Di tengah arus perubahan zaman yang kian cepat dan tak terhindarkan, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Lampung mengambil langkah strategis untuk meneguhkan masa depan organisasi.
Melalui percepatan transformasi digital, Muhammadiyah Lampung menegaskan kesiapannya menyongsong era baru pengelolaan organisasi yang modern, terbuka, dan terintegrasi.
Komitmen tersebut diwujudkan dalam kegiatan Training of Trainers (TOT) dan Sosialisasi Direktori Organisasi Muhammadiyah (DOM) serta Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah Elektronik (e-KTAM) yang digelar di Pusat Dakwah PWM Lampung, Jumat (16/1/2026).
Kegiatan ini diikuti dengan penuh kesungguhan oleh seluruh unsur Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se-Lampung, menandai keseriusan bersama dalam menyukseskan agenda digitalisasi organisasi.
Lebih dari sekadar agenda pelatihan, kegiatan ini menjadi simbol ikrar kolektif Muhammadiyah Lampung untuk menata ulang sistem organisasi agar selaras dengan tuntutan zaman.
Digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan yang harus dihadapi dengan kesiapan dan keberanian.
Ketua Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PWM Lampung, Saad Sobari, menjelaskan bahwa DOM merupakan instrumen penting dalam mengintegrasikan seluruh struktur organisasi Muhammadiyah.
Melalui sistem ini, data dan informasi organisasi dari tingkat wilayah hingga ranting dapat dikelola secara terpadu dan akurat.
“Sebanyak 400 Pimpinan Ranting dan 270 Pimpinan Cabang dari 15 PDM se-Lampung telah menunjukkan komitmennya untuk menyukseskan program ini. Ini bukan pekerjaan kecil, tetapi dengan kebersamaan dan semangat kolektif, transformasi digital Muhammadiyah Lampung insya Allah dapat terwujud,” ujarnya.
Kegiatan ini terselenggara berkat sinergi yang solid antara Majelis Pustaka dan Informasi PWM Lampung dengan MPI Pimpinan Pusat Muhammadiyah, menunjukkan kuatnya kolaborasi struktural dalam mengawal agenda besar organisasi.
Ketua PWM Lampung, Zamhari Hadi, dalam sambutannya menegaskan bahwa transformasi digital merupakan keniscayaan yang tidak dapat dihindari oleh Muhammadiyah.
Menurutnya, teknologi adalah bagian dari takdir zaman yang harus disikapi secara bijak dan progresif.
“Teknologi adalah takdir di dalam Muhammadiyah. Kita tidak punya pilihan selain melompat ke era keterbukaan ini. Seluruh pimpinan dan anggota Muhammadiyah Lampung harus berani bertransformasi digital,” tegasnya.
Dari tingkat pusat, dukungan penuh disampaikan oleh Ketua MPI PP Muhammadiyah, Prof. Mukhlas Arknlanudin, yang juga Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD).
Hadir secara daring, ia menekankan bahwa TOT ini menjadi titik awal penting dalam perjalanan transformasi digital Muhammadiyah di Lampung.
“TOT ini adalah titik nol dimulainya transformasi digital di PWM Lampung. Program digitalisasi ini adalah sebuah keharusan agar organisasi dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan terintegrasi. Kami berharap seluruh pimpinan daerah menindaklanjuti kegiatan ini hingga ke tingkat cabang dan ranting,” ungkapnya.
Sementara itu, Amir Saifudin, selaku Project Management Officer (PMO) sekaligus Sekretaris MPI PP Muhammadiyah, memberikan penegasan filosofis mengenai fungsi DOM. Menurutnya, DOM bukan sekadar aplikasi, melainkan lompatan paradigma dalam pengelolaan organisasi.
“DOM ini pada hakikatnya memindahkan kantor fisik ke ruang digital. Sebuah langkah yang membebaskan organisasi dari sekat ruang dan waktu,” jelasnya.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, dilakukan pula pembukaan rekening organisasi di Bank Danamon Syariah, mitra perbankan satuMu.
Langkah ini menjadi penanda bahwa transformasi digital Muhammadiyah Lampung tidak hanya menyentuh aspek administrasi dan keanggotaan, tetapi juga merambah pengelolaan keuangan organisasi secara lebih profesional dan transparan.
Dengan terselenggaranya TOT DOM dan e-KTAM ini, Muhammadiyah Lampung menegaskan diri sebagai organisasi Islam berkemajuan yang siap beradaptasi, berinovasi, dan tetap relevan di tengah dinamika zaman.
Transformasi digital bukan sekadar target, melainkan jalan panjang menuju penguatan dakwah dan pelayanan umat yang lebih efektif. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments