
PWMU.CO – Manusia adalah makhluk Tuhan yang paling dominan di bumi, pastinya telah meninggalkan jejak yang tak terhapuskan, salah satunya adalah sampah. Seluruh rangkaian aktivitas manusia setiap harinya tentu menimbulkan sampah atau limbah. Contohnya pemakaian sabun dari bahan kimia yang tidak ramah lingkungan.
Menanggapi masalah tersebut, Eco Bhinneka Banyuwangi berinisiatif memberikan edukasi dan pelatihan pembuatan sabun organik sebagai solusi untuk mengurangi limbah domestik, yang tentunya juga hemat biaya. Kegiatan ini diikuti oleh 45 peserta dan berlangsung pada Sabtu (12/7/2025) dari pukul 09.00 hingga 16.00 WIB.
Fasilitator pelatihan pembuatan sabun organik, Zahrotul Janah, menjelaskan bahwa membuat sabun bukan hanya sekadar upaya mengurangi limbah kimia dari aktivitas mandi, tetapi juga menjadi sarana literasi tentang tanaman. Misalnya, ketika membuat sabun dari daun kunyit, peserta akan terdorong untuk membaca dan memahami manfaat daun kunyit, begitu pula dengan berbagai tumbuhan lain yang tumbuh di pekarangan rumah.
Kegiatan yang diselenggarakan di Pendopo Balai Desa Glagahagung ini diikuti oleh berbagai kalangan, mulai dari warga desa, pemuda lintas agama, Anak Muda Eco Bhinneka Blambangan (Among), Organisasi Siswa Pecinta Alam (Orspala), hingga para tokoh agama. Para peserta tampak sangat antusias saat mengamati dan mempraktikkan langsung proses pembuatan sabun bersama fasilitator.
Bahan-bahan untuk membuat sabun organik ini sangat mudah ditemukan. Beberapa di antaranya adalah minyak kelapa, air, pewangi, soda api, dan pewarna makanan. Selain itu, peserta juga dapat menambahkan tumbuhan yang ada di sekitar rumah sebagai campuran alami.
Kemudahan dalam memperoleh bahan-bahan tersebut memicu berbagai pertanyaan menarik dari peserta, seperti, “Apakah harus menggunakan merek minyak tertentu?” atau “Bolehkah menggunakan minyak jelantah?”
“Minyak kelapa bisa menggunakan merek apa saja. Namun, sebaiknya tidak menggunakan minyak jelantah, karena sabun ini akan digunakan langsung pada tubuh. Oleh karena itu, kita harus menghindari bahan-bahan yang berpotensi mengandung bakteri atau kotoran,” ujar Zahrotul Janah.
Proses pembuatan sabun organik ini cukup singkat, hanya membutuhkan waktu 10-15 menit. Namun, sabun tidak bisa langsung digunakan. Ada fase “Curing Time” yang harus dilewati, yaitu fase waktu tunggu setelah sabun menjadi padat.
Proses curing time sabun memerlukan waktu sekitar 2 hingga 4 minggu. Sabun yang baru dibuat umumnya belum menyelesaikan proses saponifikasi secara sempurna, sehingga masih mengandung alkali bebas. Sabun mandi padat yang sudah jadi biasanya memiliki pH dalam kisaran 9,99 hingga 10,47. (*)
Penulis Maydini Editor Ni’matul Faizah





0 Tanggapan
Empty Comments