Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Gapai Ketenangan Jiwa dari Stres dan Gelisah, Inilah 10 Kunci Kebahagiaan Menurut Al-Qur’an dan Hadis

Iklan Landscape Smamda
Gapai Ketenangan Jiwa dari Stres dan Gelisah, Inilah 10 Kunci Kebahagiaan Menurut Al-Qur’an dan Hadis
Ketua Majelis Tabligh PDM Banyumas Sugeng MPdI, saat mengisi Kajian rutin di Masjid Al-Haq Bata Merah (Foto: Agus Salim/PWMU.CO)
pwmu.co -

Di tengah hiruk-pikuk dunia yang seringkali memicu stres dan kegelisahan, menjaga kesehatan mental dan spiritual menjadi kebutuhan mendasar. Apalagi bagi setiap Muslimah. Menjawab tantangan itu, kajian rutin Masjid Al Haq Bata Merah menghadirkan Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyumas, M. Sugeng, MPdI, (4/3/2026).

Dalam tausiyah bertajuk “Kunci Ketenangan dan Ketentraman Jiwa” itu, Sugeng menekankan ketenangan sejati tidak terletak pada kemewahan materi. Melainkan pada kebersihan hati dan kedekatan kepada Allah SWT. Dari berbagai ayat Al-Qur’an maupun Hadis, ia merangkum 10 poin utama resep jiwa yang tenteram.

Pertama, memadamkan api kebencian. Sugeng mengingatkan agar kita tidak membenci sesama. Sekalipun mereka pernah berbuat salah. Merujuk pada QS. Al-Maidah: 8, dia menegaskan bahwa kebencian jangan sampai membuat kita berlaku tidak adil. “Adil adalah jalan terdekat menuju takwa,” tuturnya.

Resep kedua, berhenti mengeluh dan memperbanyak istighfar. Sifat dasar manusia memang suka mengeluh (QS. Al-Ma’arij: 19-22). Tapi Islam memberikan pengecualian bagi mereka yang menjaga salatnya. Dengan memperbanyak doa dan istighfar, kegelisahan akan berganti dengan kelapangan.

Resep ketiga, keindahan dalam kesederhanaan. Hidup sederhana adalah kunci kemerdekaan jiwa. “Mari kita tetap rendah hati dalam berpakaian dan bersahaja dalam urusan konsumsi (makan). Meski kita memiliki harta atau kedudukan yang tinggi,” ajak Sugeng kepada jamaah.

“Tetaplah berpikir positif meski dihadapkan pada persoalan pelik atau musuh sekalipun,” terang Sugeng tentang resep keempat jiwa yang tenang. Yaitu kekuatan berprasangka baik (husnudzon). Dengan mengutip QS. Al-Hujurat: 12, prasangka buruk hanya akan mengotori hati dan menambah beban pikiran.

Resep kelima adalah tersenyum. Ketenangan jiwa tercermin dari kemampuan seseorang untuk tetap tersenyum ramah. Bahkan saat hatinya mungkin sedang terluka atau memikul beban berat.

Resep keenam, tangan di atas dalam segala kondisi. Sesuai amanat QS. Ali Imran: 134, orang yang bertakwa adalah mereka yang terbiasa memberi. Baik dalam kondisi lapang maupun sempit. “Kedermawanan dipercaya dapat mengikis sifat kikir yang membuat jiwa merasa sempit,” jelas Sugeng.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Resep ketujuh adalah doa yang tersembunyi. Mendoakan orang lain tanpa sepengetahuan mereka adalah bentuk ketulusan tertinggi. Hal ini membangun koneksi batin yang positif dan mendatangkan keberkahan bagi yang mendoakan.

Resep kedelapan menjauhi iri dan dengki. Iri hati terhadap karunia yang diterima orang lain hanya akan merampas kebahagiaan diri sendiri. “Sesuai QS. An-Nisa: 32, kita diajak untuk rida atas pembagian rezeki yang telah ditetapkan Allah,” ajak Sugeng.

Resep kesembilan adalah menjadi pemaaf yang ihsan. Ketenangan akan sulit dicapai jika kita terus menyimpan dendam. “Menjadi pemaaf (QS. Ali Imran: 134) bukan hanya membebaskan orang lain. Tapi juga membebaskan diri kita dari belenggu masa lalu.”

Resep yang terakhir adalah menjaga persatuan dan menghindari permusuhan. Sebagai penutup, Sugeng mengutip QS. Ali Imran: 103 untuk mengingatkan pentingnya berpegang teguh pada tali Allah. “Jangan bercerai-berai. Hindari permusuhan, karena ukhuwah adalah fondasi kedamaian hidup bersama,” pungkasnya.

Kajian yang diselenggarakan Masjid Al Haq Bata Merah bersama Pimpinan Cabang Aisyiyah Purwokerto Selatan ini berlangsung khidmat. Kajian berakhir dengan penutupan doa bersama, sambil berazzam untuk mempraktikkan 10 kunci ketenangan itu dalam kehidupan sehari-hari. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu