Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Gelar Kreasi Budaya Nusantara dalam Rangka Peringatan Hari Sumpah Pemuda

Iklan Landscape Smamda
Gelar Kreasi Budaya Nusantara dalam Rangka Peringatan Hari Sumpah Pemuda
Kreasi tampilan budaya madura oleh siswa TK Aisyiyah Balongbendo. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, TK Aisyiyah Balongbendo menyelenggarakan kegiatan “Gelar Kreasi Budaya Nusantara” yang menggambarkan semangat persatuan dalam keberagaman, Sabtu (8/11/2025).

Kegiatan ini menjadi ajang bagi seluruh peserta didik untuk menampilkan hasil karya terbaik mereka melalui pertunjukan budaya dari berbagai daerah di Indonesia. Acara dibuka dengan meriah dengan Tarian Saman dari Aceh diiringi semangat para siswa menampilkan pertunjukan.

Penampilan Budaya

Masing-masing kelas menampilkan tarian dan budaya khas dari berbagai daerah Nusantara, yaitu Madura, Jawa, NTB, Papua, Aceh, Dayak, Jakarta, Bali, dan Sulawesi. Seluruh kostum dan atribut tari yang digunakan merupakan hasil karya anak-anak bersama guru, sebagai wujud kreativitas dan pelaksanaan pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning).

Pada tampilan budaya Madura menampilkan tari dengan di iringi lagu tanduk majeng dengan kostum ciri khas warna merah-putih dan motif karapan sapi. Anak-anak membuat sendiri aksesori seperti topi dan ikat kepala dari kertas kado dan baju kostum memanfaatkan kresek dan tas sponbon bekas.

Pada tampilan budaya NTB anak-anak tampil dengan pakaian adat bermotif songket yang dibuat dari kresek hitam dan kertas warna warni. Untuk budaya Papua anak-anak menampilkan tarian energik dengan hiasan kepala berbulu kertas.

Sedangkan pada tarian Dayak (Kalimantan)dilengkapi dengan atribut mandau dan ukiran khas Dayak dari kardus serta mahkota bulu buatan. Anak-anak tampil percaya diri menampilkan budaya Borneo. Pada tampilan budaya Jakarta (Betawi) menampilkan kostum yang bertema ondel-ondel mini serta tari Betawi dengan hiasan kepala khas yang dibuat dari kertas warna dan glitter oleh siswa.

Tarian Bali menampilkan tari Bali sederhana dengan kipas, mahkota gelungan dari kertas emas, dan ornamen khas Bali buatan tangan mereka. Tak lupa baju adat kemanten Jawa yang terbuat dari kresek hitam dan dilengkapi hiasan mahkota emas yg terbuat dari kertas metalik.

Menguatkan Nilai Bhinneka Tunggal Ika

Kegiatan ini mengangkat tema Bhinneka Tunggal Ika: Merayakan Keberagaman, Menyatukan Harapan. Melalui kegiatan ini, anak-anak bukan hanya belajar tentang kekayaan budaya Indonesia, tetapi juga memahami pentingnya hidup rukun, saling menghargai perbedaan, serta bangga menjadi bagian dari bangsa yang kaya budaya.

Keterlibatan anak-anak dalam membuat sendiri atribut dan perlengkapan tari menjadi nilai tambah tersendiri. Mereka belajar bekerja sama, berkreasi, serta berani tampil percaya diri di depan umum. Guru dan sekolah memberikan dukungan penuh sehingga kegiatan berjalan dengan lancar dan penuh keceriaan dan orang tua bangga dengan kerja keras putra-putri mereka dan Bu guru.

“Kami sangat bangga dan berterima kasih pada Bu guru yang sudah mengabdi untuk membimbing anak-anak kami,” ungkap Ellyan walimurid B1. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu