
PWMU.CO – Kepala SMP Muhammadiyah 1 Babat Lamongan (SMP Mutuba), M. Sande Ariawan, menyampaikan gebrakan kecil dan rencana yang positif untuk memajukan sekolahnya yang memiliki visi berbekal iman dan ilmu menuju prestasi, di ruang Kepala Sekolah, Kamis (17/7/2025).
Dia mengatakan, pada tahun ini kelas 7 memakai rompi biru. Alasannya agar berbeda dengan sekolah lain. Di samping itu, untuk menjaga kebersihan baju putih. Sementara itu, kelas 8 dan 9 tetap memakai seragam biru putih tanpa rompi.
“Seragam rompi dipakai setiap hari Selasa,” tambah Kepala Sekolah yang juga pendekar Tapak Suci.
Sande Ariawan menambahkan bahwa tahun ini dibentuk satu kelas tahfidh, dan direncanakan akan diajak ke Kampung Arab Kediri selama seminggu atau bisa juga sebulan, sesuai keputusan hasil musyawarah dengan wali murid.
“Adapun kelas non-tahfidh direncanakan juga ke Kampung Inggris di Pare, Kediri. Kedua ide tersebut tidak terlepas dari keinginan memajukan sekolah yang tidak boleh ditunda dan berharap banyak yang mendukung,” ujar Ketua Kwarda HW Kabupaten Lamongan.
Sande Ariawan juga menggagas pembuatan jaringan dengan sekolah-sekolah di Malaysia.
“Adapun biaya nanti dipikirkan bersama wali murid SMP Mutuba. Jaringan ini memiliki manfaat memperluas wawasan, baik para guru maupun murid, sekaligus menuju sekolah yang berkemajuan.”
Salah satu wali murid baru, NA Ittauzzakah, yang juga alumni SMP Mutuba dan sudah dua puluh tahun tidak menyambangi sekolah, mengungkapkan rasa bangganya.
“Perkembangannya sangat bagus. Saya sangat setuju sekali dengan rencana Kepala SMP Mutuba, baik rencana ke Kampung Arab untuk belajar bahasa Arab maupun bahasa Inggris. Apalagi rencana membuat jaringan di negeri jiran Malaysia untuk kemajuan SMP Mutuba. Memang banyak wali murid yang setuju,” jelasnya.
Sande menginformasikan bahwa pada tahun pelajaran 2025–2026, SMP Mutuba akan menambah kelas baru.
“Kantin yang dulu bekas kelas akan diubah menjadi ruang kelas kembali, sedangkan kantin akan dipindah ke lantai dua. Di sana akan dibuatkan ruang kecil untuk para penjual yang biasa berjualan berdampingan dengan kantin sekolah, agar lebih leluasa dan lebih nyaman. Bahkan akan ditambah meja dan kursi sehingga para guru pun dapat menikmati masakan maupun minuman sambil merefresh diri,” tambahnya.
Penulis Hilman Sueb Editor Zahra Putri Pratiwig






0 Tanggapan
Empty Comments