Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Empat Wanita yang Dijamin Masuk Surga Dikupas dalam Agenda Silaturahmi Guru dan Karyawan SD Musix

Iklan Landscape Smamda
Empat Wanita yang Dijamin Masuk Surga Dikupas dalam Agenda Silaturahmi Guru dan Karyawan SD Musix
Sulaiman Ibrahim, suami Chatarina Lestari, menyampaikan sambutan selaku tuan rumah dalam agenda arisan guru dan karyawan SD Musix Surabaya. Foto: Basirun/PWMU.CO.
pwmu.co -

Agenda arisan Guru dan Karyawan SD Muhammadiyah 6 Gadung, Surabaya (Musix) yang dilaksanakan dari rumah ke rumah memasuki putaran keempat. Kegiatan yang diisi dengan siraman rohani bertema “Empat Wanita Yang Dijamin Masuk Surga” ini digelar pada Ahad (8/2/2026).

Pada putaran keempat tersebut, arisan Guru dan Karyawan SD Musix bertempat di kediaman guru kelas 1-B, Chataina Lestari, S.Pd., yang berlokasi di kawasan Ketapang, Sukodono, Sidoarjo. Kegiatan ini menghadirkan Korps Mubalig Muhammadiyah Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sidoarjo, Muhammad Yusron Hamid sebagai pemberi tausiah.

Rumah yang berlokasi di Ketapang 3A tampak semarak dengan terop berukuran 24 meter persegi yang terpasang di bagian depan. Tepat di sisi terop, terpampang spanduk ucapan selamat datang. Sesuai dengan agenda, kegiatan dimulai pukul 10.00 WIB.

Acara diawali dengan sambutan selamat datang dari Kyai Sulaiman Ibrahim, yang akrab disapa Yai Leman, suami dari Chatatina Lestari. Dalam sambutannya, ia menyapa para tamu yang sebagian besar berdomisili di Surabaya.

“Saya merasa kecewa dengan kehadiran panjenengan semua,” ujar Sulaiman dengan nada serius yang sempat membuat suasana terasa tegang. Namun, pernyataan tersebut segera mencair saat ia melanjutkan penjelasannya.

Ia mengisahkan bahwa spanduk ucapan selamat datang dipasang dengan susah payah.

“Saya dibantu istri. Saya naik tangga, sementara istri memegangi. Dengan penuh perjuangan akhirnya spanduk itu terpasang, meskipun ukurannya kecil,” tuturnya, yang disambut tawa para tamu.

Mengawali tausiyahnya, Muhammad Yusron Hamid membacakan hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, bahwa silaturahmi dapat memperpanjang umur dan melapangkan rezeki.

مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي
أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

Artinya: “Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan ditangguhkan ajalnya (dipanjangkan umurnya), hendaklah ia bersilaturahim.” (HR Bukhari – Muslim).

Selanjutnya, ia menyampaikan bahwa guru berperan sebagai pengganti orang tua di sekolah karena orang tua atau wali murid telah mengamanatkan anak-anak mereka kepada sekolah untuk dididik dan dibina.

“Berdasarkan kepemilikannya, anak itu terbagi menjadi anak biologis dan anak ideologis. Anak biologis adalah anak yang dilahirkan oleh para ustazah atau yang biasa disebut anak kandung. Sementara itu, anak ideologis adalah anak-anak di sekolah yang oleh orang tua atau wali murid diserahkan kepada lembaga pendidikan untuk dididik serta dikembangkan kepribadiannya,” paparnya.

Untuk itu, lanjutnya, selain mendidik dan mengajar, tugas kita di sekolah juga menjadi pengganti orang tua bagi mereka.

Rasulullah SAW pernah mengabarkan tentang wanita-wanita yang dijamin masuk surga. Beliau bersabda, “Sebaik-baik wanita surga adalah Khadijah binti Khuwailid, Fatimah binti Muhammad, Maryam binti Imran, dan Asiyah binti Muzahim, istri Firaun.”

Selanjutnya, ia menjelaskan profil keempat wanita yang dijamin masuk surga tersebut.

1. Khadijah binti Khuwailid

Khadijah binti Khuwailid merupakan istri Nabi Muhammad SAW. Namanya disebut dalam percakapan antara Rasulullah SAW dan Malaikat Jibril, sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA.

Khadijah adalah wanita yang akan menghidangkan sebuah tempayan berisi makanan dan minuman kepadamu di surga. Sampaikanlah salamku kepadanya, bahwa dia kelak akan masuk surga yang penuh dengan kenikmatan dan tiada terdengar suara jerit penderitaan di sana.” (HR Bukhari dan Muslim)

Khadijah binti Khuwailid merupakan sosok wanita pertama yang beriman kepada Allah SWT. Ia dikenal sebagai perempuan yang suci dan mulia, dengan perilaku yang senantiasa terjaga dari kebiasaan buruk masyarakat jahiliah. Selain itu, Khadijah memiliki sifat pemurah serta kepedulian yang tinggi terhadap kaum dhuafa.

Iklan Landscape UM SURABAYA

2. Fatimah binti Muhammad

Dikisahkan bahwa pada suatu waktu Fatimah binti Muhammad bersama suaminya, Ali bin Abi Thalib, tengah mengalami kesulitan ekonomi. Kondisi tersebut membuat Fatimah menahan lapar selama tiga hari.

Ketika Ali bertanya, “Apa yang menimpa dirimu, wahai Fatimah?.”

Fatimah menjawab, “Sejak tiga hari yang lalu, kami tidak menemukan sesuatu pun di rumah.”

Ali kemudian bertanya kembali, “Mengapa engkau tidak memberitahuku?.”

Fatimah menjawab, “Pada malam pertama pernikahan kita dahulu, ayahku, Rasulullah SAW, pernah berpesan: ‘Wahai Fatimah, jika Ali datang kepadamu dengan membawa sesuatu, maka makanlah. Namun jika tidak, janganlah engkau memintanya.’”

Begitulah kisah Fatimah binti Muhammad yang tidak pernah menyusahkan suaminya dan pantas saja jika Rasulullah SAW mengatakan bahwa Fatimah binti Muhammad adalah salah satu wanita yang dijamin masuk surga.

3. Maryam binti Imran

Allah SWT meniupkan ruh ke dalam rahim Maryam, sehingga ia mengandung tanpa melalui proses sebagaimana kehamilan perempuan pada umumnya. Kabar kehamilan tersebut disampaikan langsung oleh Malaikat Jibril.

Maryam meyakini sepenuhnya kebenaran berita yang disampaikan Malaikat Jibril. Ia adalah perempuan yang sangat salihah, yang dengan penuh keikhlasan menerima apa pun ketetapan Allah SWT demi menghindari fitnah.

Hingga akhirnya, Maryam memilih mengasingkan diri dan tidak ingin seorang pun mengetahui kehamilannya. Ia senantiasa yakin bahwa segala peristiwa yang menimpanya merupakan bukti nyata dari kekuasaan Allah SWT.

4. Siti Asiyah binti Muzahim, Istri Fir‘aun

Meskipun Asiyah merupakan istri Fir‘aun, ia termasuk wanita yang dijamin masuk surga oleh Allah SWT, sebagaimana disampaikan oleh Rasulullah SAW. Pada awalnya, Asiyah menolak untuk dijadikan istri Fir‘aun. Namun, penolakan tersebut berujung pada penyeretan kedua orang tuanya serta penyiksaan yang bertubi-tubi.

Hingga akhirnya, Asiyah terpaksa menerima lamaran Fir‘aun. Meski demikian, keimanannya tetap teguh. Ia senantiasa berdoa kepada Allah SWT agar dijauhkan dari Fir‘aun dan kaumnya yang zalim.

Kisah keteguhan iman Asiyah ini sebagaimana disebutkan dalam firman Allah SWT dalam Surah At-Tahrim ayat 11.

وَضَرَبَ اللّٰهُ مَثَلًا لِّلَّذِيْنَ اٰمَنُوا امْرَاَتَ فِرْعَوْنَۘ اِذْ قَالَتْ رَبِّ ابْنِ لِيْ عِنْدَكَ بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ وَنَجِّنِيْ مِنْ فِرْعَوْنَ وَعَمَلِهٖ وَنَجِّنِيْ مِنَ الْقَوْمِ الظّٰلِمِيْنَۙ

Artinya: “Allah juga membuat perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, yaitu istri Fir’aun, ketika dia berkata, “Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku di sisi-Mu sebuah rumah dalam surga, selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya, serta selamatkanlah aku dari kaum yang zalim.”

Doa Asiyah pun dikabulkan oleh Allah SWT. Ia diperlihatkan tempatnya di surga melalui perantaraan malaikat. Hingga akhirnya, Asiyah gugur sebagai seorang syuhada karena mempertahankan keimanannya, dan ia termasuk wanita yang dijamin masuk surga. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu