
Dari Hobi Jadi Prestasi
Didit Kuswanto, pembina OST alias ekstrakurikuler fotografi di SD Mugeb, bersyukur hasil jepretan tiga siswa binaannya terpilih sebagai pemenang 10 terbaik. Untuk memilih kandidat perwakilan sekolah di lomba ini, kata Didit—sapaannya—awalnya dia menawarkan ke semua peserta.
Di samping itu, secara khusus dia juga menunjuk siswa yang pengambilan gambarnya sudah bagus untuk ikut lomba tersebut. Peserta memotret dari beberapa angle sesuai keinginannya. Dari banyak hasil potretan mereka itulah akhirnya Didit mengarahkan foto mana yang layak dilombakan. “Memilih beberapa yang sudut pandangnya unik dan menarik,” ujar Didit.
Saat ditanya motifnya memilih foto Mesin Sirine Gardu Suling, Hadyan—sapaan Hadyan Satya Arjuna Purnomo—mengungkap, “Menurut saya objek itu bagus. Ada cahaya dan bayangan di samping-sampingnya. Juga ada gambar dan tulisan penjelasan di belakangnya. Badan sirinenya ada warna kuning yang cerah dengan bentuk menarik.”
Putra pasangan Dian Kusumawati dan Hendro Purnomo itu ikut ekstrakurikuler fotografi di SD Mugeb sejak kelas III. Dia memang hobi fotografi. “Saya sudah lama memiliki kamera, jadi sejak kecil, usia 3 tahun, Hadyan sudah saya kenalkan kamera,” terang Dian, sang bunda. Ternyata, di kelas V inilah akhirnya hobi Hadyan berbuah prestasi.
Biasanya, hasil foto-foto Hadyan dia simpan di folder khusus (softcopy). Kadang, lanjutnya, Hadyan menjadikannya wallpaper tablet atau laptopnya. Dian memang memberi Hadyan kebebasan memfoto apa saja yang menurutnya menarik.
“Karena saya juga suka foto-foto tapi tidak profesional, jadi untuk diskusi bagus atau tidaknya tidak bisa secara profesional,” imbuhnya. Dian bersyukur, di SD Mugeb ada ekstrakulikuler fotografi. “Saya senang akhirnya Hadyan bisa belajar lebih dalam dan profesional terkait skill fotografi,” ungkapnya.
“Saya juga sangat berterima kasih sama SD Mugeb sudah memberi kesempatan Hadyan untuk ikut berpartisipasi dalam perlombaan tersebut sehingga Hadyan bisa mendapatkan pengalaman dan lebih banyak belajar dari teman-teman yang ikut lomba fotografi, baik itu kekurangan skill fotografi Hadyan dan kelebihannya dari skill fotografi teman-temannya,” imbuhnya. (*)
Editor Mohammad Nurfatoni






0 Tanggapan
Empty Comments