
PWMU.CO – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus menunjukkan komitmennya dalam menumbuhkan ekonomi kerakyatan. Terbaru, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyalurkan bantuan sosial (bansos) senilai Rp. 8,397 miliar untuk warga Kabupaten Lamongan, Selasa (8/7/2025).
Khofifah menjelaskan, penyaluran bansos ini diharapkan menjadi stimulan untuk memperkuat ekonomi masyarakat lapisan terbawah, khususnya kelompok Desil 1—kelompok dengan tingkat pengeluaran terendah.
“Dengan stimulasi yang tepat sasaran, kami optimistis ekonomi kerakyatan bisa tumbuh. Ketika masyarakat di bawah bergerak, maka akan turut menggerakkan lapisan lainnya,” ujarnya dalam keterangan yang diterima di Surabaya.
Lamongan menjadi daerah ke-16 penerima bantuan dalam rangkaian program sosial yang digagas Pemprov Jatim.
Gubernur Khofifah menegaskan bahwa pergerakan ekonomi yang merata menjadi kunci dalam menurunkan ketimpangan sosial.
“Jika distribusi pertumbuhan ekonomi merata, maka kemiskinan, termasuk kemiskinan ekstrem, dapat kita tekan secara signifikan,” jelasnya.
Apresiasi dari Bupati Lamongan
Bupati Lamongan Yuhronur Efendy menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian Gubernur Jatim terhadap masyarakat pesisir Lamongan.
“Ini menjadi penyemangat kami untuk terus bersinergi dengan program-program strategis Pemprov Jatim. Atas nama masyarakat Lamongan, kami mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya,” ungkapnya.
Rincian Bantuan Sosial
Berbagai jenis bantuan yang disalurkan dalam kegiatan ini mencakup kelompok rentan, penyandang disabilitas, buruh pabrik rokok, hingga program pemberdayaan desa. Berikut rinciannya:
- ASPD (Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas): Rp730 juta untuk 203 penerima
- Alat bantu mobilitas lansia dan disabilitas: Rp133 juta untuk 24 unit
- Bantuan PKH Plus: Rp3,588 miliar untuk 1.794 keluarga
- BLT buruh pabrik rokok lintas wilayah: Rp698 juta untuk 527 penerima
- Bantuan kemiskinan ekstrem: Rp1,846 miliar untuk 1.231 orang
- Tali asih untuk pilar sosial Jatim: Rp726 juta untuk 185 orang
- Kewirausahaan inklusif produktif KIP PPKS Jawara: Rp3 juta per orang
Pemberdayaan desa:
- Bantuan dua BUMDes: masing-masing Rp100 juta
- Program Desa Berdaya: Rp300 juta untuk tiga desa
- Jatim Puspa: Rp170 juta untuk satu desa
Total bantuan untuk pemberdayaan masyarakat desa mencapai Rp670 juta.
Program ini menjadi salah satu ikhtiar kolektif dalam mendorong kebangkitan ekonomi berbasis masyarakat. Gubernur Khofifah berharap langkah ini bisa terus ditingkatkan dan diperluas.
“Ketika rakyat dan pemerintah bersatu, insyaAllah problem sosial bisa kita atasi bersama. Dan Jawa Timur akan semakin sejahtera,” tutupnya. (*)
Penulis Alfain Jalaluddin Ramadlan Editor Azrohal Hasan






0 Tanggapan
Empty Comments