SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) kembali menunjukkan komitmennya dalam menumbuhkan generasi pembelajar yang kreatif dan inovatif melalui kegiatan berbagi praktik baik pembelajaran Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).
Kegiatan ini berlangsung di Fakultas MIPA Universitas Negeri Malang (UM) pada Jumat (10/10/2025), diikuti oleh 90 mahasiswa semester 5 jurusan pendidikan IPA.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala SD bersama guru kelas VI, Umi Syarifah, S.Si., dan Shofan Hariyanto, M.Pd., mendampingi empat siswa hebat yang bernama Naradi Purbawisesa, Khayla Quanika Marlene, Fathia Aliyah Ramadhani, dan Emir Althaff Yusron. Mereka semua adalah siswa kelas VI SDMM.
Kegiatan dibuka oleh Kepala SMP Muhammadiyah 12 (SMPM 12) GKB sekaligus praktisi pengajar pada mata kuliah STEM di UM, Yugo Triawanto, M.Si.
Beliau memberikan pengantar materi tentang pembelajaran Internet of Things (IoT) sebagai bentuk penerapan nyata dari konsep STEM.
Setelah itu, Pak Yugo panggilan akrabnya, memberikan kesempatan kepada empat murid SDMM untuk berbagi praktik baik mereka. Dengan penuh semangat mereka mempresentasikan hasil proyek mereka berjudul “Watering Plant System (WPS)”.
Randi, sapaan akrab Naradi Purbawisesa, membuka presentasi dengan salam khasnya yang langsung disambut hangat oleh para mahasiswa.
Ia memperkenalkan ketiga temannya dan memimpin jalannya presentasi dengan dua bahasa, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, dengan percaya diri dan komunikatif.
Di gedung A.20 lantai 9 tepatnya di Gedung Kuliah Bersama para siswa SDMM menceritakan perjalanan mereka dalam menerapkan tahapan STEM.
Uca sapaan akrab dari Khayla Quanika Marlene menyampaikan latar belakang pada tahap empathize dengan menggunakan bahasa Inggris, mereka menemukan masalah di sekolah dengan terbatasnya jumlah petugas taman yang hanya satu orang untuk merawat taman sekolah yang cukup luas.
Dari permasalahan itu, mereka beranjak ke tahap define dan ideate, menyusun solusi berbasis teknologi. Dengan bimbingan guru koding SDMM, mereka belajar memprogram sistem penyiraman tanaman otomatis inilah yang mereka sebut WPS, yakni alat penyiraman tanaman otomatis.
Mereka kemudian melanjutkan ke tahap prototype design dan pembuatan alat. Dalam sesi berbagi, Emir sapaan akrab Emir Althaff Yusron menjelaskan dan menunjukkan secara detail komponen yang digunakan, antara lain NodeMCU ESP8266, modul relay active low, water pump DC 5V, timah, dan kabel.
Setiap bahan dijelaskan fungsinya secara bergantian oleh anggota kelompok, hal ini menunjukkan pemahaman mendalam tentang aspek teknologi dan sains di balik proyek tersebut.
Sebagai penutup, Fathia mengajak ketiga temannya untuk mendemonstrasikan cara kerja alat WPS di atas mini garden buatan mereka.
Alat tersebut mampu menyiram tanaman secara otomatis. Aksi ini disambut tepuk tangan meriah dari mahasiswa UM yang kagum dengan kemampuan dan kepercayaan diri siswa SDMM.
Kegiatan berbagi praktik baik ini menjadi bukti nyata bahwa pembelajaran STEM dapat diterapkan sejak jenjang sekolah dasar dengan cara yang menyenangkan, kontekstual, dan bermakna.
Kolaborasi antar SDMM, SMPM 12 dan UM ini membuka ruang inspirasi baru bagi dunia pendidikan bahwa inovasi tidak mengenal batas usia.(*)





0 Tanggapan
Empty Comments