Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) SMK Muhammadiyah 8 Karangasem Paciran (SKAMALA) menyelenggarakan kegiatan Fun Badminton dan Tasyakuran 3 Generasi.
Kegiatan ini berlangsung pada Selasa (09/12/2025) di GOR Sendang Duwur. Tercatat, seluruh Kader IPM SKAMALA kelas X, XI dan XII turut meramaikan agenda tersebut.
Lebih lanjut, kegiatan ini terlaksana sebagai bentuk penguatan ukhuwah sekaligus refreshing bersama selepas Ujian Akhir Semester Ganjil.
Fun Badminton Lintas Generasi
Suasana hangat tercipta sejak awal kegiatan, bermula dengan sesi Fun Badminton yang peserta ikuti dari berbagai generasi.
Sesi ini terbagi menjadi 13 kelompok ganda putra dan 20 kelompok ganda putri, menjadikan kegiatan ini bertambah seru yaitu dengan menamai setiap kelompok dengan nama-nama negara.
Ada Indonesia, Papua Nugini, Rusia, Kamboja, Polandia, dan lain lain . Permainan ini berlangsung secara santai dan penuh keakraban, menonjolkan semangat sportivitas daripada kompetisi. Tawa dan sorak keceriaan menghiasi lapangan, mencerminkan kedekatan dan keguyuban kader IPM SKAMALA.
Usai kegiatan fun badminton, acara berlanjut dengan tasyakuran 3 generasi sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan panjang IPM SKAMALA.
Dalam sesi ini, seluruh kader IPM SKAMALA berkumpul dan makan nasi ambeng bersama-sama yang menjadi identik ciri khas adat jawa dalam tasyakuran.
Tidak hanya itu, kegiatan ini berakhir dengan pembagian hadiah untuk pemenang Fun Badminton sekaligus harapan-harapan Pembina IPM SKAMALA.
Apresiasi Pembina IPM
Pembina IPM SKAMALA, Roy Imam Syah mengucapkan rasa syukur dan ucapan terima kasih.
“Kami bersyukur kepada Allah dengan segala kemudahan yang diberikan oleh-Nya dalam terbentuknya 3 generasi IPM SKAMALA” ujar Roy Imam Syah.
“Kami juga berterima kasih kepada Bapak Amilin ST, Kepala SMK Muhammadiyah yang senantiasa mendukung kami dan anak-anak untuk berproses dalam berorganisasi” tegasnya. Tidak ketinggalan, ia turut berterima kasih kepada segenap pihak yang memberikan dukungan.
Ia berharap, seluruh kader IPM SKAMALA dapat menjadikan momen ini sebagai awal kokohnya kebersamaan. Menurutnya, kegiatan ini lebih dari sekadar bermain bersama.
“Tetapi lebih kepada membangun rasa kekeluargaan dalam perjuangan yang akan kalian hadapi bersama-sama. Saling menguatkan satu sama lain, tidak hanya bersama saat suka, juga akan bersama saat duka dan lara” imbuhnya.
Ini barulah awal bukan akhir. Membangun sesuatu itu mudah, menjaga konsistensi dalam merawat itulah yang butuh tekad kuat.






0 Tanggapan
Empty Comments