
PWMU.CO – SD Muhammadiyah 11 (SD Muhlas) Surabaya menggelar acara puncak Gelar Karya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan mengangkat tema kearifan lokal Surabaya, pada Jumat (20/6/2025).
Beragam pertunjukan ditampilkan oleh para siswa, di antaranya seni ludruk dan parikan, yang merupakan bagian dari budaya khas Surabaya.
Dalam pementasan ludruk tersebut, para siswa ingin menyampaikan pesan kepada generasi muda masa kini. Alur cerita yang dibawakan mengangkat tema tentang manfaat dan bahaya penggunaan handphone atau gawai.
“Gae HP sing migunani, ojo mung digawe dulinan,” ujar Irinna Syafirah Bahar saat membuka pementasan ludruk.
Dengan logat khas Surabaya, para siswa tampil memukau hingga membuat hadirin bersorak sorai memberikan aplaus meriah. Tak jarang, kelucuan para siswa dalam membawakan peran serta tutur bahasa Surabaya yang khas membuat penonton tertawa penuh keceriaan.
Suasana acara semakin semarak dengan penampilan parikan yang dibawakan secara estafet oleh perwakilan dari masing-masing kelas. Berikut parikan yang dibawakan oleh para siswa:
Iwak pindang nang tengah segoro
Ayo tumandang bangun negoro
Iwak Pitik di Bumbu Bali
Mumpung sik cilik Ayo golek ilmu sing gemati
Papat ping papat ono nembelas
Sempat ora sempat rungokno ngati ikhlas
Banyu sak liter dicampur lengo
Supoyo pinter sinauo sak bendino
Indonesia negoroku
SD muhlas sekolahku
Iwak peyek akeh kacange
Ojok ngenyek karo kancane
Kegiatan ini berlangsung di Auditorium AR Fachruddin dan diikuti oleh seluruh siswa kelas 4 beserta wali murid, bertepatan dengan agenda pengambilan rapor semester genap Tahun Pelajaran 2024/2025.

Acara puncak P5 ini bertujuan untuk melestarikan budaya Indonesia serta menanamkan nilai-nilai kearifan lokal Surabaya kepada para siswa. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat karakter dan identitas pelajar Pancasila.
Melalui berbagai kegiatan edukatif dan kreatif, para siswa diajak untuk mengenal lebih dalam budaya, sejarah, serta tradisi khas Surabaya yang menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari.
Tidak hanya menampilkan kesenian ludruk dan parikan, acara ini juga dimeriahkan dengan penampilan gerak dan lagu berjudul “Surabaya” dan “Rek Ayo Rek”. Selain itu, ada pula penampilan tari Lenggang Surabaya yang turut menambah semarak suasana.
Selanjutnya, terdapat sesi edukatif berupa presentasi mengenai cara budidaya terong menggunakan media daur ulang. Kegiatan ini sekaligus memberikan edukasi kepada para wali murid tentang tata cara menanam terong dengan memanfaatkan bahan-bahan daur ulang.
Di tempat yang sama, Kepala SD Muhlas, Mursiah SAg MPd, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi atas sinergi yang harmonis, kesamaan visi, serta kolaborasi yang telah terjalin selama ini.
“Gelar karya hari ini adalah bukti bahwa sinergi sangat penting dalam menyukseskan program sekolah dan mewujudkan cita-cita bersama,” tuturnya.
Wanita yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Kader Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Krembangan tersebut menambahkan bahwa tema P5 kali ini, yaitu Kearifan Lokal, merupakan cerminan jati diri sekaligus kebanggaan bangsa Indonesia.
“Anak-anak telah belajar mengenali, memahami, dan mencintai budaya lokal, mulai dari pakaian tradisional, makanan khas, bahasa daerah, hingga nilai-nilai luhur yang hidup dalam masyarakat,” terangnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh wali kelas, guru mata pelajaran, serta para orang tua yang telah mendampingi dan mendukung proses belajar anak-anak hingga hari ini.
“Semoga rapor yang diterima menjadi bahan refleksi dan motivasi untuk terus bertumbuh menjadi generasi yang berprestasi, berakhlak mulia, dan mencintai budaya bangsa,” tutup Mursiah.
Acara puncak P5 ini mendapat antusiasme tinggi dari para siswa dan orang tua yang turut hadir memberikan dukungan.
Oleh karena itu, SD Muhlas berkomitmen untuk terus mengembangkan program pendidikan yang berorientasi pada pembentukan karakter pelajar masa depan. (*)
Penulis Muriyono Editor Ni’matul Faizah






0 Tanggapan
Empty Comments