Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Gresik, melaksanakan kegiatan Pendataan Juru Pemantau Jentik (Jumantik) dalam rangka Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di Desa Banyulegi pada hari Jumat, (6/2/2026).
Kegiatan ini bertujuan untuk mengumpulkan data tingkat keberadaan jentik nyamuk di lingkungan masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran warga terhadap bahaya penyakit demam berdarah.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh anggota KKN dan kader kesehatan setempat. Pendataan dilakukan dengan cara mengunjungi rumah warga satu per satu untuk memeriksa tempat-tempat penampungan air, seperti bak mandi, drum, tempayan, dan wadah lainnya yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti. Dari hasil pemeriksaan tersebut, data kemudian dicatat sebagai bahan evaluasi tingkat kebersihan lingkungan di Desa Banyulegi.
Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN)
Menurut koordinator kegiatan, pendataan Jumantik PSN ini sangat penting sebagai langkah awal dalam upaya pencegahan penyakit demam berdarah. Dengan adanya data yang akurat, pihak desa dan tenaga kesehatan dapat mengetahui wilayah yang memiliki tingkat risiko tinggi dan segera melakukan tindakan lanjutan, seperti kerja bakti dan penyuluhan kebersihan lingkungan.
Kegiatan ini dilaksanakan pada pagi hingga siang hari agar pemeriksaan dapat dilakukan secara optimal. Selain melakukan pendataan, mahasiswa KKN juga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menerapkan 3M Plus, yaitu menguras, menutup, dan memanfaatkan kembali barang bekas yang dapat menampung air, serta langkah tambahan untuk mencegah gigitan nyamuk.
Warga Desa Banyulegi menyambut kegiatan ini dengan antusias. Mereka merasa terbantu karena mendapat informasi langsung mengenai kondisi lingkungan rumah masing-masing serta cara menjaga kebersihan agar terhindar dari penyakit.
Melalui kegiatan Data Jumantik PSN ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga lingkungan bersih dan bebas jentik, sehingga Desa Banyulegi dapat menjadi desa yang sehat dan terbebas dari ancaman demam berdarah. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments