Hari keempat bulan suci Ramadan di Pesantren An-Nur Sidoarjo berlangsung penuh semangat dan inspirasi. Sebagai pesantren dengan tagline Pesantren Muballigh, kegiatan Lomba Da’i menjadi salah satu ikhtiar nyata dalam membentuk generasi yang siap berdakwah dengan ilmu, keberanian, dan akhlak.
Kegiatan dilaksanakan secara terpisah di gedung asrama masing-masing. Santri putri mengikuti perlombaan di Aula Lantai 3 Asrama Putri, sedangkan santri putra bertempat di Masjid Asrama Putra.
Lomba digelar ba’da sholat Ashar berjamaah dan diawali dengan tilawah al-Quran yang menjadi rutinitas harian di pesantren.
Setiap kelas mendelegasikan minimal dua orang perwakilan. Secara keseluruhan, perlombaan ini diikuti oleh puluhan santri dari berbagai jenjang.
Antusiasme terlihat dari kesungguhan peserta dalam menyiapkan materi serta keberanian mereka tampil di hadapan dewan juri dan rekan-rekan santri.
Beragam tema diangkat dalam perlombaan ini. Salah satunya adalah “Meneladani Semangat Juang dalam Cahaya Islam,” yang mengajak hadirin untuk meneladani perjuangan Rasulullah SAW dan para sahabat dalam menyebarkan Islam dengan kesabaran dan keteguhan iman.
Adapun tema yang berhasil mengantarkan peserta melaju ke babak final adalah “Menemukan Makna Ikhlas dalam Belajar dan Beribadah.”
Dalam penyampaiannya, peserta menekankan bahwa keikhlasan merupakan fondasi utama dalam menuntut ilmu dan menjalankan ibadah.
Salah satu finalis menyampaikan dalam ceramahnya:
“Ikhlas itu tidak selalu terlihat, tetapi ia terasa. Saat kita belajar tanpa mengeluh dan beribadah tanpa menunggu pujian, di situlah Allah menilai kesungguhan kita.”
Kutipan tersebut menjadi salah satu momen yang paling menyentuh dan mendapat perhatian khusus dari dewan juri.
Menurut salah satu panitia kegiatan, lomba da’i ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi bagian dari proses pembinaan dakwah yang berkelanjutan.
“Sebagai Pesantren Muballigh, kami ingin melatih keberanian berbicara, ketepatan menyampaikan dalil, dan kesiapan mental. Ramadhan adalah momentum terbaik untuk mengasah potensi itu.”
Berdasarkan penilaian yang meliputi penguasaan materi, ketepatan dalil, teknik penyampaian, ekspresi, serta kepercayaan diri, terpilih dua finalis putra dan dua finalis putri yang akan kembali berkompetisi pada babak final untuk menentukan da’i terbaik.
Bagian dari Rangkaian Sparkling Ramadan
Lomba da’i ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam program tahunan Sparkling Ramadan yang rutin diselenggarakan oleh PPM An-Nur Sidoarjo. Program ini dirancang sebagai wadah pembinaan spiritual, intelektual, dan sosial selama bulan suci.
Selain lomba da’i, Sparkling Ramadan juga menghadirkan berbagai kegiatan positif seperti kajian tematik, tadarus bersama, bakti sosial, berbagi takjil, hingga pelatihan kepemimpinan dan public speaking.
Seluruh kegiatan tersebut bertujuan menumbuhkan karakter religius sekaligus membangun kepedulian sosial.
Momentum Ramadan dimanfaatkan secara optimal sebagai ruang pembelajaran yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif.
Santri dilatih untuk aktif, kreatif, dan berani mengambil peran dalam dakwah maupun pelayanan umat. Suasana pesantren pun terasa lebih hidup dengan rangkaian aktivitas yang terstruktur dan bermakna.
Kegiatan ini bukan sekadar lomba internal, melainkan bagian dari kaderisasi dakwah yang nyata. Setiap bulan Ramadan, santri An-Nur Sidoarjo dipercaya untuk mengisi berbagai masjid dan musala Muhammadiyah di wilayah Sidoarjo sebagai imam dan khatib, baik pada salat Subuh maupun salat Tarawih.
Kepercayaan tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan dakwah di pesantren tidak berhenti pada teori, tetapi diwujudkan dalam praktik langsung di tengah masyarakat.
Sebagai Pesantren Muballigh, Pesantren An-Nur Sidoarjo terus berkomitmen melahirkan generasi yang tidak hanya mampu berdiri di atas mimbar, tetapi juga siap memimpin umat dengan ilmu, adab, dan tanggung jawab.
Dari mimbar-mimbar kecil di asrama, lahir suara-suara besar yang kelak menguatkan masjid-masjid dan menerangi masyarakat dengan cahaya Islam.(*)






0 Tanggapan
Empty Comments