Udara sejuk Kota Batu menjadi saksi tumbuhnya semangat dan kebersamaan para kader Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik (SMAMIO).
Dalam balutan panorama alam pegunungan yang asri, Future Leader Camp bukan sekadar agenda kaderisasi, melainkan ruang pembentukan karakter, kepemimpinan, dan jiwa kolektif pelajar Muhammadiyah.
Bertempat di Villa Santai Syariah, Kota Batu, Rabu (14/1/2026), kegiatan diawali dengan suasana pagi yang menenangkan. Gunung Arjuno berdiri megah di kejauhan, seolah menyapa para peserta yang sejak dini hari telah bersiap menyambut agenda lanjutan.
Udara dingin khas dataran tinggi justru menghadirkan kesegaran tersendiri setelah padatnya aktivitas pada hari pertama.
Sejak matahari belum sepenuhnya meninggi, saya dan para kader IPM SMAMIO berkumpul di tepi kolam villa.
Hamparan air yang tenang berpadu dengan hijaunya pepohonan menciptakan suasana yang jauh dari kesan formal dan kaku.
Di tempat inilah, senam pagi bersama menggunakan Senam Anak Indonesia Hebat digelar sebagai pembuka hari kedua.
Gerakan senam yang dinamis langsung mencairkan suasana. Tawa ringan, sorak semangat, dan gerakan serempak tampak menyatu tanpa sekat.
Tidak ada perbedaan kelas, jabatan, ataupun angkatan. Semua larut dalam kebersamaan, bergerak mengikuti irama di bawah langit pagi Kota Batu yang cerah.
Lebih dari sekadar aktivitas fisik, senam pagi ini menjadi simbol penting dalam filosofi Future Leader Camp.
Kepemimpinan, sebagaimana ditanamkan dalam kegiatan ini, tidak hanya dibangun melalui diskusi dan materi di dalam ruangan, tetapi juga melalui tubuh yang sehat, pikiran yang segar, serta hubungan yang harmonis antarkader.
Di tengah udara dingin yang perlahan menghangat, energi positif justru semakin terasa. Kebersamaan yang tumbuh sejak pagi hari menjadi bekal penting sebelum para peserta memasuki rangkaian kegiatan selanjutnya.
Bagi sebagian peserta, momen pagi di tepi kolam dengan latar Gunung Arjuno menjadi ruang refleksi yang menenangkan.
Alam seakan memberi kesempatan untuk mengisi ulang energi, menata niat, dan menyiapkan diri menerima nilai-nilai kepemimpinan berkemajuan yang akan dipelajari sepanjang hari.
Wajah-wajah segar dan senyum lebar menghiasi suasana usai senam pagi. Para kader tampak lebih siap, antusias, dan bersemangat melanjutkan agenda hari kedua Future Leader Camp.

Jika hari pertama dipenuhi dengan materi, refleksi, dan penguatan nilai, maka hari kedua berubah menjadi arena praktik nyata. Lapangan kegiatan menjadi ruang penuh tawa, strategi, dan adrenalin.
Rangkaian outbond yang disiapkan panitia menjadi media pengujian kekompakan, kedisiplinan, serta kerja sama tim.
Permainan pertama berupa estafet bola menggunakan tali dan papan. Sekilas tampak sederhana, namun permainan ini menuntut koordinasi dan kesabaran tingkat tinggi.
Setiap anggota tim harus bergerak selaras. Sedikit saja ego muncul atau ritme tidak sejalan, bola akan jatuh dan permainan harus diulang dari awal.
Dari permainan ini, para peserta belajar bahwa kepemimpinan tidak selalu tentang kecepatan atau siapa yang paling dominan, melainkan tentang kemampuan menyatukan langkah dan menjaga harmoni dalam tim.
Tantangan berikutnya menguji fokus dan ketelitian. Peserta diminta mengeluarkan bola dari dalam keranjang hanya menggunakan sedotan—tanpa bantuan tangan dan tanpa jalan pintas. Beragam strategi pun dicoba. Suasana menjadi riuh oleh sorak sorai dan tawa setiap kali percobaan gagal maupun berhasil.
Di balik keseruannya, permainan ini menyimpan pesan kuat: keterbatasan bukan penghalang untuk mencapai tujuan selama komunikasi, kesabaran, dan kerja sama tetap terjaga.
Puncak ketegangan hadir pada permainan terakhir yang paling menantang. Peserta harus memindahkan lilin yang menyala melewati berbagai rintangan. Api lilin harus tetap hidup, meski kondisi sekitar sama sekali tidak ramah.
Tantangan terberat adalah menyeberangi kolam renang tanpa boleh terkena air. Di saat bersamaan, dari sisi lain datang “serangan” plastik berisi air yang siap memadamkan lilin kapan saja. Permainan ini menuntut konsentrasi tinggi, refleks cepat, dan strategi dadakan.
Game puncak ini melibatkan seluruh peserta. Tidak ada yang hanya menjadi penonton. Semua terlibat, semua berjuang, dan semua saling melindungi.
Teriakan penyemangat, koordinasi spontan, hingga pengorbanan kecil demi tim menjadi kunci bertahan hingga akhir.
Momen paling emosional terjadi ketika lilin berhasil dipertahankan dan bendera Merah Putih akhirnya dikibarkan di tengah kolam.
Tepuk tangan bergemuruh, sorak bangga terdengar dari berbagai arah, dan rasa haru menyatu dalam satu momen yang sulit dilupakan.
Bukan soal menang atau kalah, melainkan tentang kebersamaan yang berhasil dijaga hingga garis akhir. Kebersamaan yang dibangun bukan lewat teori, tetapi melalui pengalaman langsung.
Seluruh rangkaian outbond ini dirancang bukan sekadar untuk bersenang-senang. Tujuan utamanya adalah menanamkan nilai kekompakan, kedisiplinan, kerja sama, serta rasa kebersamaan—nilai-nilai dasar yang harus dimiliki setiap pemimpin muda.
Di Future Leader Camp IPM SMAMIO, para peserta tidak hanya pulang dengan baju basah dan tawa lepas.
Mereka membawa pulang pengalaman berharga: bahwa kepemimpinan sejati lahir ketika semua bergerak bersama, saling menjaga, dan pantang menyerah hingga tujuan tercapai.
Dengan energi pagi Kota Batu, kebersamaan yang terbangun, dan semangat untuk terus bertumbuh, kader IPM SMAMIO melangkah mantap menapaki proses pembinaan sebagai calon pemimpin masa depan yang berkarakter, sehat, dan berjiwa kolektif. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments