
PWMU.CO – Masa remaja merupakan jembatan menuju masa dewasa yang membutuhkan bimbingan agar potensi spiritual keagamaan tidak terabaikan.
Oleh karena itu, SMAS Muhammadiyah 2 (SMAS Muha) Genteng, Banyuwangi, mengikuti pemaparan materi bertema “Remaja Islam” pada Kamis (6/3/2025).
Materi tersebut disampaikan satu jam sebelum waktu berbuka puasa dalam kegiatan Darul Arqam, yang diikuti oleh siswa-siswi kelas XI SMAS Muha Genteng.
Pemateri dalam kegiatan ini, H Ahmad Anas SSos mengawali pemaparannya dengan menjelaskan siapa yang disebut sebagai remaja dan pada usia berapa seseorang dikategorikan sebagai remaja.
“Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), usia 11-24 tahun masuk dalam kategori remaja. Pada masa ini, seseorang tidak bisa dikatakan sebagai anak-anak, tetapi juga belum sepenuhnya menjadi orang dewasa. Kalian semua berada dalam fase tersebut,” terang Anas.
Selanjutnya, Anas menjelaskan bahwa menurut Prof Zakiyah Daradjat dalam bukunya Psikologi Remaja, masa remaja diibaratkan seperti seseorang yang sedang melintasi jembatan yang goyang. Jika tidak berhati-hati, mereka bisa tergelincir dan jatuh.
“Oleh karena itu, untuk menjaga agar tidak terjatuh adalah agama,” ujar Anas.
Empat Ciri Remaja Islam
Berikutnya, ia juga menjelaskan bahwa untuk menjadi remaja Islam yang ideal, setidaknya ada empat ciri yang harus dimiliki.
Pertama, seorang remaja harus menjadikan tauhid sebagai pondasi utama dalam ketaatan kepada Tuhan-Nya sebagai wujud kesalehan. Seseorang yang memahami tauhid dengan baik akan memiliki sifat yang mulia. Dengan demikian, ia akan sadar bahwa seluruh aspek kehidupan, baik ibadah maupun amal sosial, semata-mata dilakukan untuk mencari ridha Allah.
Kedua, remaja yang ideal adalah mereka yang senantiasa mengupayakan kepedulian terhadap sesama sebagai wujud hablum minannas. Mereka memperbanyak amal saleh untuk kepentingan orang lain, karena Islam merupakan agama yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
“Sementara itu, ciri ketiga adalah remaja yang tidak malas dan memiliki etos kerja yang tinggi. Mereka tidak mudah menyerah, menjadikan kegagalan sebagai pemicu dan cambuk untuk meraih kesuksesan. Setiap tantangan diubah menjadi peluang untuk meraih prestasi gemilang,” tegas Anas, yang merupakan alumni SMAS Muha angkatan 1994.
Anas juga menyampaikan bahwa ciri keempat remaja Islam yang ideal adalah mereka yang selalu mengingat Allah dalam setiap aktivitas, baik melalui ibadah mahdhah (ibadah yang berhubungan langsung dengan Allah) maupun ghairu mahdhah (ibadah sosial).
“Untuk memperoleh semua itu, salah satunya melalui pelatihan Baitul Arqam ini. Oleh karena itu, seraplah semua materi yang disampaikan sebagai bekal kalian saat memasuki usia dewasa,” jelas Anas mengakhiri penyampaian materinya.
Penyampaian materi yang dimulai pada pukul 16.30 WIB ini berakhir tepat pada pukul 17.00 WIB. (*)
Penulis Abdul Muntholib Editor Ni’matul Faizah






0 Tanggapan
Empty Comments