Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Evaluasi Diri: Jalan Bijak Menuju Ridha Allah

Iklan Landscape Smamda
Evaluasi Diri: Jalan Bijak Menuju Ridha Allah
Oleh : Moh. Helman Sueb Pembina Pesantren Muhammadiyah Babat-Lamongan
pwmu.co -

Kebiasaan mengoreksi kekurangan orang lain merupakan salah satu bentuk perilaku yang keliru, yang kini sangat mudah dilakukan tanpa memikirkan akibatnya.

Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam memuji orang yang sibuk mengoreksi dirinya sendiri, sebagaimana sabda beliau:
Alangkah baiknya orang-orang yang sibuk meneliti aib diri mereka sendiri dengan tidak mengurusi (membicarakan) aib-aib orang lain.” (HR Ad-Dailami)

Dalam hadis lain, Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam bersabda:
Tiada seorang hamba pun yang menutupi cela seorang hamba yang lainnya di dunia, melainkan ia akan ditutupi celanya oleh Allah pada hari kiamat.” (HR Muslim)

Tulisan di media sosial berupa hujatan, caci maki, mencemooh, menghina, dan lain sebagainya sering muncul dalam menanggapi pernyataan yang tidak jelas dari akun seseorang yang tidak menampakkan identitasnya, yang sebenarnya tidak perlu ditanggapi. Rasanya kita perlu cerdas dalam menanggapi sesuatu agar tidak terjerumus dalam perbuatan yang sia-sia.

Kita boleh beramar ma’ruf nahi munkar, tetapi dengan cara yang bijaksana, sebagaimana firman Allah Subhaanahu wa Ta’ala dalam QS An-Nahl ayat 125:

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.”

Harapan kita tentu ingin mendapatkan petunjuk Allah Subhaanahu wa Ta’ala. Kita tidak ingin tersesat dalam kehidupan yang fana ini. Oleh karena itu, diperlukan muhasabah sebagai cara terbaik agar tidak berperilaku menyimpang dari aturan agama Islam.

Allah Subhaanahu wa Ta’ala mengingatkan dalam QS Al-Hasyr ayat 18:
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Berkaitan dengan ayat ini, dijelaskan dalam Tafsir Al-Muyassar:

“Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya, serta melaksanakan syariat-Nya, takutlah kalian kepada Allah. Waspadalah terhadap hukuman-Nya dengan melaksanakan apa yang Allah perintahkan kepada kalian dan meninggalkan apa yang Allah larang bagi kalian. Hendaknya setiap jiwa merenungkan apa yang telah dilakukannya berupa amal perbuatan untuk menghadapi hari kiamat. Sesungguhnya Allah Mahateliti terhadap apa yang kalian kerjakan. Tidak ada sedikit pun dari amal kalian yang samar bagi Allah, dan Dia akan membalas kalian karenanya.”

Ayat ini juga menjadi dasar perintah untuk bermuhasabah dan menyiapkan bekal untuk hari akhirat dengan memperbanyak amal saleh.

Umar bin Khattab ra. berkata:
Hisablah dirimu sebelum amalmu dihisab dan persiapkanlah dirimu untuk menghadapi hari ketika semua makhluk dihadapkan kepada Allah. Sungguh, hisab akan terasa ringan pada hari kiamat bagi orang-orang yang gemar mengoreksi dirinya di dunia.”

Mari kita perhatikan, Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam bersabda:
Siapa saja yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka ia (tergolong) orang yang beruntung. Siapa saja yang hari ini sama dengan hari kemarin, maka ia (tergolong) orang yang merugi. Siapa saja yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin, maka ia orang yang dilaknat (celaka).” (HR Al-Hakim)

Hadis ini menyemangati kita agar bermuhasabah diri. Jika ternyata amal kita di masa lalu terasa kurang baik atau banyak melakukan dosa, maka satu-satunya jalan adalah bertobat, memohon ampun kepada Allah, dan bertekad untuk tidak mengulanginya lagi.

Jika masa lalu dipenuhi dosa, hal itu tidak boleh menjadikan kita berputus asa. Allah Subhaanahu wa Ta’ala telah menegaskan:
Katakanlah, wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni semua dosa.” (QS Az-Zumar: 53)

Semoga kita termasuk orang-orang yang senantiasa bermuhasabah dan membenahi diri atas segala kekurangan serta kekhilafan, menuju rida Allah Subhaanahu wa Ta’ala di dunia dan di akhirat.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu