Empat siswa SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) kembali menorehkan prestasi inspiratif dengan meluncurkan buku cerita bergambar. Peluncuran tersebut dilakukan dalam acara Peluncuran dan Pameran Buku yang diselenggarakan oleh Niskala Kids Book Club, Sabtu (4/10/2025) di Gedung Wahana Ekspresi Pusponegoro, Gresik.
Empat siswa SDMM yang meluncurkan karya mereka kali ini adalah Muhammad Faiz Akhtar (kelas 1 Strawberry) dengan buku Apix si Manusia Robot Pelindung, Alula Fathia Ayunindya (kelas 1 Strawberry) dengan buku Toko Donat Alula, Sabiyya Syahla Azqiara (kelas 3 Lavender) dengan buku Pencuri Misterius, dan Aisha Shazia Azzahra (kelas 5 Everest) dengan buku Ayo Rani, Kamu Pasti Bisa!.
Acara dibuka dengan sambutan dari Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kabupaten Gresik, Budi Raharjo, S.H., M.Sos. Ia mengapresiasi karya anak-anak Gresik yang telah berani menulis dan menerbitkan buku sejak dini.
Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Ketua Niskala Kids Book Club, Nur Syafiqoh, yang mengungkapkan rasa bangganya atas semangat para peserta dalam menyelesaikan proses kreatif menulis dan menggambar hingga buku mereka siap diluncurkan.
Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan peluncuran buku karya anak-anak, penyerahan sertifikat, serta foto bersama seluruh peserta dan tamu undangan.
Keempat buku yang diluncurkan memiliki cerita yang beragam dan inspiratif. Buku Apix si Manusia Robot Pelindung bercerita tentang seorang manusia yang mengenakan baju robot canggih untuk melindungi Rino, seekor gajah, dari kejaran pemburu liar di hutan. Toko Donat Alula mengisahkan semangat berusaha dan pantang menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan.
Sementara itu, Ayo Rani, Kamu Pasti Bisa! menggambarkan perjuangan seorang anak dalam menaklukkan rasa takut menghadapi hal-hal baru, dengan dukungan dari teman-temannya, serta Pencuri Misterius menyajikan kisah fiksi penuh kehangatan tentang kakak beradik yang bekerja sama memecahkan sebuah misteri.
Keempat karya tersebut mengusung ide dan pesan moral yang beragam, namun semuanya mencerminkan imajinasi, kreativitas, dan ketekunan luar biasa dari anak-anak usia sekolah dasar.
Proses Kreatif dan Dukungan Keluarga
Menurut Fiska Yohana Purwaningtyas, ibu dari Akhtar, proses penulisan dan pembuatan ilustrasi buku Apix si Manusia Robot Pelindung memakan waktu sekitar tiga bulan.
“Hambatan tentu ada, seperti Akhtar yang kelelahan sepulang sekolah atau sempat sakit selama seminggu, tapi Alhamdulillah, Akhtar mampu menyelesaikannya dengan semangat luar biasa. Semoga buku ini bisa memotivasi Akhtar untuk terus berkarya,” ujarnya dengan bangga.
Sementara itu, Alfiana Fitri, ibu dari Zizi dan Kika, menjelaskan bahwa proses pengerjaan buku kedua anaknya berlangsung sekitar satu bulan.
“Mereka mendapatkan pengalaman yang sangat berharga, mulai dari belajar membuat ide, menulis narasi, hingga membuat ilustrasi. Anak-anak jadi tahu bagaimana proses membuat buku dari awal sampai selesai. Mereka juga belajar mengatur waktu dan bertanggung jawab,” ungkapnya.
Adapun Alula, penulis buku Toko Donat Alula, turut menceritakan secara langsung proses kreatif yang ia jalani selama kurang lebih satu bulan.
“Ceritanya tentang semangat berusaha dan tidak mudah menyerah. Saat selai stroberi habis, Alula harus memikirkan cara agar tetap bisa menyajikan donat pesanan temannya,” jelasnya polos.
Sang ibu pun mengaku terharu melihat usaha putrinya. “Bahagia dan bangga melihat perjalanan Alula menyelesaikan bukunya, dari mencari ide hingga menyelesaikan halaman terakhir,” tutur Mama Alula.
Program dari Niskala Kids Book Club ini menjadi wadah bagi anak-anak untuk merasakan langsung proses penerbitan buku, mulai dari menemukan ide, menulis naskah, membuat ilustrasi, hingga melihat hasil karya mereka diterbitkan dan dipamerkan.
Empat siswa SDMM tersebut menjadi bukti nyata bahwa minat literasi dapat tumbuh kuat jika didukung dengan lingkungan yang positif, baik dari sekolah maupun keluarga.
Karya mereka bukan hanya sebuah buku, tetapi juga simbol dari keberanian, ketekunan, dan semangat berkarya sejak dini. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments