Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Gelar Workshop Guru BK, Smamio Gaungkan Sekolah Aman Tanpa Bullying

Iklan Landscape Smamda
Gelar Workshop Guru BK, Smamio Gaungkan Sekolah Aman Tanpa Bullying
Workshop Guru Bimbingan dan Konseling di Cordoba Convention Hall Smamio. Foto: Istimewa
pwmu.co -

SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik (Smamio) terus meneguhkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, ramah, dan bebas dari perundungan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Workshop Guru Bimbingan dan Konseling (BK) bertema “Sekolah Aman Tanpa Bullying: dari Kesadaran Menuju Aksi” di Cordoba Convention Hall Smamio, Kamis  (15 /1/2025).

Kegiatan ini diikuti oleh 32 guru BK dari sekolah mitra serta sekolah-sekolah di sekitar Smamio. Menariknya, workshop tidak hanya menyasar pendidik, tetapi juga melibatkan 62 siswa dalam rangkaian kegiatan pengenalan potensi diri yang dikemas secara interaktif dan edukatif.

Kolaborasi antara guru dan siswa dalam satu forum ini menjadi langkah strategis untuk membangun kesadaran kolektif sekaligus budaya sekolah yang menolak segala bentuk bullying.

Workshop guru BK menghadirkan dua pemateri dari Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang, yakni Retno Firdayanti, S.Psi, M.Psi, Psikolog dan Atika Permata Sari, S.Psi, M.Psi, Psikolog. Keduanya menyampaikan materi secara komprehensif mengenai fenomena bullying di lingkungan sekolah.

Materi yang dipaparkan meliputi pengertian dan karakteristik bullying, perbedaan antara konflik dan perundungan, hingga peran strategis guru BK dalam melakukan deteksi dini serta penanganan kasus bullying secara tepat dan berkelanjutan.

Dalam pemaparannya, Retno Firdayanti menegaskan bahwa bullying tidak boleh dipandang sebagai persoalan sepele.

Bullying adalah perilaku berulang yang dilakukan kepada pihak yang lebih lemah dan dapat berdampak serius pada kesehatan psikologis korban. Karena itu, sekolah perlu memiliki sistem pencegahan dan penanganan yang jelas serta dijalankan bersama,” tegasnya.

Senada dengan hal tersebut, Atika Permata Sari menekankan pentingnya peran guru, khususnya guru BK, dalam menciptakan ruang aman bagi siswa.

Gelar Workshop Guru BK, Smamio Gaungkan Sekolah Aman Tanpa Bullying
Foto: Istimewa

“Guru BK memiliki posisi strategis untuk melihat yang sering tidak terlihat dan mendengar yang sering tidak terdengar. Deteksi dini menjadi kunci agar dampak bullying tidak berkembang lebih jauh,” ujarnya.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Dia juga mendorong para guru untuk membangun komunikasi yang terbuka dan empatik dengan siswa, sehingga sekolah benar-benar menjadi tempat yang aman untuk tumbuh dan berkembang.

Sementara itu, para siswa mengikuti kegiatan pengenalan potensi diri melalui beberapa pos tematik, di antaranya pos psikologi, pos riset, pos literasi, dan pos desain.

Melalui aktivitas tersebut, siswa diajak mengenali kekuatan diri, melatih empati, serta membangun kepercayaan diri dalam suasana yang menyenangkan dan bermakna.

Pendekatan ini diharapkan dapat membantu siswa memahami diri sendiri sekaligus menghargai perbedaan, sehingga potensi terjadinya bullying dapat diminimalisir sejak dini.

Direktur Pusat Layanan Psikologi dan Konseling (PLPK) Smamio, Ika Famila Sari, S.Psi., M.Psi., Psikolog, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Road to Milad Smamio ke-11.

“Workshop ini menjadi bentuk komitmen Smamio untuk terus menebarkan kebermanfaatan, tidak hanya bagi siswa, tetapi juga bagi sesama pendidik dalam upaya menciptakan sekolah yang aman dan berdaya,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik berharap kesadaran tentang bahaya bullying tidak berhenti pada tataran pemahaman, tetapi berlanjut pada aksi nyata di lingkungan sekolah masing-masing. Dengan demikian, dapat tercipta ekosistem pendidikan yang aman, inklusif, serta menumbuhkan karakter positif bagi seluruh warga sekolah. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡