Siang itu, Ahad (2/11/2025) terik matahari terasa menyengat di lapangan futsal Desa Durikulon, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan. Namun panas bukanlah halangan bagi ratusan penonton yang memadati arena pertandingan.
Siswa, guru, wali murid, dan masyarakat setempat tampak bersemangat memberi dukungan bagi tim kebanggaan mereka. Sorak sorai dan tabuhan alat musik dari peserta KKN Unesa yang turut memeriahkan suasana menambah semarak turnamen Durikulon Futsal Cup 2025.
Di tengah atmosfer kompetisi yang sengit, MI Muhammadiyah 10 Pesanggrahan tampil luar biasa. Tak hanya karena perjuangan gigih mereka, tetapi juga karena cara unik yang mengantarkan mereka meraih juara tiga, lewat empat kali adu penalti yang menegangkan!
Empat Kali Adu Penalti, Empat Kali Deg-degan
Sejak babak penyisihan, tim futsal MI Muhammadiyah 10 Pesanggrahan menunjukkan mental baja. Mereka harus melalui empat pertandingan yang semuanya berakhir dengan adu penalti.
Adu penalti pertama melawan MI Muhammadiyah 12 Centini.
Kedua, menghadapi MI Ma’arif Siser.
Ketiga, melawan MI Ma’arif Jabung.
Dan terakhir, perebutan juara tiga melawan MI Ma’arif Pesanggrahan, yang notabene satu kampung sendiri.
Derby sesama Pesanggrahan itu berlangsung penuh tensi dan emosi. Sorak penonton bergema setiap kali bola mengarah ke gawang. Ketika tendangan penentu akhirnya bersarang di jala lawan, para pemain MI Muhammadiyah 10 pun bersorak, sebagian lain meneteskan air mata bahagia.
Sujud Syukur dan Rasa Bangga
Usai peluit panjang berbunyi, sang kapten Ahmad Sultan Tsaqif Al Fath langsung bersujud syukur di tengah lapangan.
“Alhamdulillah, ya Allah… masih bisa juara,” ucap Sultan dengan suara bergetar.
Sultan, yang juga dikenal sebagai atlet bulutangkis madrasah, menjadi simbol semangat pantang menyerah timnya.
Kepala MI Muhammadiyah 10 Pesanggrahan, Ali Shodiqin, S.Pd, pun tak dapat menyembunyikan rasa bangganya.
“Alhamdulillah, tidak menyangka bisa finis di posisi tiga. Lawan-lawannya hebat, tapi anak-anak mampu bertahan dengan konsisten,” ujarnya.
Senada dengan itu, sang pelatih Dani menambahkan “Ini hasil kerja keras dan kekompakan. Semoga tahun depan bisa lebih baik lagi!”
Bukan Kali Pertama Menoreh Prestasi
Capaian ini bukan prestasi tunggal bagi MI Muhammadiyah 10 Pesanggrahan. Sebelumnya, tim futsal madrasah ini juga pernah menorehkan lima kali kemenangan di berbagai turnamen, termasuk di ajang Futsal SMP Negeri 2 Laren dan sejumlah event tingkat kecamatan lainnya.
Semangat sportivitas dan kekompakan menjadi modal utama mereka. “Kami ingin anak-anak tidak hanya berprestasi di akademik, tapi juga unggul dalam karakter dan semangat berjuang,” kata Ali Shodiqin.
Turnamen Durikulon Futsal Cup 2025 ini menjadi edisi perdana yang diselenggarakan oleh panitia desa bersama peserta KKN Unesa. Acara berlangsung meriah dan sukses menjaring bakat-bakat muda sepak bola tingkat dasar dari berbagai daerah.
Adapun hasil akhir turnamen:
- Juara 1: MI Ma’arif Jabung, Kecamatan Laren
- Juara 2: SDN Duriwetan, Kecamatan Maduran
- Juara 3: MI Muhammadiyah 10 Pesanggrahan
Seluruh pemenang memperoleh trofi dan uang pembinaan sebagai bentuk apresiasi atas semangat mereka.
Dalam acara penutupan, Ketua Panitia Durikulon Futsal Cup menyampaikan harapannya, “Ini adalah turnamen perdana. Insyaallah akan kami adakan setiap tahun. Selamat kepada para pemenang, dan sampai jumpa di Durikulon Futsal Cup berikutnya!”
Sore itu, meski matahari mulai tenggelam, semangat anak-anak MI Muhammadiyah 10 Pesanggrahan justru semakin menyala. Mereka pulang membawa bukan hanya trofi, tetapi juga pelajaran berharga tentang kerja keras, kekompakan, dan keyakinan bahwa usaha tak akan mengkhianati hasil. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments