Mengajarkan nilai-nilai rukun Islam, khususnya zakat, ternyata jauh lebih efektif jika diiringi dengan praktik langsung. Pendekatan inilah yang diterapkan oleh MTs Muhammadiyah 9 (MTs Mudahlan) Wotan, Panceng, Gresik, dalam mematangkan karakter kepedulian sosial para siswanya di bulan suci Ramadan.
Melalui rangkaian kegiatan rutin Pesantren Kilat Darul Arqom (PKDA) yang digelar pada Rabu (11/3/2026), ratusan siswa kelas 7 hingga 9 tidak hanya duduk mendengarkan ceramah, tetapi diajak terjun langsung menjadi panitia amil zakat cilik.
Tahun ini, pengumpulan zakat fitrah dari para siswa dikemas dengan pendekatan yang berbeda. MTs Mudahlan menggandeng pakar dari lembaga zakat resmi untuk memberikan edukasi manajemen pengelolaan yang tepat sasaran dan sesuai syariat.
Hadir sebagai pemateri utama adalah Nur Sakinah Eskariani, S.P., M.M., yang menjabat sebagai Kepala Divisi Fundraising Lazismu Daerah Gresik. Dalam sesi bertajuk “Zakat Fitrah: Membersihkan Harta, Menyucikan Diri”, Nur Sakinah mengupas tuntas hikmah zakat dan pentingnya ketelitian dalam menunaikannya.
Tidak berhenti pada pemaparan materi, Nur Sakinah langsung mengajak siswa melakukan simulasi menimbang beras. Ia menekankan pentingnya akurasi timbangan, yakni tepat di angka 3 kilogram per bungkus.
“Takarannya harus sangat presisi. Beratnya tidak boleh kurang agar sah secara syariat, dan dipastikan pas agar pembagiannya adil,” jelas Nur Sakinah di hadapan para siswa yang antusias memperhatikan.
Setelah memahami teorinya, para siswa langsung dibagi ke dalam kelompok kerja untuk mempraktikkan proses penanganan zakat. Suasana madrasah pun berubah layaknya posko amil zakat. Ada siswa yang bertugas menimbang, menyendok beras, hingga mengemasnya ke dalam plastik dengan rapi. Dari hasil gotong royong ini, panitia siswa berhasil mengumpulkan dan mengemas beras sebanyak 100 bungkus.
Edukasi Tata Kelola Ibadah Maliyah
Koordinator kegiatan PKDA MTs Mudahlan, Siti Muayanah, S.Pd.I., memaparkan bahwa praktik ini dirancang agar siswa memahami tata kelola ibadah maliyah (harta) secara komprehensif.
“Momen Ramadan ini siswa benar-benar belajar mengelola zakat fitrah secara utuh. Mulai dari tahap pengumpulan dari teman-teman mereka, proses penimbangan yang teliti, hingga manajemen pembagiannya ke masyarakat,” ungkap Muayanah.
Untuk memastikan zakat fitrah tepat sasaran kepada para dhuafa dan fakir miskin di Desa Wotan, pihak madrasah tidak bekerja sendirian. Mereka berkoordinasi erat dengan perangkat desa setempat.
“Data penerima zakat ini valid, karena kami dapatkan langsung dari data desa. Beras ini disalurkan kepada fakir miskin dan golongan yang memang berhak menerimanya,” tegasnya.
Terkait teknis penyaluran, panitia telah menyepakati alur yang sangat memuliakan penerima. Pembagian tidak dilakukan dengan mengumpulkan warga di madrasah, melainkan disalurkan langsung secara door to door (dari pintu ke pintu) pada keesokan harinya, yakni Kamis (12/3/2026). Ini dilakukan agar pembagian berjalan tertib dan warga tidak perlu bersusah payah mengantre.
Selain pengelolaan zakat, nuansa berbagi pada hari Rabu itu juga disemarakkan dengan pembagian takjil gratis di jalanan depan madrasah, yang diinisiasi oleh anak-anak Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) MTs Mudahlan. Rangkaian kegiatan sosial ini memuncak pada acara penyerahan zakat fitrah yang sekaligus menjadi sesi penutup dari program PKDA tahun ini.
Melihat dedikasi dan semangat para siswanya, Kepala MTs Mudahlan, Ahmad Sholih, S.H.I., merasa sangat bangga dan bersyukur. Ia meyakini bahwa madrasah bukan sekadar tempat mengejar nilai akademik, tetapi juga laboratorium kehidupan bermasyarakat.
“Alhamdulillah, kami bersyukur murid bisa belajar langsung bagaimana cara mengelola zakat fitrah yang baik dan benar. Pengalaman empiris seperti ini sangat penting, karena skill inilah yang pasti dibutuhkan di tengah-tengah masyarakat setiap kali Ramadan tiba hingga menjelang Idul Fitri,” tutup Ahmad Sholih penuh harap. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments