Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

FK UMSURA dan PCIM Thailand Gelar International Health Webinar, Bahas Kewaspadaan Super Flu Global

Iklan Landscape Smamda
FK UMSURA dan PCIM Thailand Gelar International Health Webinar, Bahas Kewaspadaan Super Flu Global
FK UMSURA dan PCIM Thailand Gelar International Health Webinar, Bahas Kewaspadaan Super Flu Global. (Rahma Ismayanti/PWMU.CO)
pwmu.co -

International Health Webinar yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya bekerja sama dengan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Thailand pada Jum’at (13/2/2026) malam secara daring melalui Zoom menghadirkan Dr. dr. Mohammad Subkhan, Sp.P., MM., FAPSR., FISR sebagai narasumber utama.

Dalam paparannya, ia mengangkat tema “Super Flu and Global Preparedness: A Decade of Faculty of Medicine UMSURA Commitment in Collaboration with PCIM Thailand”.

Dr. Subkhan menjelaskan bahwa pada pertengahan hingga akhir 2025 terjadi lonjakan kasus influenza di berbagai negara, seperti Amerika Serikat, Inggris, Kanada, dan sejumlah negara di Eropa. Lonjakan ini didominasi oleh Influenza A H3N2 subclade K yang oleh sebagian media disebut sebagai “super flu” karena tingkat penularannya yang lebih tinggi dibandingkan flu musiman biasa.

Di Indonesia, kasus serupa mulai terdeteksi sejak Agustus 2025 berdasarkan data sekuensing laboratorium. Pada akhir tahun, varian ini teridentifikasi di sejumlah wilayah, antara lain Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Jawa Barat, hingga DI Yogyakarta. Puncak penyebaran terjadi sekitar minggu ke-40 atau Oktober 2025 sebelum akhirnya menunjukkan tren penurunan di penghujung tahun.

Secara klinis, gejala super flu menyerupai flu biasa seperti demam, batuk, pilek, nyeri otot, dan kelelahan. Namun, karena mutasi virus yang meningkatkan daya tular, angka kasus melonjak cukup signifikan.

Meski sebagian besar pasien sembuh tanpa komplikasi berat, kelompok rentan seperti lansia di atas 60 tahun, anak di bawah lima tahun, ibu hamil, serta penderita penyakit kronis seperti asma, PPOK, diabetes, penyakit jantung, gagal ginjal, obesitas, dan pasien imunokompromais memiliki risiko lebih tinggi mengalami perburukan.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Dr. Subkhan juga menyoroti situasi di Thailand pada akhir 2025, di mana tercatat lebih dari 160.000 kasus influenza dalam satu bulan dengan sejumlah kematian, mayoritas pada lansia yang belum divaksinasi dan memiliki komorbid. Ia menegaskan bahwa istilah “super flu” di Thailand merujuk pada peningkatan intensitas epidemi Influenza A (H3N2), bukan virus baru yang sepenuhnya berbeda.

Lebih lanjut, webinar ini tidak hanya membahas aspek medis, tetapi juga pendekatan promotif-preventif dalam perspektif Islam. Dr. Subkhan menekankan pentingnya ikhtiar dan tawakal, menjaga kebersihan (thaharah), konsumsi makanan halal dan thayyib, istirahat cukup, olahraga teratur, serta etika saat sakit seperti menutup mulut saat batuk dan menghindari kerumunan.

“Berobatlah kalian, karena Allah tidak menurunkan penyakit kecuali menurunkan pula obatnya,” kutipnya, seraya mengingatkan pentingnya vaksinasi sesuai anjuran medis dan konsultasi ke tenaga kesehatan apabila muncul tanda bahaya seperti sesak napas, saturasi oksigen di bawah 94 persen, demam lebih dari tiga hari, atau penurunan kesadaran. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu