Suasana meriah sudah terasa sejak pagi di kompleks Universitas Muhammadiyah Surabaya, Sabtu (4/10/2025).
Ratusan peserta dari berbagai daerah Jawa Timur memenuhi halaman depan Gedung At-Taawun Tower, bersiap menyemarakkan Festival Anak Sholeh Muhammadiyah (Fashmu) 2 yang digelar oleh Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur.
Sebelum acara resmi dibuka, para kontingen menampilkan defile: parade baris-berbaris yang tidak hanya menonjolkan kekompakan, tapi juga kreativitas dan kebanggaan daerah masing-masing. Di bawah koordinasi Yai Nawawi, anggota Majelis Tabligh PWM Jatim, defile menjadi ajang pembuka yang penuh warna.
“Defile ini bukan sekadar baris-berbaris. Ia adalah ekspresi jati diri, potensi, dan kebanggaan setiap kafilah dalam bingkai disiplin dan kebersamaan,” ujar Nawawi, saat memberi arahan kepada peserta.
Satu per satu kontingen bergerak membentuk formasi. Mereka berbaris rapi diiringi yel-yel penuh semangat, melewati rute dari depan At-Taawun Tower menuju Gedung Rektorat At-Tauhid Tower, lalu kembali lagi. Tidak berhenti di situ, para peserta kemudian naik ke lantai 13, tempat acara pembukaan berlangsung.
Setiap kafilah menampilkan ciri khas masing-masing. Kontingen Lamongan, misalnya, tampil gagah dengan busana putih-hitam berpadu selendang bertuliskan “Fashmu PDM Lamongan.” Mereka mengibarkan dua bendera Merah Putih dan Muhammadiyah seraya melantunkan yel-yel lantang yang menggugah semangat penonton.
Kafilah Malang tak kalah unik dengan batik biru yang memberi kesan elegan. Dari Lumajang tampak barisan seragam biru dengan bawahan hitam, kompak dan penuh disiplin. Ponorogo menghadirkan nuansa berbeda dengan tambahan atribut bendera Muhammadiyah dan poster-poster yang kreatif. Sementara itu, peserta dari Sidoarjo tampil sederhana dengan busana serba putih.
Yang menarik perhatian adalah Kafilah Kediri. Selain mengenakan pakaian putih, mereka membawa rebana atau hadrah yang ditabuh penuh semangat saat menyanyikan yel-yel. Suara tabuhan itu seakan menjadi irama tambahan yang memanaskan suasana.
Setelah semua kafilah menuntaskan defile, keriuhan pun berpindah ke lantai 13. Di sanalah acara pembukaan resmi Fashmu 2 digelar, melanjutkan kemeriahan yang telah tercipta sejak pagi.
Fstival ini dijadikan sebagai ruang silaturahmi, kreasi, dan kebersamaan anak-anak Sholeh Muhammadiyah se-Jawa Timur. Dan defile, sebagai pembuka, berhasil menggambarkan semangat itu dengan cara yang meriah sekaligus penuh makna. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments