Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Gerakan #RukunSamaTeman: Bangun Sekolah Aman dan Nyaman Lewat Jalan Sehat Nasional

Iklan Landscape Smamda
Gerakan #RukunSamaTeman: Bangun Sekolah Aman dan Nyaman Lewat Jalan Sehat Nasional
Gerakan #RukunSamaTeman bersama Mendikdasmen. Foto: Humas Kemendikdasmen/PWMU.CO
pwmu.co -

Memperingati Hari Anak Sedunia dan menyambut Hari Guru Nasional, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) menggulirkan gerakan nasional #RukunSamaTeman. Kegiatan ini diwujudkan melalui Jalan Sehat serentak pada Minggu (23/10) yang berkolaborasi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA).

Gerakan ini menegaskan pentingnya peran murid sebagai teman sebaya yang saling mendukung, mendengarkan, dan membantu teman yang mengalami masalah—terutama dalam mencegah perundungan dan berbagai bentuk kekerasan di sekolah.

Penguatan Budaya Aman di Sekolah

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menekankan bahwa #RukunSamaTeman merupakan bagian dari penguatan budaya antikekerasan di lingkungan pendidikan. Gerakan ini sejalan dengan pesan Presiden Prabowo bagi generasi muda: belajar yang baik, mencintai orang tua, menghormati guru, rukun dengan teman, serta mencintai tanah air.

“Tagline #RukunSamaTeman ini adalah gerakan kultural untuk membangun budaya saling menghormati dan saling menerima. Kita ingin anak-anak memiliki hubungan sosial yang baik dan lingkungan sekolah yang aman serta nyaman,” ujar Menteri Mu’ti.

Ia menambahkan, keberhasilan belajar tidak ditentukan oleh akademik semata, tetapi juga oleh kualitas hubungan sosial antarwarga sekolah.

“Semakin banyak kawan, semakin nyaman kita belajar. Kalau sekolah aman dan tenang, insya Allah prestasi akan tumbuh sesuai bakat dan minat masing-masing,” jelasnya.

Sekolah sebagai Ruang Tumbuh Bersama

Menteri Mu’ti menegaskan bahwa sekolah harus menjadi “rumah kedua” bagi setiap anak. Guru berperan sebagai orang tua, sementara teman sebaya menjadi saudara yang saling menguatkan.

“Iklim sekolah yang saling peduli dan saling menghargai akan menciptakan kenyamanan belajar sehingga setiap anak dapat berkembang secara optimal,” pesannya.

Kemen PPPA: Karakter Dimulai dari Keluarga

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, mengingatkan bahwa upaya membangun ruang belajar yang aman harus dilakukan secara kolaboratif. Tidak bisa hanya dibebankan pada sekolah.

“Karakter paling inti dibentuk di keluarga. Karena itu, kolaborasi antara orang tua, sekolah, masyarakat, dan pemerintah menjadi kunci agar perundungan dapat diminimalkan, bahkan dihilangkan,” ujarnya.

Komisi X: Perbedaan Harus Diterima, Bukan Dijauhi

Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menekankan pentingnya kerukunan untuk menciptakan sekolah yang nyaman dan penuh kebaikan. Menurutnya, perbedaan merupakan hal wajar yang tidak boleh menjadi alasan saling menjauh.

“Rukun bukan berarti harus sama. Jangan menilai teman dari asal, penampilan, atau latar belakangnya. Kenali potensi diri dan potensi teman, lalu cari titik persamaannya. Insya Allah kita akan lebih rukun dan terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan,” tutur Hetifah.

Gerakan Serentak di Seluruh Indonesia

Jalan Sehat #RukunSamaTeman dilaksanakan serentak di berbagai daerah melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemendikdasmen dan sekolah-sekolah yang bekerja sama dengan pemerintah daerah. Pelibatan murid, guru, orang tua, dan masyarakat membuat pesan antiperundungan ini mengakar hingga ke tingkat satuan pendidikan.

Gerakan ini diharapkan menjadi langkah nyata membangun budaya sekolah yang aman, ramah, dan penuh kepedulian—tempat setiap anak bisa belajar, berkembang, dan merasa dihargai.(*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu