Search
Menu
Mode Gelap

Fiqh Al-Ma’un Kuatkan Peran Sosial Kader Nasyiatul Aisyiyah

Fiqh Al-Ma’un Kuatkan Peran Sosial Kader Nasyiatul Aisyiyah
Rodli, S.Pd., M.Pd., Ketua PCM Kalitengah. Foto: Istimewa/PWMU.CO
pwmu.co -

Materi Peran Manusia dalam Islam dan Fiqh Al-Ma’un menjadi salah satu penguatan ideologis dalam kegiatan Darul Arqam Nasyiatul Aisyiyah (DANA) II yang digelar Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Lamongan Wilayah Kerja (Wilker) II, Sabtu–Ahad (27–28/12/2025).

Materi tersebut disampaikan oleh Rodli, S.Pd., M.Pd., Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kalitengah, di hadapan kader Nasyiatul Aisyiyah yang mengikuti perkaderan di Pondok Pesantren An-Nur Muhammadiyah Karanggeneng.

Dalam paparannya, Rodli menegaskan bahwa Muhammadiyah merupakan organisasi Islam pembaruan yang bercorak modern. Islam, menurutnya, tidak berhenti pada tataran ritual semata, tetapi diturunkan secara praktis melalui Al-Qur’an dan diterjemahkan menjadi gerakan nyata yang membumi di tengah masyarakat.

“Muhammadiyah hadir sebagai solusi atas penyakit-penyakit sosial di masyarakat, seperti kemiskinan rakyat dan memudarnya semangat gotong royong,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa spirit tersebut terangkum dalam konsep Fiqh Al-Ma’un, yang menjadi landasan gerakan sosial Muhammadiyah. Sistematika Fiqh Al-Ma’un diwujudkan dalam kerangka amal Al-Ma’un, yakni penguatan dan pemberdayaan kekayaan fisik, moral, spiritual, ekonomi, sosial, hingga lingkungan.

Rodli juga menekankan pentingnya peran perempuan dalam mendukung implementasi teologi Al-Ma’un dalam kehidupan keluarga.

Iklan Landscape UM SURABAYA

“Sebagai istri, hendaknya memberi ruang dan kesempatan kepada suami untuk mempraktikkan nilai-nilai Al-Ma’un dalam kehidupan sosial,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menguraikan empat pokok penting dalam tafsir Surat Al-Ma’un, yakni berbuat baik kepada sesama manusia, mendirikan salat, menjauhi sikap riya, dan tidak bersikap kikir. Keempat nilai tersebut menjadi fondasi utama dalam membangun kehidupan beragama yang berdampak sosial.

Melalui materi ini, peserta DANA II diharapkan mampu memahami Islam secara komprehensif, tidak hanya sebagai ajaran ibadah individual, tetapi juga sebagai spirit gerakan sosial yang menumbuhkan kepedulian, keberpihakan kepada kaum lemah, serta keberanian untuk menghadirkan solusi nyata bagi persoalan umat dan bangsa.

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments