Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Feri Budi Setyawan, Membentuk Jati Diri Lewat Pendidikan dan Basket

Iklan Landscape Smamda
Feri Budi Setyawan, Membentuk Jati Diri Lewat Pendidikan dan Basket
Feri Budi Setyawan saat mem-briefing anak asihnya dalam sebuah turnamen basket. Foto: Istimewa
pwmu.co -

Dunia pendidikan dan olahraga seringkali dipandang sebagai dua ranah yang berbeda. Namun bagi Feri Budi Setyawan, keduanya justru saling melengkapi.

Dosen Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sekaligus pelatih basket ini meyakini bahwa mengajar di kelas dan melatih di lapangan memiliki tujuan yang sama.

“Mengajar dan melatih itu bukan sekadar menyampaikan materi atau mengejar kemenangan, tetapi proses membentuk karakter, cara berpikir, dan mental seseorang,” ujar Feri, pada Senin (19/1/26).

Ketertarikan Feri pada dunia pendidikan dan olahraga tidak muncul secara instan. Secara personal, Feri mengaku terinspirasi oleh guru PJOK semasa SMP dan SMA yang memperkenalkannya pada olahraga basket sekaligus memantapkan pilihannya.

Di sisi lain, lingkungan keluarga yang juga bergelut di dunia pendidikan turut memperkuat panggilannya. Feri melihat pendidikan sebagai “pintu” yang membuka masa depan seseorang.

Sementara basket baginya adalah ruang nyata untuk mempraktikkan nilai-nilai seperti disiplin, kerja sama, keberanian, dan mental pantang menyerah.

Perjalanan profesional Feri berlangsung bertahap di bidang pendidikan, Feri memulai karirnya sebagai Guru Tidak Tetap (GTT) pada 2013, sebelum akhirnya dipercaya menjadi dosen UAD pada tahun 2017.

Kepercayaan tersebut lahir dari konsistensi belajar, tanggung jawab, dan pembuktian kinerja secara profesional melalui pengajaran, riset, dan pengabdian.

Sementara itu, kecintaannya pada basket telah tumbuh sejak masa sekolah hingga perkuliahan. Dengan latar belakang pendidikan olahraga dari S1 hingga S3,

Feri mulai menekuni dunia kepelatihan secara serius dan mengambil lisensi kepelatihan dasar pada 2010. Seiring waktu, Feri menyadari bahwa pelatih bukan hanya pengatur strategi, tetapi juga mendidik mental dan karakter atlet.

“Hasil itu tidak instan, baik dalam belajar maupun berlatih, yang terpenting adalah proses dan kesabaran,” ujar Feri.

Pengalaman melatih basket sangat mempengaruhi gaya mengajarnya. Feri menerapkan konsep latihan berulang, evaluasi bertahap, hingga penyusunan “game plan” dalam perkuliahan.

Perbedaan karakter atlet juga melatih kepekaannya dalam memahami berbagai gaya belajar mahasiswa. Menjalani peran sebagai akademisi dan pelatih bukan tanpa tantangan.

Feri menyebut tigal hal utama yang kerap dihadapi seperti, manajemen waktu, stamina fisik dan mental, serta menjaga kualitas di dua bidang sekaligus.

Benturan jadwal antara kampus dan agenda latihan seringkali menuntutnya menyusun prioritas dengan disiplin tinggi. Selain itu, ekspektasi dari dua dunia yang berbeda juga harus dikelola melalui komunikasi dan sistem kerja yang rapi.

Bagi Feri, momen paling berkesan bukanlah soal gelar juara, melainkan proses membina pemain “dari nol menjadi sesuatu”. Pengalamannya melatih SMP 4 Pakem Sleman (2013-2021) dan SMA 1 Kalasan Sleman (2017-2022) menjadi catatan emosional tersendiri.

“Melihat pemain tumbuh percaya diri, disiplin, dan berani mengambil keputusan di bawah tekanan, disitulah perjuangan terasa terbayar,” ujar Feri.

Nilai utama yang selalu ia tanamkan kepada mahasiswa dan atlet adalah disiplin, tanggung jawab, kerja keras, sportivitas, integritas, dan kerja sama. Menurutnya, kemampuan penting, tetapi karakter jauh lebih menentukan.

Ke depan, Feri berharap dapat terus memberi dampak nyata. Di bidang akademik, Feri tidak menutup kemungkinan untuk melangkah hingga guru besar di bidang bola basket.

Sementara di dunia kepelatihan, Feri bercita-cita memiliki akademi basket sendiri atau menjadi konsultan olahraga.

“Bagi saya yang terpenting sekarang adalah tanggung jawab di setiap peran,” ujarnya.

Dengan konsistensi, dedikasi, dan filosofi membentuk jati diri, Feri Budi Setyawan membuktikan bahwa pendidikan dan olahraga dapat berjalan beriringan, saling menguatkan, dan memberi dampak nyata bagi generasi muda.

Feri juga menyebutkan bahwa perhatian Muhammadiyah pada olahraga melalui Lembaga Pengembangan Olahraga (LPO) semakin meningkat.

”Pendirian prodi dalam rumpun olahraga di perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah serta Kelas Khusus Olahraga di sekolah, dengan salah satunya di basket perlu semakin dipercepat dan massifkan,” harapnya. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu