Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Gelar Studium Generale, PK IMM Al-Khawarizmi Bedah Humanitas sebagai Basis Filosofis Pergerakan

Iklan Landscape Smamda
Gelar Studium Generale, PK IMM Al-Khawarizmi Bedah Humanitas sebagai Basis Filosofis Pergerakan
Penyerahan piagam materi setelah sesi materi. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Al-Khawarizmi menggelar agenda Studium Generale dalam rangkaian Perkaderan Darul Arqam Dasar (DAD) pada Kamis, 22 Januari 2026.

Acara yang berlangsung di Kampus ITB Ahmad Dahlan Lamongan ini mengangkat tema sentral yang cukup mendalam, yakni “Humanitas sebagai Dialektika Meta-Etis Pergerakan”.

Hadir sebagai narasumber utama, Satria Putra, menekankan pentingnya kader IMM memahami akar filosofis di balik setiap aksi sosial yang dilakukan. Menurutnya, gerakan IMM tidak boleh terjebak pada aktivitas pragmatis semata, melainkan harus memiliki landasan “Meta-Etis” yang kokoh.

Meta-etis adalah pertanyaan tentang fondasi. Kader IMM bergerak membela kemanusiaan bukan sekadar karena mengikuti tren hak asasi manusia global atau sekadar menjalankan instruksi organisasi, melainkan karena ada keyakinan teologis bahwa memanusiakan manusia adalah perintah Tuhan yang bersifat absolut,” ujar Satria di hadapan puluhan peserta.

Dalam paparannya, Satria membedah istilah Humanitas bukan sebagai humanisme sekuler yang antroposentris (berpusat pada manusia semata), melainkan sebagai humanisme teosentris. Di mana pembelaan terhadap kaum tertindas (Mustad’afin) merupakan bentuk dialektika atau interaksi nyata antara keimanan dengan realitas sosial.

“Dialektika meta-etis menuntut kita untuk terus berpikir dan bertindak. Kita tidak hanya berdiskusi di menara gading, tapi membawa nilai-nilai ketuhanan itu ke akar rumput untuk menyelesaikan persoalan dehumanisasi,” tambahnya.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Acara Studium Generale ini merupakan bagian pembuka dari proses perkaderan intensif DAD yang bertujuan mencetak kader pimpinan tingkat dasar. Melalui materi ini, diharapkan para peserta memiliki ketajaman intelektual dan kemantapan ideologi dalam menahkodai organisasi di masa depan.

Ketua IMM Al-Khawarizmi, Yoga Andhika, menyampaikan bahwa pemilihan tema ini sengaja dilakukan untuk merespons tantangan zaman yang semakin kompleks.

“Kami ingin kader dasar tidak hanya menjadi ‘robot pergerakan’, tapi menjadi intelektual yang paham mengapa mereka harus berjuang,” pungkasnya.

Acara ditutup dengan sesi diskusi interaktif di mana para peserta mendalami kaitan antara Teologi Al-Ma’un dengan konsep meta-etika dalam gerakan Muhammadiyah. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu