Semangat kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia terasa begitu kental di Kecamatan Paciran, Lamongan. Salah satu kegiatannya yaitu lomba gerak jalan tingkat kecamatan. Kegiatan berhasil menyedot perhatian ribuan warga. Tak mau ketinggalan, para guru dari Madrasah Aliyah Muhammadiyah 1 Karangasem (Mamsaka) Paciran ikut serta dalam barisan yang memukau, menunjukkan kekompakan dan semangat juang mereka.
Lomba gerak jalan ini diikuti oleh berbagai instansi, sekolah, dan organisasi di seluruh Kecamatan Paciran. Dengan seragam yang kompak dan langkah yang tegap, guru Mamsaka tidak hanya sekadar berjalan, tetapi juga membawa pesan persatuan dan kebersamaan. Sorak sorai penonton di sepanjang rute perjalanan menjadi bukti betapa antusiasnya masyarakat menyambut tim ini.
Rute gerak jalan yang menantang dimulai dari Balai Desa Kandangsemangkon. Para peserta harus menempuh jarak yang cukup jauh menuju garis akhir di Paciran Islamic Center (PIC). Meski jaraknya tidak sebentar, semangat para guru Mamsaka tak pernah pudar.

Mereka terus melangkah dengan penuh energi, sesekali bersorak untuk membangkitkan semangat. Senyum dan sapaan ramah kepada warga yang menyaksikan menjadi bukti bahwa mereka tidak hanya berpartisipasi untuk lomba, tetapi juga untuk merayakan kemerdekaan bersama seluruh masyarakat.
Kepala Madrasah Mamsaka Bapak Purwanto MPd yang turut mendampingi, mengungkapkan rasa bangganya.
“Ini bukan sekadar lomba, tetapi ajang silaturahmi dan memupuk rasa nasionalisme. Kami ingin menunjukkan bahwa guru-guru juga memiliki semangat juang yang tinggi, tidak hanya di dalam kelas, tetapi juga di tengah masyarakat,” ujarnya.
Partisipasi guru-guru Mamsaka dalam lomba gerak jalan ini menjadi simbol penting. Selain memperingati hari ulang tahun kemerdekaan, mereka juga menjadi teladan bagi para siswa dan masyarakat. Mereka menunjukkan bahwa semangat gotong royong dan kebersamaan adalah kunci untuk membangun bangsa.
“Kami sangat antusias ikut serta. Ini cara kami menanamkan nilai kebangsaan. Semoga semangat ini menular ke para siswa dan masyarakat luas, bahwa gotong royong adalah kunci untuk membangun bangsa yang lebih maju,” pungkasnya. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments