Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Fortasi 2025 Smamda Sidoarjo Soroti Bahaya Judi Online bagi Pelajar

Iklan Landscape Smamda
Fortasi 2025 Smamda Sidoarjo Soroti Bahaya Judi Online bagi Pelajar
pwmu.co -
Ipda Heri Kasianto SH (kanan) Kasubnit 2 Unit 1 Pidum Satreskrim Polresta Sidoarjo sedang menyampaikan materi bahaya judi online (Dokpan/PWMU.CO)

PWMU.COSMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Sidoarjo mengangkat isu serius dalam kegiatan Forum Ta’aruf dan Orientasi Siswa (Fortasi) 2025. Pada Selasa (15/7/2025), para siswa baru Smamda Sidoarjo dibekali pemahaman tentang bahaya Judi Online (Judol) dalam sebuah sesi penyuluhan di Auditorium KH AR Fahrudin.

Narasumber utama, Ipda Heri Kasianto SH, Kasubnit 2 Unit 1 Pidum Satreskrim Polresta Sidoarjo, memaparkan secara gamblang dampak buruk judi online, terutama di kalangan remaja. Ia menyebut, selain mengganggu kesehatan mental dan fisik, kecanduan judol juga bisa menghancurkan masa depan seseorang.

“Pelaku judol mudah mengalami stres, depresi, gangguan emosi, dan penurunan daya tahan tubuh. Bahkan yang paling parah, kehidupan finansial bisa hancur, keluarga pun berantakan,” tegas Heri.

Ia juga menjelaskan aspek hukum yang mengikat pelaku judi. Berdasarkan Pasal 303 KUHP, pelaku diancam hukuman penjara maksimal empat tahun atau denda hingga Rp10 juta. “Sejak dini, jauhi judol. Jangan sekali-kali mencoba,” ujarnya mengingatkan.

Data dari Pusat Informasi Kriminal Nasional Polri mencatat tingginya angka pelaku judi online dari kalangan muda. Anak usia di bawah 10 tahun tercatat sebanyak 80.000 orang, usia 10–20 tahun mencapai 440.000 orang, dan usia 21–30 tahun sekitar 532.000 orang.

Menurut Heri, banyak pelajar terjerumus judol karena faktor pertemanan, iseng, atau mengisi waktu luang. “Teman sejati mengajak kebaikan. Kalau justru mengarahkan ke hal negatif, yakinlah itu bukan teman, tapi setan,” ujarnya, disambut antusias siswa.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Ia menegaskan bahwa kemenangan dalam judi online hanyalah ilusi. Sistem algoritma sudah dirancang untuk menguntungkan bandar. “Jangan sampai kalian berniat memperbaiki ekonomi justru malah memperkaya bandar,” sindirnya tajam.

Heri mengakhiri paparannya dengan peringatan tegas. “Judol bukan hanya merusak kesehatan dan keuangan, tapi juga melanggar hukum dan membahayakan data pribadi. Jauhi sekarang, selamatkan masa depan,” pungkasnya.

Penulis Moh. Ernam Editor Zahra Putri Pratiwig

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu