Pada hari Jumat, (17/10/2025), Bidang Riset dan Pengembangan Keilmuan (RPK) bersama Bidang Hikmah Kajian Politik (HPKP) Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Blue Savant telah melaksanakan kegiatan Kajian Pengantar Filsafat dengan tema “Relevansi Filsafat Sebagai Jalan Berpikir Kritis di Era Digital”.
Kegiatan ini dimulai pukul 15.30 WIB bertempat di Gedung ATT, lantai 10, ruang 1008, dengan dihadiri oleh seluruh Badan Pengurus Harian (BPH) serta Calon kader (Cakader) IMM Blue Savant. Acara inti diisi oleh pemaparan materi dari Abubakar Sidik yang dipandu oleh moderator Elisa Nur Badrina.
Dalam pemaparannya, pemateri menjelaskan secara mendalam tentang tiga cabang utama filsafat, yaitu ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Ia menerangkan bahwa ketiga cabang tersebut menjadi dasar dalam memahami hakikat keberadaan, proses memperoleh pengetahuan, serta nilai dan tujuan dari pengetahuan itu sendiri.
Melalui pemahaman filsafat, seseorang dapat berpikir lebih rasional, sistematis, dan reflektif dalam menyikapi berbagai fenomena kehidupan, terutama di era digital yang penuh informasi.
Pemateri juga menyampaikan kutipan terkenal dari filsuf René Descartes, yakni “Kamu berpikir, maka kamu ada.” Kutipan ini menggambarkan bahwa berpikir adalah esensi dari eksistensi manusia, di mana kemampuan untuk menggunakan nalar menjadi bukti keberadaan dan kesadaran diri.
Setelah sesi penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab, di mana para BPH aktif memberikan pandangan serta pertanyaan terkait penerapan filsafat dalam kehidupan sehari-hari mahasiswa.
Salah satu peserta menyampaikan pertanyaan menarik, “Tidak semua mitos itu fiktif, beberapa mitos 90% terjadi. Misalnya kerokan—bisa dipastikan rata-rata suku Jawa dan Madura jika sakit lalu kerokan pasti sembuh, tingkat kesembuhannya 9,7%. Padahal menurut ilmu kesehatan, hal tersebut justru dapat memperburuk kondisi karena beberapa pembuluh darah bisa pecah. Lalu bagaimana pendapat pemateri terkait hal tersebut?,” ujar salah satu peserta.
Menanggapi hal tersebut, pemateri menjelaskan bahwa kesembuhan yang dirasakan seseorang bukan berasal dari tindakan kerokannya, melainkan dari pola pikir dan keyakinan positif orang tersebut.
Menurutnya, ketika seseorang memiliki sugesti dan mindset bahwa dirinya akan sembuh, maka tubuh akan merespons secara positif terhadap keyakinan itu. Dengan demikian, sebenarnya proses kesembuhan berasal dari pikiran dan kepercayaan diri sendiri, bukan dari mitos atau tindakan fisik yang dilakukan.
Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi dokumentasi bersama pemateri dan seluruh peserta. Secara keseluruhan, acara berlangsung dengan interaktif, dan inspiratif, serta memberikan dorongan baru bagi para kader IMM Blue Savant untuk terus berpikir kritis dan berfilsafat dalam setiap langkah.(*)






0 Tanggapan
Empty Comments