Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

FKIP UMG Perkuat Kerja Sama Pendidikan Internasional di Malaysia

Iklan Landscape Smamda
FKIP UMG Perkuat Kerja Sama Pendidikan Internasional di Malaysia
FKIP UMG Perkuat Kerja Sama Pendidikan Internasional di Malaysia. Foto: Istimewa/PWMU.CO
pwmu.co -

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) melakukan kunjungan kerja dan penguatan kolaborasi pendidikan di Malaysia.

Rangkaian agenda ini mencakup diskusi teknis pengiriman mahasiswa untuk program praktik lapangan, pengabdian masyarakat di sanggar bimbingan anak pekerja migran Indonesia, serta pertemuan dengan PCIM Malaysia dan pihak terkait guna mematangkan rencana program internasional yang akan dilaksanakan pada Juli 2026.

Rombongan FKIP UMG dipimpin langsung oleh Dekan FKIP UMG Dr. Nur Fauziyah, M.Pd., didampingi Ismail Marzuki, M.Pd. (Kaprodi PPG), Iqnatia Alfiansyah, M.Pd. (Kaprodi PGSD), serta dosen FKIP lainnya yaitu Nataria Wahyuning Subayani, M.Pd., Nourma Yunita, M.Pd., dan Dr. Irwani Zawawi, M.Kes, serta staf FKIP UMG Lailatul Khusnah, S.Psi.

Dalam rangkaian kunjungan ini, FKIP UMG melakukan sejumlah agenda utama yang berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan calon guru sekaligus pelayanan pendidikan bagi anak-anak pekerja migran Indonesia di Malaysia.

Salah satu agenda penting adalah diskusi teknis bersama Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) terkait persiapan pengiriman mahasiswa FKIP UMG untuk pelaksanaan PLP (Pengenalan Lapangan Persekolahan). Diskusi membahas kesiapan teknis penempatan mahasiswa, pendampingan, serta penyelarasan kegiatan praktik lapangan dengan kebutuhan sekolah.

Dari pihak SIKL, rombongan FKIP UMG diterima oleh Dr. Haidir. Dekan FKIP UMG menegaskan bahwa program ini merupakan wujud penguatan pengalaman internasional calon guru.

“Kami ingin mahasiswa FKIP UMG memiliki pengalaman nyata di sekolah Indonesia luar negeri, sekaligus belajar adaptasi budaya dan sistem pembelajaran yang lebih luas,” ungkap Dr. Nur Fauziyah.

Tidak hanya fokus pada PLP, FKIP UMG juga memperkuat pengabdian pendidikan di komunitas Indonesia perantauan melalui kegiatan di Sanggar Bimbingan Al Amin Sentul, Malaysia, yang merupakan sanggar bimbingan milik KBRI Malaysia. Di tempat ini, dosen FKIP UMG terlibat langsung dalam pembelajaran untuk anak-anak pekerja migran Indonesia.

Pada penguatan pendidikan agama, Ismail Marzuki, M.Pd. Kaprodi PPG FKIP UMG memberikan pembelajaran mengaji, pengenalan tata cara wudhu, serta praktik sholat secara bertahap dan ramah anak. Kegiatan ini berjalan penuh kehangatan dan membuat anak-anak lebih semangat belajar serta beribadah.

FKIP UMG Perkuat Kerja Sama Pendidikan Internasional di Malaysia. Foto: Istimewa/PWMU.CO

Agenda berikutnya menitikberatkan pada penguatan numerasi dan literasi dasar. Dr. Irwani Zawawi, M.Kes memberikan pembelajaran berhitung cepat melalui metode sederhana yang menyenangkan. Anak-anak tidak hanya dilatih menghitung lebih efektif, tetapi juga diarahkan agar lebih percaya diri dalam menyelesaikan soal.

Sementara itu, Nourma Yunita, M.Pd. mendampingi anak-anak dalam pembelajaran baca tulis, mulai dari mengenal huruf, mengeja, hingga menyusun kalimat sederhana. Program ini menjadi bagian dari upaya FKIP UMG untuk memperkuat fondasi literasi dan numerasi sebagai bekal pendidikan anak-anak di mana pun berada.

Di sisi lain, pengabdian berbasis inovasi pembelajaran juga dilakukan dengan mengenalkan pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics).

Kegiatan ini dipandu oleh Nataria Wahyuning Subayani, M.Pd., dosen PGSD FKIP UMG yang saat ini juga merupakan mahasiswa Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI). Pendekatan STEAM diperkenalkan melalui aktivitas kreatif yang melatih anak untuk bertanya, mencoba, mengamati, dan menyimpulkan secara sederhana.

“Melalui STEAM, anak-anak bisa belajar lebih kreatif dan aktif. Ini sejalan dengan semangat FKIP untuk menghadirkan pembelajaran bermakna,” tambah Dr. Nur Fauziyah.

Selain penguatan kemampuan akademik, FKIP UMG juga memberikan perhatian pada penguatan identitas budaya bagi anak-anak pekerja migran. Dosen PGSD FKIP UMG mengenalkan Damar Kurung, kearifan lokal khas Gresik, kepada anak-anak di Sanggar Bimbingan Sentul Malaysia.

Menariknya, sebagian besar anak-anak yang mengikuti kegiatan merupakan anak pekerja migran asal Gresik yang belum pernah pulang ke Gresik, sehingga pengenalan budaya ini menjadi momen untuk menumbuhkan kebanggaan terhadap identitas daerah dan bangsa.

Rangkaian kegiatan FKIP UMG di Malaysia juga mencakup penguatan jejaring organisasi Muhammadiyah setempat. FKIP UMG melakukan pertemuan dan diskusi bersama PCIM (Persatuan Cabang Istimewa Muhammadiyah) Malaysia terkait rencana pelaksanaan KKN dan PPL yang akan berlangsung pada Juli 2026.

Pembahasan meliputi skema program, mekanisme pendampingan, serta potensi lokasi kegiatan berbasis kebutuhan komunitas Indonesia, khususnya anak-anak sanggar bimbingan. Ketua PCIM Malaysia H. Fauzi (asal Lamongan, Jawa Timur) menyampaikan dukungan penuh atas program tersebut.

PCIM Malaysia menyambut baik program KKN dan PPL ini. Kami siap membantu koordinasi dan mendampingi kegiatan agar berjalan lancar serta memberikan dampak nyata,” ungkapnya.

Dalam suasana penuh keakraban, rombongan FKIP UMG juga mendapatkan sambutan hangat dari pengurus PCIM Malaysia yang didampingi PCIA Malaysia. Pertemuan tersebut menegaskan semangat kolaborasi lintas negara dalam bidang pendidikan dan pengabdian.

Bahkan, pembahasan turut mencakup praktik pemberdayaan ekonomi komunitas Muhammadiyah melalui Wasolamu (Warung Soto Lamongan Muhammadiyah) di Kampung Baru, Kuala Lumpur, yang menjadi salah satu ikon kemandirian ekonomi warga Muhammadiyah di Malaysia. Wasolamu dinilai menarik sebagai contoh kewirausahaan berbasis komunitas sekaligus inspirasi penguatan jiwa entrepreneurship.

KBRI Malaysia juga memberikan sambutan positif terhadap rencana pengiriman mahasiswa FKIP UMG untuk pelaksanaan PPL di sanggar bimbingan anak pekerja migran Indonesia. Dukungan ini memperkuat peluang kolaborasi pendidikan lintas negara yang tidak hanya memberi manfaat bagi mahasiswa FKIP UMG, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap pendidikan dan masa depan anak-anak pekerja migran.

Dari pihak sanggar, kegiatan dan rencana PPL dikoordinasikan bersama Shohenuddin, M.Ed. selaku PIC bidang PPL di sanggar bimbingan milik KBRI Malaysia.

“Pendampingan seperti ini sangat bermanfaat karena anak-anak mendapat perhatian langsung sesuai kebutuhan belajarnya. Kami berharap program PPL FKIP UMG berjalan berkelanjutan,” ujarnya.

Menutup rangkaian agenda, Dr. Nur Fauziyah menekankan bahwa kerja sama ini akan menjadi penguatan internasionalisasi program FKIP UMG sekaligus memperluas ruang pengabdian.

“Kami berharap sinergi FKIP UMG dengan SIKL, KBRI Malaysia, PCIM–PCIA Malaysia, dan sanggar bimbingan dapat menjadi program berkelanjutan. InsyaAllah, ini menjadi langkah bersama untuk menghadirkan pendidikan yang berdampak,” pungkasnya.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu