Menghadapi disrupsi pendidikan, Ketua Majelis Dikdasmen & PNF PWM Jawa Timur, Prof. Dr. Khozin, M.Si, memberikan suntikan motivasi mendalam bagi jajaran pendidik di SMK Muhammadiyah 2 (Muda) Gresik, Kamis (22/1/2026).
Dalam kunjungan pembinaan tersebut, Prof. Khozin menegaskan bahwa guru bukan sekadar pengajar, melainkan motor penggerak yang harus berani melesat masuk ke dalam “orbit perubahan”.
Kunjungan Prof. Khozin ini mendapat sambutan hangat dari guru dan karyawan SMK Muda serta jajaran Pimpinan Cabang Muhammadiyah Benjeng.
Prof. Khozin menegaskan bahwa kualitas sekolah mustahil melampaui kualitas gurunya.
Beliau mewajibkan para pendidik dan karyawan untuk proaktif berburu ilmu melalui seminar, kajian, dan workshop.
“Guru Muhammadiyah tidak boleh jalan di tempat. Harus ada ikhtiar berkelanjutan untuk meng-upgrade kompetensi sekaligus memperkokoh ruh ideologi,” tegasnya.
Mengutip filosofi Jawa “Sing tekun bakalan tekan”, beliau mengingatkan bahwa ketekunan dalam mengembangkan diri adalah kunci utama bagi guru untuk mengantarkan siswa pada gerbang kesuksesan.
Adaptasi Digital dan Mentalitas Pemenang
Bukan hanya soal pedagogi di kelas, pembinaan kali ini juga menyoroti pentingnya guru melek digital.
Prof. Khozin mendorong pemanfaatan Instagram dan TikTok secara konsisten sebagai etalase prestasi dan sarana dakwah yang modern.
Guru ditantang untuk menjadi kreator konten yang mampu membangun citra sekolah berkemajuan.
Menutup arahannya, Prof. Khozin mengajak seluruh warga sekolah menanamkan budaya kerja yang holistik.
Konsep “Sekolah Muhammadiyah Bersih dan Berkemajuan” harus dimulai dari kejernihan pikiran (clean mindset), ketulusan hati, hingga kebersihan lingkungan.
Menurutnya, gerakan yang masif dan amal kebaikan yang nyata adalah prasyarat mutlak untuk menjemput keberkahan bagi institusi.***





0 Tanggapan
Empty Comments