
PWMU.CO – Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Sidoarjo melalui Bidang Pengembangan Badan Usaha Milik Pemuda menggelar forum konsolidasi kewirausahaan bertajuk Muhammadiyah Youth Association Business Forum dengan subtema Mewujudkan Program Inkubasi dan Ekosistem Bisnis Terpadu, Sabtu (17/5/2025).
Acara yang berlangsung di Ikkilur, Tanggulangin, ini dihadiri perwakilan Badan Usaha Milik Pemuda (BUMPemuda) dari seluruh Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) se-Sidoarjo.
Forum ini menjadi ajang silaturrahim sekaligus diskusi strategis untuk memperkuat sinergi bisnis dan kemandirian ekonomi di kalangan pemuda Muhammadiyah.
Setiap perwakilan PCPM memaparkan profil dan perkembangan usaha masing-masing. Ada yang sudah berjalan stabil, ada pula yang sedang dalam proses rintisan. Semuanya disambut dengan antusias dan menjadi pijakan bersama dalam membentuk ekosistem bisnis yang terstruktur dan terpadu.
Ketua PDPM Sidoarjo, Ahmad Alfarisi, menekankan pentingnya forum ini sebagai ruang belajar bersama para pelaku usaha muda.
“Sering kita jumpai pengusaha muda yang gulung tikar karena kurangnya kesiapan menghadapi tantangan nyata di lapangan. Forum ini diharapkan memberi wawasan baru serta memperkuat kesiapan mereka dalam menghadapi dinamika bisnis,” ungkapnya.
Inkubasi dan Mentoring Terstruktur
Dalam forum ini juga dipaparkan skema inkubasi usaha yang dirancang untuk memetakan kelas usaha: rintisan, mikro, kecil, menengah, hingga besar. Skema ini akan dilanjutkan dengan masa inkubasi dan pendampingan mentoring dari para ahli sesuai bidang masing-masing.
Ketua Bidang Pengembangan BUMPemuda PDPM Sidoarjo, Bayu Firdaus, menyampaikan bahwa forum ini bukan sekadar ajang temu bisnis, tetapi juga sarana ekspansi, kolaborasi, dan peningkatan kapasitas.
“Komunitas bisnis ini bukan hanya untuk saling mendukung, tetapi juga menjadi jalan kolaborasi. Kami akan menghadirkan program bimbingan dari para mentor, layanan sertifikasi halal gratis, program bazar, hingga skema konsinyasi dengan toko retail,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa program-program seperti mentoring, fieldtrip bisnis, business matching, hingga pendanaan berbasis crowdfunding akan segera diluncurkan dan dapat diakses secara kolektif oleh seluruh pelaku usaha binaan.
Bayu berharap melalui program klasifikasi dan inkubasi yang matang, seluruh unit usaha yang tergabung dapat tumbuh secara mandiri dengan pengelolaan yang profesional dan berkelanjutan. (*)
Penulis Elen Editor Alfain Jalaluddin Ramadlan






0 Tanggapan
Empty Comments