Kamis (8/1/2026) menjadi hari yang sarat makna di SD Muhammadiyah Melirang. Sejak pagi, suasana sekolah terasa berbeda. Lantunan ayat suci Al-Quran menggema di Masjid At-Taqwa yang telah disiapkan khusus untuk pelaksanaan munaqasyah, agenda penting untuk mengetahui capaian hafalan Al-Quran para murid.
Kegiatan ini menjadi salah satu persyaratan utama bagi peserta yang akan mengikuti Tahfidz Class Program atau Kelas Takhassus. Program ini dirancang sebagai ruang pembinaan khusus bagi murid yang memiliki kesiapan dan komitmen untuk lebih dekat dengan Al-Quran.
Tahfidz Class Program atau Kelas Takhassus bukanlah kelas biasa. Oleh karena itu, sekolah menetapkan sejumlah persyaratan guna memastikan kesiapan siswa, baik dari sisi kemampuan maupun kesungguhan mengikuti program.
Syarat utama mengikuti Kelas Takhassus adalah capaian hafalan Al-Quran. Murid diharapkan telah menghafal surat An-Nas hingga Al-Balad dengan baik dan lancar. Rentang surat ini menjadi tolok ukur untuk menilai konsistensi, daya ingat, serta keseriusan siswa dalam menjaga hafalan. Penilaian tidak hanya pada jumlah surat, tetapi juga kelancaran dan ketepatan bacaan.
Selain hafalan, kemampuan membaca Al-Quran dengan baik dan benar juga menjadi syarat penting. Murid harus memahami makharijul huruf serta kaidah tajwid secara tepat. Hal ini menjadi pondasi utama dalam program tahfidz karena hafalan yang kuat harus dibangun di atas bacaan yang benar.
Munaqasyah diikuti oleh seluruh siswa kelas 1 hingga kelas 6. Untuk menjaga efektivitas, peserta dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama terdiri atas siswa kelas 1 sampai kelas 3 dengan penguji Ustadzah Ni’matun Nafisah. Kelompok kedua diikuti siswa kelas 4 sampai kelas 6 dengan penguji Ustadz Ghufron, S.Pd.I., pengasuh Pondok Pesantren Refah Islami.

Setiap peserta maju satu per satu menyetorkan hafalan sesuai capaian masing-masing. Ada yang melafalkan dengan suara mantap, ada pula yang masih terbata-bata namun tetap berusaha menyelesaikan dengan penuh semangat.
Bagi sekolah, munaqasyah bukan sekadar penilaian, melainkan juga sarana melatih keberanian, kejujuran, dan kedisiplinan dalam menjaga hafalan.
Kepala SD Muhammadiyah Melirang, Fichrul Efendi, S.Pd., yang akrab disapa Ustadz Efendi, menjelaskan bahwa Kelas Takhassus memiliki tujuan jangka panjang.
“Kelas takhassus ini bertujuan membentuk kebiasaan baik dalam menghafal Al-Quran, mencapai target hafalan, serta membangun kepribadian muslim yang cinta Al-Quran dan mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan program ini tidak lepas dari peran orang tua. Murid yang dinyatakan lolos seleksi diwajibkan membawa surat pernyataan kesediaan orang tua untuk mengikuti Kelas Tahfidz Khusus (Takhassus) sebagai bentuk komitmen bersama antara sekolah dan keluarga.
Komitmen tersebut meliputi dukungan moral, pendampingan hafalan di rumah, serta kesiapan mematuhi aturan dan target program. Dengan sinergi antara siswa, orang tua, dan sekolah, Kelas Takhassus diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya kuat hafalannya, tetapi juga berakhlak Qurani.
Melalui persyaratan yang terukur dan terarah, Kelas Takhassus menjadi langkah awal yang serius bagi siswa untuk menapaki jalan mulia bersama Al-Quran—menjadikannya sahabat belajar, pedoman bersikap, dan cahaya dalam kehidupan.
Kegiatan munaqasyah pun berakhir dengan wajah-wajah lega dan senyum bangga para siswa. Dari ruang sederhana itulah, benih generasi Qurani terus ditumbuhkan secara konsisten dan penuh harap.





0 Tanggapan
Empty Comments