RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan meresmikan Gedung C setinggi enam lantai sebagai bagian dari perluasan layanan kesehatan, Ahad (14/11/2025).
Acara ini dihadiri Bupati Pekalongan, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, MPKU PP Muhammadiyah, PWM Jawa Tengah, serta unsur Forkopimda dan tamu undangan lain.
Ketua PCM Pekajangan, H. Abdul Shomad, dalam sambutannya menegaskan komitmen Muhammadiyah yang telah bergerak lebih dari satu abad dalam penguatan pendidikan dan kesehatan.
“Tema Muhammadiyah tahun ini Memajukan Kesejahteraan Bangsa. Itu bukan sekadar slogan, tetapi ruh gerakan kita,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pesan KH. Ahmad Dahlan agar Muhammadiyah menjadi seperti matahari yang memberi manfaat tanpa diminta.
Ia menjelaskan, pembangunan Gedung C dimulai pada 15 November 2023, kemudian soft opening pada 23 Agustus 2025, dan kini resmi dibuka. Gedung baru itu dilengkapi fasilitas sesuai standar peraturan rumah sakit:
• Lantai 1: IGD
• Lantai 2: Laboratorium & Radiologi
• Lantai 3: Ruang Bersalin & Ruang Bayi
• Lantai 4: Ruang Nifas
• Lantai 5: ICU
• Lantai 6: Ruang Operasi
“Seluruh fasilitas didukung perangkat modern, seperti CT-scan, X-ray, dan peralatan medis penunjang keselamatan pasien,” jelasnya.
Selain peresmian gedung, PCM Pekajangan juga menyampaikan pembangunan Gedung SLB Muhammadiyah Pekajangan sebagai wujud kepedulian terhadap pendidikan inklusif.
“Ini SLB pertama di Kabupaten Pekalongan. Ada sekitar 5.000 anak berkebutuhan khusus dan sebagian harus menunggu dua tahun untuk sekolah. Karena itu kami membuka ruang kolaborasi untuk melanjutkan pembangunan SLB ini,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, PT Mentari Prima Niaga menyerahkan Dana Ta’awun sebesar Rp100 juta untuk pengembangan dakwah dan pendidikan. Direktur perusahaan, Achmad Mirza, S.T., M.T., mengatakan efisiensi pembangunan dapat tercapai berkat kerja panitia.
“Kami mampu menghemat anggaran 22,5%. Sebagai kontribusi, kami menyerahkan dana Rp100 juta,” ungkapnya.
Ketua PP Muhammadiyah, Dr. H. Agus Taufiqurrahman, Sp.S., M.Kes., menyoroti isu kesehatan daerah, khususnya implementasi Universal Health Coverage (UHC) yang dikhawatirkan mengurangi akses pasien ke rumah sakit swasta.
“Kita berharap rumah sakit ini tidak ‘sakit’. Jangan sampai rumah sakit saking bersihnya sampai tidak ada pasiennya,” selorohnya. Ia menegaskan kembali spirit PKU sebagai “Penolong Kesengsaraan Umum”.
Dr. Agus menyampaikan dua harapan besar: RSI Pekajangan terus memberi layanan terbaik dan kelak berkembang menjadi tempat pendidikan dokter spesialis.
Bupati Pekalongan, Dr. Hj. Fadia Arafiq, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi kepada Muhammadiyah atas perannya di bidang kesehatan dan pendidikan.
“Saya terkagum dengan perkembangan Muhammadiyah, khususnya di Pekajangan. Rumah sakit ini sangat mendukung program layanan kesehatan gratis cukup dengan KTP,” tuturnya.
Ia juga mengapresiasi berdirinya SLB Muhammadiyah yang memudahkan masyarakat Kabupaten Pekalongan mengakses pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus.
Acara ditutup dengan hospital tour bersama tamu undangan, meninjau fasilitas dari IGD hingga ruang operasi di lantai enam yang telah siap melayani masyarakat.





0 Tanggapan
Empty Comments