SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) kembali menunjukkan komitmennya dalam membuka peluang global bagi para siswanya melalui peluncuran International Program. Program ini mencakup kerja sama dengan Hochschule Furtwangen University (HFU) Jerman, Studium Program, serta skema Double Track yang diperuntukkan bagi siswa yang bercita-cita melanjutkan studi ke luar negeri, Jumat (21/11/2025).
Kegiatan peluncuran disiarkan melalui Zoom Meeting dan YouTube SmamitaTV untuk memudahkan akses informasi bagi seluruh siswa, wali siswa, dan wali kelas. Program baru ini diharapkan mampu memperluas akses siswa terhadap pengalaman belajar lintas negara sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi tantangan global.
Program Double Track ke Jerman merupakan hasil kerja sama dengan Matahari Global Edu (MGE) yang berada di bawah naungan Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen PNF) Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Melalui program ini, siswa memiliki kesempatan menempuh pendidikan profesi sekaligus pelatihan industri di Jerman.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Muhammadiyah 1 Taman, Wahyu Bimas Kurniasandi, SIKom, yang turut menyosialisasikan program ini, menyampaikan bahwa siswa berpeluang menjalani sistem pendidikan Jerman yang unggul dan berorientasi pada keseimbangan antara teori dan praktik.
“Saya rasa sistem pendidikan di negara Jerman begitu unggul dan berorientasi pada keseimbangan antara teori dan praktik,” ujarnya.
Sebelum diberangkatkan, siswa diwajibkan mengikuti pembinaan bahasa Jerman hingga mencapai level B1, yaitu sertifikat kemahiran bahasa Jerman tingkat menengah yang menjadi syarat untuk studi dan pelatihan di negara tersebut.
“Sementara proses pembinaan ini berlangsung antara satu hingga tiga tahun, bergantung pada jenjang siswa saat mulai mengikuti program. Setelah lulus ujian dan memiliki sertifikat B1, barulah mereka bisa berangkat ke Jerman,” tambahnya.
Selama masa studi profesi di Jerman, siswa juga dapat menempuh pendidikan Strata 1 (S1) melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) di lima perguruan tinggi Muhammadiyah yang telah bekerja sama dengan MGE.
Setelah menyelesaikan pendidikan profesi dan program S1, peserta berkesempatan melanjutkan studi Strata 2 (S2) atau magister di Jerman melalui skema beasiswa.
“Harapan kami, dalam waktu sekitar dua tahun siswa bisa memperoleh ijazah S1 dari kampus Muhammadiyah, sertifikat profesi dari Jerman, dan melanjutkan ke S2. Dengan begitu, lulusan Muhammadiyah akan memiliki daya saing global,” terangnya.
Sementara itu, Direktur Smamita, Edwin Yogi Laayrannta, MIKom, dalam sambutannya menyampaikan bahwa program ini menjadi bagian dari transformasi sekolah dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
“Kami ingin anak-anak Smamita memiliki berbagai jalur menuju kesuksesannya masing-masing, termasuk kesempatan belajar di kampus luar negeri. Kerja sama dengan HFU dan Studium menjadi pijakan strategis untuk mencapai hal tersebut,” ujarnya.
Melalui program HFU International Pathway, siswa akan mendapatkan bimbingan persiapan bahasa, pengenalan kultur akademik Jerman, hingga pendampingan administrasi menuju perguruan tinggi.
Sementara itu, Studium Program memberikan pengalaman pembelajaran berbasis riset dan proyek global. Adapun Double Track Program memungkinkan siswa memilih jalur minat internasional sejak dini sehingga pembinaan dapat berjalan lebih terarah.
Para siswa dan wali siswa Smamita menyambut program ini dengan antusias. Berbagai pertanyaan disampaikan secara aktif selama sesi berlangsung. Mereka berharap dapat memanfaatkan peluang belajar internasional ini sebagai bekal masa depan.
Wali siswa pun menyambut positif adanya pendampingan resmi dari sekolah sehingga persiapan studi ke luar negeri menjadi lebih terstruktur dan aman.
Peluncuran tiga program ini menegaskan posisi Smamita sebagai sekolah yang tidak hanya mendidik siswa secara akademik, tetapi juga mengantarkan mereka pada pengalaman pendidikan berstandar global. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments