Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Eco-Gel Kulit Jeruk Karya Santri PPI AMF Buktikan Limbah Bisa Jadi Solusi Lingkungan

Iklan Landscape Smamda
Eco-Gel Kulit Jeruk Karya Santri PPI AMF Buktikan Limbah Bisa Jadi Solusi Lingkungan
Santri PPI AMF Manfaatkan Kulit Jeruk Jadi Pelembab Tanah. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Ide dalam menciptakan sebuah inovasi bisa hadir dari manapun. Hal ini termasuk dari limbah sampah yang berada di sekitar masyarakat.

Santri Pondok Pesantren Internasional Abdul Malik Fadjar (PPI AMF) yang terdiri atas Luvena Bellvania Az-Zahra, Cira Araceli Wahyudi, Selma Karamy Az Zahra, Syafira Aulia Rahma, dan Tsurayya Kamila Ali berhasil menemukan ide kreatif dari kulit jeruk.

Ide ini direalisasikan melalui penelitian berjudul “Utilization of Orange Peel Waste Based Eco-Gel to Retain Moisture in Dry Soil”. Berkat riset tersebut, para siswa SMP Abdul Malik Fadjar tersebut berhasil mendapatkan medali emas dalam ajang Indonesia International Applied Science Project Olympiad (I2ASPO).

Perwakilan tim, Luvena Bellvania Az-Zahra menjelaskan, ide penelitian ini bermula dari sampah kulit jeruk yang sering kali terbuang di masyarakat. Dengan riset yang mendalam, timnya menemukan bahwa kulit jeruk memiliki kandungan pektin. Salah satu manfaat kandungan ini adalah memberikan kelembapan.

Perempuan disapa Luve ini melihat kandungan pektin pada jeruk bisa dimanfaatkan untuk tanah di Indonesia.

“Kita sadar tanah di Indonesia mulai mengering. Inovasi-inovasi produk baru kami bisa menjaga kestabilan kelembapan tanah,” ungkapnya di PPI AMF, Sabtu (13/12/2025).

Eco-gel dari Kulit Jeruk

Adapun pemilihan gel sebagai produknya, Luve mengaku ini berdasarkan hasil pengamatannya di lingkungan sekitar. Dia terinspirasi dari penggunaan gel pada silica sepatu. Dari situ, Luve dan tim berinisiatif membuat eco-gel berbasis sampah kulit jeruk

Untuk penerapannya, gel tersebut cukup diaduk pada tanah kering yang dituju.

Iklan Landscape UM SURABAYA

“Dalam tujuh hari ketahuan kalau dengan produk kita, tanahnya tetap lembap,” jelas perempuan asal Kediri ini.

Pada kesempatan terpisah, Pembina Kelas Karya Tulis Ilmiah (KTI) PPI AMF, Nabila Almayda mengaku sangat bangga dengan proses dan hasil yang telah dicapai oleh para santri. Pencapaian yang mereka raih saat ini menjadi langkah awal yang baik untuk terus berkembang di masa depan.

“Lebih membanggakan lagi, ini adalah event pertama yang mereka ikuti, dan mereka sudah mampu menunjukkan usaha serta potensi terbaik mereka,” kata Nabila.

Dari sisi pembinaan, Nabila telah mengenalkan karya tulis dan strukturnya sejak awal kelas dimulai. Selain itu, dia juga mengajarkan para santri tentang penulisan artikel ilmiah. Hal ini penting mengingat I2ASPO mengharuskan pesertanya mengirim karya tulis berbentuk artikel ilmiah.

Di samping itu, para santri terutama tim SMP juga dibimbing cara menganalisis di laboratorium. Hal ini terutama mengenai cara pembuatan produk eco gel. Kemudian, mereka juga dibimbing cara mengecek kelembapan, pH, dan light dari tanah, yang berlangsung selama tujuh hari. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu