
PWMU.CO – Family Gathering Kader Sang Surya Jawa Timur ke 13 usai dihelat di Blessing Hills, Trawas, Mojokerto Sabtu Ahad (28-29/6/2025).
Kegiatan ini diikuti 500 lebih peserta dari berbagai penjuruh Jawa Timur. Suasana kegiatan cukup meriah yang dibalut dengan kekeluargaan
Bagi Kader Sang Surya Jawa Timur, kegiatan ini justru menjadi oase spiritual dan ideologis, tempat bertemunya hati, pikiran, dan semangat dalam satu tarikan napas perjuangan. Lebih dari sekadar silaturahmi, family gathering menjadi medium untuk mempererat persaudaraan dan meneguhkan kembali komitmen dakwah yang berakar pada nilai-nilai Muhammadiyah.
Ketika kader dan keluarganya berkumpul dalam suasana kekeluargaan, maka yang hadir bukan hanya fisik semata, tetapi juga hati yang rindu akan ukhuwah. Semangat yang ingin ditumbuhkan kembali, serta cita-cita perjuangan yang ingin diwariskan.
Di sinilah kita memahami bahwa gerakan Sang Surya bukan sekadar struktur, tetapi keluarga besar yang saling menguatkan.
Keluarga adalah basis utama lahirnya kader yang tangguh. Family gathering memberi ruang bagi keluarga-keluarga kader untuk saling mengenal, berbagi inspirasi, bahkan menguatkan fungsi keluarga sebagai tempat pertama dan utama dalam proses perkaderan.
Para suami dan istri kader saling bertukar pengalaman dalam mendukung perjuangan. Anak-anak kader diberi ruang untuk tampil dan bermain dalam nilai-nilai Islami. Sementara para orang tua kader berbagi kisah tentang bagaimana membesarkan anak dengan nilai-nilai Sang Surya.
Family gathering ini menghidupkan kembali kesadaran bahwa perjuangan tak mungkin sendirian, dan bahwa rumah tangga kader bukan hanya tempat istirahat, tapi juga medan dakwah yang strategis.
Kegiatan family gathering Kader Sang Surya Jawa Timur juga menjadi ajang silaturahmi lintas kabupaten/kota. Di sinilah kader dari berbagai daerah bertemu, berbagi cerita, menyatukan pandangan, dan menyemai kolaborasi.
Kadang, perjuangan di satu daerah terasa berat karena merasa sendirian. Tapi dalam gathering ini, semangat baru tumbuh karena merasa bagian dari gerakan yang luas dan dinamis.
Kehangatan dalam family gathering menjadi jembatan antar generasi dan antar daerah. Di sinilah nilai Jawa Timur sebagai satu kesatuan gerakan” menjadi nyata: bukan hanya slogan, tetapi dirasakan dalam pelukan, dalam tawa, dan dalam doa bersama.
Rekreasi Jiwa dan Penyegaran Semangat
Family gathering bukan hanya forum serius penuh wacana. Ia adalah momen rekreasi jiwa, penyegaran semangat yang telah lama terkuras oleh rutinitas kerja, program organisasi, dan berbagai tekanan sosial. Kader Sang Surya, sebagaimana kader dakwah lainnya, juga butuh jeda. Namun jeda ini bukan untuk lari dari tanggung jawab, tapi untuk menyiapkan energi baru.
Melalui berbagai permainan edukatif, outbond, diskusi santai, hingga forum inspiratif, para kader dan keluarganya dapat mengisi kembali “baterai” spiritual dan emosional mereka. Tidak sedikit pula yang merasa kegiatan ini adalah bentuk healing dari lelahnya aktivitas sosial atau tekanan hidup.
Menariknya, suasana penuh canda dan tawa justru menjadi media terbaik untuk membangun kebersamaan. Di sinilah ukhuwah itu tumbuh tidak hanya karena program bersama, tapi juga karena kebahagiaan bersama.
Kita semua tahu, konsolidasi organisasi penting. Tapi tidak kalah penting adalah konsolidasi kultural. Bagaimana para kader merasa nyaman, terikat, dan bangga menjadi bagian dari Muhammadiyah. Family gathering menjadi panggung kultural itu.
Dalam suasana santai tapi penuh nilai, kader dari berbagai latar belakang bisa menampilkan budaya lokal, makanan khas daerah, hingga ekspresi kesenian Islami. Semua dipadukan dalam semangat toleransi, keadaban, dan kesederhanaan Muhammadiyah.
Kegiatan seperti ini adalah bukti bahwa gerakan kita tidak melulu kaku dan birokratis. Ada ruang humanis, ada tawa, ada cinta. Dan di sanalah, loyalitas ideologis dibangun dari kedekatan emosional.
Menguatkan Warisan Nilai ke Generasi Penerus
Salah satu tantangan besar dalam gerakan keumatan adalah regenerasi. Banyak anak kader yang tidak lagi memahami atau melanjutkan perjuangan orang tuanya. Di sinilah pentingnya family gathering sebagai media transfer nilai antar generasi.
Dalam gathering, anak-anak kader melihat teladan ayah dan ibunya, merasakan kehangatan komunitas Sang Surya, dan mengenal sejarah perjuangan. Ini sangat penting agar regenerasi tidak hanya administratif, tetapi emosional dan spiritual.
Anak anak merasa bangga karena ayah ibunya bagian dari Muhammadiyah. Ketika mereka merasa nyaman berada di tengah-tengah kader lain yang ramah, maka secara tidak langsung benih-benih kaderisasi telah ditanam.
Forum-forum silaturahmi bisa berjalan lebih cair. Kerjasama antar keluarga bisa tumbuh. Bahkan terbuka ruang untuk membentuk komunitas kader keluarga : ekonomi keluarga, parenting Islami, pendidikan anak, dan sebagainya.
Gathering juga menjadi momen evaluasi bersama. Dalam diskusi santai bisa muncul ide-ide segar untuk menghidupkan ranting, memperkuat amal usaha, atau memperkuat peran keluarga dalam membendung arus dekadensi moral.
Family Gathering Kader Sang Surya Jawa Timur bukan sekadar agenda tahunan. Ia adalah ikhtiar membangun peradaban dari keluarga kader, dari ikatan batin yang hangat, dari kebersamaan yang penuh makna.
Di sanalah harapan baru ditanam. Di sanalah energi baru digali. Dari sanalah, gerakan Sang Surya akan terus menyala, menyinari Jawa Timur dan Indonesia.
Penulis Fathurrahim Syuhadi Editor Alfain Jalaluddin Ramadhani





0 Tanggapan
Empty Comments