Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya (FK UMSURA) berkolaborasi dengan Yayasan Indonesian Children Heart, RS Siti Khodijah Sepanjang, dan RSUD Dr. Soegiri Lamongan menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berupa deteksi dini penyakit jantung bawaan. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Lantai 3 RSUD Dr. Soegiri Lamongan pada Sabtu pagi (24/01/2025).
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran serta memberikan layanan skrining awal bagi anak-anak yang berisiko mengalami penyakit jantung bawaan, sehingga dapat dilakukan penanganan yang lebih cepat dan tepat sejak dini.
Dalam sambutannya, Direktur RSUD Dr. Soegiri Lamongan, dr. Abdur Rohman, Sp.PD, menyampaikan pesan penguatan spiritual kepada para orang tua peserta dengan mengutip Hadis riwayat Aisyah. Ia menyampaikan bahwa tidak ada seorang muslim pun yang tertimpa cobaan, bahkan hanya terkena duri, kecuali Allah akan mengangkat derajatnya dan menghapus kesalahannya.
“Allah ingin menghapus suatu dosa lewat ujian, termasuk untuk mengangkat derajat dan menghapus kesalahan. Maka Nabi menganjurkan, sebesar apa pun ujian yang diberikan, kita harus ikhlas dan tetap berikhtiar,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa kegiatan deteksi dini ini merupakan wujud nyata ikhtiar bersama dalam membantu anak-anak yang mengalami masalah kesehatan jantung, sekaligus memberikan dukungan moral kepada orang tua agar tetap semangat dan optimis.
“Tetap semangat dan tetap optimis kepada seluruh orang tua, yakin kita bersama dapat berikhtiar atas amanah yang diberikan untuk kita” pesannya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Indonesian Children Heart, dr. M. Perdana Airlangga, Sp.JP, menjelaskan bahwa kegiatan pemeriksaan deteksi dini penyakit jantung bawaan ini telah dilaksanakan sebanyak tiga kali sejak yayasan tersebut berdiri pada tahun 2019.
“Sebelumnya kegiatan ini dilaksanakan di Jombang dan Mojokerto, dan pada kesempatan kali ini kami laksanakan di Lamongan,” jelasnya.
Antusiasme peserta tampak dari kehadiran para orang tua yang membawa anak-anak mereka untuk mengikuti skrining. Salah satu orang tua peserta mengaku bersyukur dapat mengikuti kegiatan ini karena membantu mengetahui kondisi kesehatan jantung anaknya sejak dini.
“Kami jadi lebih paham kondisi jantung anak dan bisa lebih memperhatikan penanganannya ke depan,” ujarnya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments