Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Gagal di Dua Jalur, Hafalan 30 Juz Antar Siswi Smamita Ini Masuk ITS Tanpa Biaya

Iklan Landscape Smamda
Gagal di Dua Jalur, Hafalan 30 Juz Antar Siswi Smamita Ini Masuk ITS Tanpa Biaya
pwmu.co -
Siswa Tahfidz Class XII-IPA 4 SMA Muhammadiyah 1 Taman, Izzah Hariri, penghafal 30 Juz yang mampu meraih Beasiswa Mandiri Prestasi ITS Surabaya (Nashiiruddin/PWMU.CO)

PWMU.CO – Menjadi penghafal al-Quran merupakan cita-cita yang sangat mulia. Dibutuhkan keistikamahan dalam menjalaninya. Selain itu, menjadi penghafal al-Quran juga menjadi persembahan yang istimewa bagi kedua orang tua kelak di surga Allah Swt.

Sempat merasa harapannya pupus karena gagal di dua jalur penerimaan perguruan tinggi negeri, yakni Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT), Izzah Hariri, siswa Tahfidz Class XII-IPA 4 SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita), akhirnya berhasil melanjutkan studinya melalui Beasiswa Mandiri Prestasi di kampus impian: Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Kamis (10/7/2025).

Dalam wawancara singkat bersama kontributor PWMU.CO, Izzah menceritakan perjuangannya meraih Beasiswa Tahfidz 30 Juz dari ITS. Ia mengaku sempat merasakan tekanan saat dinyatakan tidak lolos dua jalur utama masuk PTN.

“Perjuangan yang saya lalui tidak mudah. Dibutuhkan keistikamahan yang kuat dan panjang. Saya sangat terbantu oleh doa dari orangtua dan dukungan dari orang-orang sekitar,” ujarnya.

“Alhamdulillah, saya menjadi salah satu penerima Beasiswa Prestasi melalui jalur seleksi bebas uang Iuran Pengembangan Institusi (IPI) yang diperuntukkan bagi siswa berprestasi namun memiliki keterbatasan ekonomi di ITS,” sambung Izzah.

Saat pendaftaran, Izzah mencantumkan tiga sertifikat prestasi yang diperoleh selama di Smamita, yaitu dua sertifikat Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) dan satu sertifikat Tahfidz 30 Juz.

“Dari total 30 Juz yang saya hafal, 22 Juz saya capai sejak SMP, sedangkan 8 Juz lainnya saya selesaikan di SMA Muhammadiyah 1 Taman. Hafalan saya diuji langsung oleh Pondok Elkisi dan Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa sertifikat hafalan 30 Juz tersebut menjadi poin penting dalam proses seleksi, terutama karena ITS tahun ini memberikan perhatian khusus kepada penghafal al-Quran lebih dari 20 Juz.

Proses Seleksi

“Sebagai bagian dari proses seleksi, saya juga diminta menulis motivation letter maksimal satu halaman. Di sana saya berusaha menuliskan tentang diri saya secara maksimal dan jujur. Esai tersebut menjadi salah satu bahan pertimbangan penting dalam seleksi,” terangnya.

Izzah kemudian mengikuti proses verifikasi pada 23 Mei 2025 pukul 15.00 WIB melalui Zoom. Verifikasi dilakukan oleh dosen ITS Muhammad Ubaidillah Al Mustofa.

“Awalnya saya ragu karena persiapan saya sangat singkat dan mendadak. Tapi saya berusaha tetap tenang dan memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Wawancara berlangsung sekitar 30 menit, dan saya ditanya mengenai data diri, jumlah hafalan, sejak kapan mulai menghafal, serta kelancaran hafalan saya. Saya juga langsung diuji hafalan oleh dosen,” jelas Izzah mengisahkan.

“Tantangannya cukup berat karena dosen banyak memberikan soal dari bagian akhir halaman, yang mengharuskan saya melanjutkan ayat ke halaman berikutnya. Meski sempat terbata-bata, alhamdulillah saya bisa menyelesaikannya dengan baik,” kenangnya.

Di akhir sesi, ia juga ditanya tentang cita-citanya jika diterima di ITS dan rencananya selama kuliah. Dosen memberi semangat dan harapan agar Izzah bisa lolos seleksi.

“Alhamdulillah, pada 2 Juni 2025 saya dinyatakan lolos seleksi Mandiri Beasiswa Prestasi ITS di program studi Teknik Fisika. Meskipun itu pilihan kedua, saya sangat bersyukur karena jalur ini sangat kompetitif dan hanya menyediakan sedikit kuota,” ungkap Izzah penuh syukur.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Sempat Gagal di SNBP dan SNBT

“Saya sempat terpuruk karena gagal di SNBP dan SNBT. Jalur SNBP paling saya siapkan sejak kelas X, saya aktif ikut lomba, menjaga nilai rapor, dan menghafal al-Quran 30 Juz sebagai ikhtiar. Tapi itu belum rezeki saya,” lanjutnya.

“Kegagalan itu membuat saya sangat kecewa, namun justru dari situ saya mendapatkan motivasi baru. Saya tetap ingin masuk PTN melalui jalur yang sesuai kondisi saya, yakni jalur Mandiri Beasiswa Prestasi yang membebaskan dari biaya IPI. Saya sadar secara ekonomi tidak mampu membayar biaya besar, tapi saya percaya dengan prestasi saya, saya tetap bisa bersaing,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan dorongan untuk membuktikan diri setelah banyak yang bertanya kenapa ia tidak lolos SNBP meski punya banyak sertifikat dan nilai bagus.

“Pertanyaan seperti itu sempat membuat saya rendah diri. Tapi saya ingin membuktikan bahwa kegagalan di awal bukan akhir segalanya. Saya tetap bisa lolos ke PTN lewat jalur lain, selama ada usaha dan kemauan,” katanya.

Izzah menyampaikan rasa syukurnya karena bisa lolos di ITS. “Alhamdulillah akhirnya diterima di ITS. Ini hasil dari ketekunan, doa, dan motivasi yang terus saya jaga meski sempat jatuh. Ayah saya sudah tiada, jadi saya merasa punya tanggung jawab besar untuk terus berjuang demi masa depan,” ujarnya.

“Saya berharap bisa terus berkembang, menjaga dan memperkuat hafalan al-Quran, serta menjadi pribadi yang lebih baik selama kuliah. Saya ingin terus belajar, berkontribusi, dan memanfaatkan setiap kesempatan yang ada,” tutur Izzah.

Bersyukur Ikut Program Tahfidz Smamita

Izzah juga menyampaikan rasa syukur pernah menjadi bagian dari program kelas Tahfidz di Smamita.

“Meskipun menantang dalam membagi waktu antara akademik, hafalan, dan kegiatan lain, pengalaman itu membentuk saya menjadi pribadi yang lebih disiplin dan tangguh. Sertifikat tahfidz yang difasilitasi Smamita juga sangat membantu, karena telah terverifikasi melalui kerja sama dengan Kementerian Agama,” ungkapnya.

“Saya berharap program kelas Tahfidz di Smamita terus berkembang dan diminati oleh siswa baru. Semoga menjadi program unggulan yang melahirkan generasi berprestasi dan penghafal al-Quran,” tambah Izzah.

“Untuk seluruh siswa Smamita, semoga sekolah kita terus menjadi sekolah unggul, baik di bidang akademik, pengembangan karakter, maupun prestasi non-akademik,” pungkasnya. (*)

Penulis Nashiiruddin Editor Wildan Nanda Rahmatullah

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu