Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Energi Baru, Dosen Komunikasi UMM Raih Doktor Bidang Komunikasi Keluarga

Iklan Landscape Smamda
Energi Baru, Dosen Komunikasi UMM Raih Doktor Bidang Komunikasi Keluarga
pwmu.co -
Dosen Ilmu Komunikasi UMM, Winda Hardyanti. (Humas Komunikasi UMM/PWMU.CO)

PWMU.CO – Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memperoleh energi baru. Salah satu dosennya, Winda Hardyanti yang meraih gelar Doktor Ilmu Komunikasi dari Universitas Sebelas Maret (UNS).

Winda dinyatakan sebagai Doktor ke-16 yang dilahirkan oleh FISIP UNS. Tak hanya itu, ia juga dinyatakan sebagai wisudawan terbaik FISIP pada gelaran Wisuda UNS Periode IV/2025 dengan IPK 3,92 dan masa studi 3 tahun 3 bulan.

Alhamdulillah. Sangat bersyukur karena bisa menuntaskan studi dengan baik dan termasuk cepat,” ungkap Winda Bangga.

Kebanggaan Winda berlipat mengingat almamater UNS baru saja dinobatkan sebagai universitas terbaik peringkat ke-3 di Indonesia versi Times Higher Education (THE) Asia University Rankings 2025.

Lulusan S2 Sosiologi UMM dan S1 Komunikasi Unair ini mengaku bisa membuka cakrawala baru lewat studinya kali ini. Selama masa studinya itu, Winda belajar lebih dari sekedar teori.

“Studi ini membuka cakrawala baru untuk memahami komunikasi sebagai ruang kemanusiaan,” ujar dosen yang konsen di bidang komunikasi keluarga itu.

Bukan tanpa perjuangan, perjalanan studinya juga menghasilkan output membanggakan di level internasional. Salah satunya adalah publikasi terindeks Scopus Q2 yang diraihnya selama masa studi.

Passion-nya pada kajian komunikasi keluarga itu, khususnya dalam konteks adopsi anak, ia rasa semakin dalam berkat bimbingan para dosen selama masa S3.

Buku pertama yang lahir dari pemikiran Winda, “Dari Ketidakpastian Menuju Harmoni”, menjadi buku ber-ISBN pertama di Indonesia tentang panduan kompetensi komunikasi bagi pasangan yang ingin mengadopsi anak.

Buku saya ini, kata Winda, memperoleh antusiasme pembaca. “Alhamdulillah diminati para adopter parent, dan juga pasutri yang lama tidak memiliki keturunan dan sedang merencanakan adopsi,” ujarnya. Proses adopsi di Indonesia bukan hanya tentang administratif, tapi juga emosional, sosial bahkan spiritual.

Tidak berhenti di sana, Winda kini tengah menyiapkan buku keduanya melanjutkan kontribusi akademik dan sosialnya dalam bidang ini. Ia juga bertekad membangun komunitas supporting family untuk keluarga yang mengadopsi anak.

Sebagai alumni UMM, tidak lain bahwa capaiannya ini ia persembahkan untuk almamaternya, Komunikasi UMM.

Komunikasi UMM adalah rumah saya, “Saya ingin terus berkontribusi di bidang komunikasi interpersonal, serta memperbanyak publikasi internasional,” tegasnya bangga.(*)

Penulis Hafidz Janu Tedja Sakti Editor Zahrah Khairani Karim

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu