamaah tertawa, merasa relate dengan kehidupan sehari-hari.
Kajian ditutup dengan harapan dari moderator, semoga kajian ini terus istiqomah dan menjadi sarana menguatkan spiritualitas warga Muhammadiyah di Waru.
Adapun kajian selanjutnya akan dilaksanakan di kediaman Moh. Tarmum pada malam Ahad awal bulan, antara tanggal 3 atau 10 Agustus 2025 mendatang. (*)
Penulis Ach. Fauzan Editor Amanat Solikah






0 Tanggapan
Empty Comments