
Penampilan Drama Tolak Tambang nikel oleh siswa kelas 10 MA Muhammadiyah 1 Malang dalam Gebyar Mumtaza Puruhita, Kamis (24/07/2025). (Slamet Riadi/PWMU.CO).
PWMU.CO – “Suara Dari Tanah Papua, Selamatkan Bumi Selamatkan Nusantara” menjadi tema Gebyar Mumtaza Puruhita (Gempita) dalam penutupan Forum Ta’aruf Siswa Baru (Fortasi).
Agenda berlangsung di lapangan MA Muhammadiyah 1 Malang (Mamumtaza) pada Kamis (24/07/2025).
Rangkaian kegiatan Fortasi bermula sejak Senin-Kamis (14-24/07/2025). Mulai dari pengenalan lingkungan, sosialisasi program madrasah, pengenalan guru, tes pemetaan program unggulan hingga penampilan bakat minat siswa kelas 10.
Alasan Pengambilan Tema
Ketua Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Mamumtaza, Aurora Dzakiyyah Bilqis, menjelaskan alasan mengambil Tema Suara dari Tanah Papua.
Menurutnya, hal tersebut dengan menampilkan Drama dan Tari Papua yang dalam beberapa bulan ini mencuat baik di media cetak maupun elektronik. Lebih lanjut, Aurora memberikan alasan mengambil tema tersebut karena ada tiga alasan.
Pertama, ikut merasa prihatin terhadap munculnya kasus Papua tentang penambangan nikel yang banyak merugikan rakyat dan menguntungkan pemilik modal.
Kedua, prihatin dengan adanya kerusakan Tanah atau lahan yang berada di sekitar penambangan. Keindahan alam, flora dan fauna tentunya akan bisa rusak jika tidak dilakukan dengan baik dan menjadi perhatian.
Ketiga, Sebagai bentuk kepedulian dengan tampilan drama dan tarian tersebut menjadi sarana penyadaran kepada warga madrasah bahkan masyarakat, untuk menyelamatkan bumi menyelamatkan Nusantara khususnya tanah Papua.
Dengan tagar Tolak Tambang Nikel dan save Raja Ampat, harapannya agenda ini dapat menjadi sarana mengguggah masyarakat dan pemerintah untuk menghentikan penambangan yang akan merusak keindahan alam dan lingkungan.
Sementara itu, kepala madrasah Akhmad Ari Wibowo MPd memberikan apresiasi kepada siswa kelas 10 yang telah antusias untuk mengikuti kegiatan Fortasi selama dua pekan dengan tertib dan semangat.
Apresiasi juga diberikan karena masih beberapa hari sudah mampu menunjukkan bakat dan potensinya. Sehinga dapat mengisi berbagai tampilan dalam kegiatan penutupan mulai dari menjadi MC, tari, drama, puisi hingga musik.
Kegiatan Gempita dan Fortasi yang terhelat rutin setiap tahun dalam menyambut siswa baru tersebut sepenuhnya di isi oleh siswa baru. Sedangkan panitia dilakukan oleh Anggota IPM.
Harapannya dengan bakat dan potensi yang para siswa miliki tersebut, dapat menyalurkan selama menjadi siswa madrasah. Sehingga dapat meraih prestasi baik akademik maupun non akademik.
Penulis Slamet Riadi, Editor Danar Trivasya Fikri






0 Tanggapan
Empty Comments