Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Gelar Kajian Ramadan, SMP Musasi Bahas Enam Ciri Generasi Bertakwa

Iklan Landscape Smamda
Gelar Kajian Ramadan, SMP Musasi Bahas Enam Ciri Generasi Bertakwa
pwmu.co -
Drs Aunur Rofiq Msi memberikan materi Generasi Bertakwa kepada siswa laki-laki SMP Musasi (Achmad Bagus Hendy Kurniawan/PWMU.CO)

PWMU.CO – Sekolah Menengah Pertama Muhammadiyah 1 Sidoarjo (SMP Musasi) menggelar Kajian Ramadan pada Jumat (7/3/2025).

Kegiatan ini dibagi menjadi dua tempat berdasarkan gender siswa, dengan siswa laki-laki di masjid dan siswi perempuan di hall. Di masjid, materi Kajian Ramadan disampaikan oleh mantan Kepala SMP Musasi periode 2013-2024, Aunur Rofiq MSi dengan tema “Generasi Bertakwa”.

Mengawali Kajian Ramadan tersebut, Rofiq mengajak para siswa menghafal definisi Muhammadiyah sambil memperagakan gerakan khasnya. Setelah itu, ia mengajak seluruh siswa laki-laki membaca Surat Al-Baqarah ayat 177, yang berbunyi:

لَيْسَ الْبِرَّ اَنْ تُوَلُّوْا وُجُوْهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَ الْمَغْرِبِ وَلٰـكِنَّ الْبِرَّ مَنْ اٰمَنَ بِا للّٰهِ وَا لْيَوْمِ الْاٰ خِرِ وَا لْمَلٰٓئِکَةِ وَا لْكِتٰبِ وَا لنَّبِيّٖنَ ۚ وَاٰ تَى الْمَا لَ عَلٰى حُبِّهٖ ذَوِى الْقُرْبٰى وَا لْيَتٰمٰى وَا لْمَسٰكِيْنَ وَا بْنَ السَّبِيْلِ ۙ وَا لسَّآئِلِيْنَ وَفِى الرِّقَا بِ ۚ وَاَ قَا مَ الصَّلٰوةَ وَاٰ تَى الزَّکٰوةَ ۚ وَا لْمُوْفُوْنَ بِعَهْدِهِمْ اِذَا عٰهَدُوْا ۚ وَا لصّٰبِرِيْنَ فِى الْبَأْسَآءِ وَا لضَّرَّآءِ وَحِيْنَ الْبَأْسِ ۗ اُولٰٓئِكَ الَّذِيْنَ صَدَقُوْا ۗ وَاُ ولٰٓئِكَ هُمُ الْمُتَّقُوْنَ

Artinya: “Kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan ke barat, tetapi kebajikan itu ialah (kebajikan) orang yang beriman kepada Allah, hari Akhir, malaikat-malaikat, kitab-kitab, dan nabi-nabi, dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak yatim, orang-orang miskin, orang-orang yang dalam perjalanan (musafir), peminta-minta, dan untuk memerdekakan hamba sahaya, yang melaksanakan sholat dan menunaikan zakat, orang-orang yang menepati janji apabila berjanji, dan orang yang sabar dalam kemelaratan, penderitaan, dan pada masa peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.”

Rofiq juga menegaskan bahwa generasi yang bertakwa akan menjalani kehidupan yang mulia, dan salah satu ciri utamanya adalah keimanan.”Iman itu bisa naik dan bisa turun. Iman adalah soal keyakinan, tetapi keyakinan semata tidak cukup jika tidak memiliki tujuan, sebagaimana halnya dengan puasa kita,” ujarnya.

Ia kemudian mengutip firman Allah dalam Hadits Qudsi:

قَالَ اللَّهُ : كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلا الصِّيَامَ فَإِنَّهُ لِي

Artinya: Semua amal anak Adam untuknya kecuali puasa. Ia untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya.” (HR Bukhari no. 1761 dan Muslim no. 1946).

“Ciri kedua adalah memberi, yaitu memberikan harta yang paling kita cintai. Apa Harta apa yang paling kita cintai? Uang, mulai dari yang berwarna merah hingga yang berbentuk koin,” sambungnya.

Ia kemudian menambahkan, “Ketika berdoa, kita sering kali meminta 10 hal, sedangkan sedekah kita masih terlalu kecil.

اَللهُمَّ اِنَّا نَسْئَلُكَ سَلاَمَةً فِى الدِّيْنِ وَعَافِيَةً فِى الْجَسَدِ وَزِيَادَةً فِى الْعِلْمِ وَبَرَكَةً فِى الرِّزْقِ وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ. اَللهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِىْ سَكَرَاتِ الْمَوْتِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ وَالْعَفْوَ عِنْدَ الْحِسَابِ .رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Artinya: “Ya Allah kami mohon pada-Mu keselamatan dalam agama, kesehatan tubuh, tambahan pada ilmu, keberkatan pada rezeki, penerimaan taubat sebelum maut, kasih sayang ketika maut, dan keampunan setelah maut. Ya Allah permudahkanlah kami dalam menghadapi sakarataul maut dan kelepasan dari neraka, dan kemaafan ketika hisab. Ya Allah jangan ragukan hati kami setelah Engkau beri petunjuk dan berilah kepada kami dari-Mu kasih sayang, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi. Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.”

“Maka dari itu semakin banyak yang kita sedekahkan Insyaallah akan semakin banyak kemudahan yang diberikan oleh Allah Subhanahu Wataala,” tuturnya.

Ia kemudian mengatakan bahwa ciri ketiga adalah shalat. “Seorang laki-laki seharusnya melaksanakan shalat berjamaah di masjid, bukan di rumah masing-masing,” tegasnya.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

Iklan Landscape UM SURABAYA

قُلْ اِنَّ صَلَا تِيْ وَنُسُكِيْ وَ مَحْيَايَ وَمَمَا تِيْ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ

Artinya: “Katakanlah (Muhammad), Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam,” (QS. Al-An’am 6: Ayat 162)”

“Selanjutnya adalah membayar zakat. Anak-anakku yang shaleh, nanti ketika kalian pulang ke rumah, tolong ingatkan orang tua kalian agar tidak lupa menunaikan zakat,” pesannya.

Ia kemudian mengutip hadits Nabi: “Sedekah yang paling utama adalah membayar zakat atas hartanya.” (HR. Muslim).

Selanjutnya, ia menyampaikan bahwa ciri kelima dari generasi yang bertakwa adalah menepati janji. “Orang yang beriman senantiasa menjaga janjinya,” ucapnya. Ia kemudian mengutip firman Allah dalam Surat Al-Ma’idah ayat 1:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اَوْفُوْا بِا لْعُقُوْدِ ۗ اُحِلَّتْ لَـكُمْ بَهِيْمَةُ الْاَ نْعَا مِ اِلَّا مَا يُتْلٰى عَلَيْكُمْ غَيْرَ مُحِلِّى الصَّيْدِ وَاَ نْـتُمْ حُرُمٌ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يَحْكُمُ مَا يُرِيْدُ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah janji-janji. Hewan ternak dihalalkan bagimu, kecuali yang akan disebutkan kepadamu, dengan tidak menghalalkan berburu ketika kamu sedang berihram (haji atau umrah). Sesungguhnya Allah menetapkan hukum sesuai dengan yang Dia kehendaki.”

Terakhir adalah sabar, orang yang sabar ciri-cirinya seperti pada surah Al-Baqarah ayat 156 yang berbunyi:

الَّذِيْنَ اِذَاۤ اَصَا بَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌ ۗ قَا لُوْۤا اِنَّا لِلّٰهِ وَاِ نَّـاۤ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَ

Artinya: “Orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un” (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali).”

Untuk membantu siswa mengingat enam ciri generasi yang bertakwa, ayah dua anak itu mengajak mereka melakukan gerakan-gerakan sederhana yang mudah diingat.

Selain itu, ia juga mengingatkan para siswa agar tidak menjadi seperti “Ismail”, yakni seseorang yang hanya suka Istirahat, Makan, lalu Hilang (tertidur). (*)

Penulis Achmad Bagus Hendy Kurniawan Editor Ni’matul Faizah

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu