
PWMU.CO – Sebanyak 93 siswa baru SMA Muhammadiyah 8 Gresik (Smamdela) mengikuti Main Quest bertema “Jadi Influencer Keren dan Berdampak” pada Senin (14/7/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Forum Taaruf dan Orientasi Siswa (Fortasi) 2025 bertema JUMANJI: Jelajah Unggul Madani Jiwa dan Aksi.
Dalam sesi tersebut, para siswa yang disebut “Petualang” tidak hanya diperkenalkan pada dunia digital, tetapi juga diajak memahami peran pelajar dalam berkontribusi secara positif di media sosial.
Sesi ini menghadirkan narasumber seorang Creative Content Creator dari Production House ternama di Jawa Timur, Tri Lutfi Kustiani. Dalam pemaparannya, Lutfi mengajak para siswa untuk tidak hanya berpikir soal viralitas, tetapi lebih pada kebermaknaan.
“Kalau kalian bisa bikin satu konten yang bikin temanmu semangat sekolah atau berhenti insecure, itu sudah berdampak. Influencer itu bukan soal jumlah followers, tapi soal pengaruh dan niat baik yang menyertai,” tuturnya.
Dengan gaya penyampaian yang santai, visual yang dinamis, serta pendekatan yang personal, sesi ini berhasil membangkitkan rasa ingin tahu para Petualang.
Tidak hanya mendengar, para Petualang langsung menerima Tantangan Rimba dengan membuat konten video berdurasi 30-60 detik bertema “Aku Siap Jadi Pelajar Keren dan Berdampak”.
Mereka bebas mengeksplorasi lokasi sekolah yang telah disulap menjadi Rimba Smamdela dan Taman Firdaus sebagai latar visual. Konten yang dihasilkan pun beragam mulai dari video motivasi, kampanye anti-bullying, hingga ajakan menjaga etika di media sosial.
Kegiatan ini melatih keterampilan public speaking, kerja tim, scripting, hingga literasi digital. Semua video akan dikurasi untuk ditayangkan saat acara Puncak Everest Fortasi Smamdela di Trawas.

Sesi ini tidak dikemas seperti kuliah atau ceramah, melainkan disampaikan melalui dialog, storytelling, dan simulasi singkat. Pendekatan ini membuat para siswa merasa lebih terlibat secara emosional.
“Biasanya aku takut kalau disuruh bikin video. Tapi setelah dijelaskan Kak Lutfi, aku jadi semangat banget. Ternyata bikin konten bisa jadi salah satu cara berdakwah juga,” ungkap salah satu siswa, Niken.
Kegiatan di hari pertama ini menjadi fondasi penting bagi misi-misi Fortasi selanjutnya. Para Petualang belajar bahwa menjadi pelajar bukan hanya soal kehadiran fisik, tetapi juga tentang kemampuan untuk bersuara dan memberi pengaruh positif.
Fortasi Smamdela 2025 masih akan berlanjut hingga Sabtu mendatang. Beragam Main Quest menanti, dari mulai aksi teatrikal, kampanye hijau, hingga ekspedisi ke rimba Trawas karena di Fortasi bertema JUMANJI ini, setiap langkah adalah pelajaran, dan setiap pelajaran adalah petualangan. (*)
Penulis Syifa Editor Ni’matul Faizah






0 Tanggapan
Empty Comments