Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

FK UM Surabaya dan RSML Matangkan Rencana Pendirian Program Dokter Spesialis

Iklan Landscape Smamda
FK UM Surabaya dan RSML Matangkan Rencana Pendirian Program Dokter Spesialis
pwmu.co -

PWMU.CO – Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya (FK UM Surabaya) bersama Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan (RSML) menggelar rapat persiapan pendirian Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) pada Kamis (31/7/2025) siang di ruang rapat lantai 5 RSML.

Rapat tersebut menjadi tindak lanjut dari peluncuran program akselerasi pemenuhan distribusi dokter spesialis yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) melalui sistem akademik. Sebanyak sembilan fakultas kedokteran Perguruan Tinggi Muhammadiyah yang telah mengantongi akreditasi Unggul, termasuk FK UM Surabaya, diberi mandat untuk menyelenggarakan PPDS.

“Ini bagian dari program strategis nasional, dan FK UM Surabaya termasuk salah satu yang dipercaya mendirikan PPDS. Kami akan bersinergi dengan jaringan Rumah Sakit Muhammadiyah dan Aisyiyah (RSMA), termasuk RSML sebagai mitra,” ujar Dekan FK UM Surabaya, dr Yusuf Wibisono SpP (K).

Wakil Dekan 2 FK UM Surabaya, dr Laily Irfana SpS, memaparkan bahwa dalam pertemuan bersama kemendiktisaintek tersebut juga dilakukan Focus Group Discussion (FGD) untuk mengidentifikasi bidang spesialisasi yang potensial. Sesuai dengan rekomendasi Ditjen Diktiristek, beberapa program studi yang memungkinkan dikembangkan antara lain Spesialis Anak, Obgyn, Penyakit Dalam, Anestesi, Kardiologi, Patologi Klinik, dan Kedokteran Keluarga Layanan Primer (KKLP).

Direktur RSML, dr Asro Abdih Y SpU menyambut baik inisiatif ini.

“Sejak pertama kali dokter Yusuf menghubungi saya, langsung saya tanggapi dengan antusias. Kami sudah laporkan hal ini ke Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan dan mendapat dukungan penuh. Bahkan saat Rakernas Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU) PP Muhammadiyah juga sudah kami sampaikan,” tuturnya.

dr Asro menegaskan bahwa kerja sama ini akan bersifat timbal balik, sesuai dengan semangat memberi yang diwariskan pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan.

“Kita sepakati bahwa ini bukan sekadar kolaborasi akademik, tapi bentuk nyata ta’awun antarAmal Usaha Muhammadiyah,” imbuhnya.

Hadir pula dalam pertemuan tersebut para dokter spesialis dari RSML yang berpotensi menjadi pembimbing klinik.

dr Hari Yudha Afrianto SpJP (K) menyampaikan bahwa fasilitas kardiologi RSML cukup memadai untuk menunjang pendidikan spesialis.

“Di cathlab ada 30-40 kasus per bulan dan kebutuhan minimal PPDS hanya 100 kasus per stase. Rawat jalan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) mencapai 50-60 pasien per hari, dan ada 20 pasien rawat inap secara konsisten,” paparnya.

Sementara itu, dr Riana Retno Widiastuty MSc SpPK memaparkan kesiapan laboratorium RSML dalam mendukung PPDS Patologi Klinik.

“Kami punya bank darah, layanan kedokteran transfusi, TCM untuk TB, serta unggulan seperti analisis sperma. Selain itu, kunjungan laboratorium juga mencapai 700-900 per bulan,” jelasnya.

dr Candra Dewi SpPK menambahkan bahwa metode di laboratorium RSML telah sepenuhnya otomatis.

“Untuk pemeriksaan lanjutan, kami juga bekerja sama dengan Prodia. Kami memiliki divisi mikrobiologi klinik sebagai penunjang,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Direktur RSML, Rachmad Ardiyanzah Pua Geno SKM MARS, menekankan bahwa semangat kerja sama ini sejalan dengan nilai-nilai ta’awun Muhammadiyah.

“Ada beberapa kebutuhan yang bisa saling dipenuhi, seperti Sumber Daya Manusia (SDM) dan fasilitas, untuk mendukung program ini secara gotong-royong,” tuturnya.

dr M Perdana Airlangga SpJP dan dr Muhammad Subkhan SpP MM turut menyampaikan komitmennya dalam pengembangan pendidikan spesialis.

“Pasien BPJS dan umum di RSML sangat banyak. Ini pangsa pasar yang berbeda dari RS Siti Khodijah tempat kami berpraktik, yang nantinya juga menjadi mitra pendidikan PPDS. Direksi juga sangat suportif terhadap peningkatan kualitas pendidikan,” kata dr Subkhan.

Menutup diskusi, dr Yusuf menegaskan bahwa pendirian PPDS ini bukan semata proyek finansial.

“Ini proyek prestise, bukan proyek cari uang. Tujuannya adalah untuk membangun masa depan pendidikan dokter dalam hal ini dokter lulusan Muhammadiyah yang lebih merata dan berkualitas,” tegasnya. (*)

Penulis Rahma Ismayanti Editor Ni’matul Faizah

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu